Wednesday, March 13, 2013

Berbagi Pengalaman MPASI

Hari Sabtu lalu Leon pergi berenang di Dubidu Babby Spa dan sebelum berenang Leon ditimbang dahulu...ta...da.....Leon naik kurlbeb 800gram yang membuat berat badan Leon di umur 8m2w5d 10kg..hihihihiihihihi....Overkah?? Enggak ah masih dalam chart normal WHO kok dan satu hal lagi yang buat saya tidak khawatir Leon itu minum ASI ajah dan Leon kan belom jalan yah...nanti kalau udah jalan beratnya bakalan menyesuaikan sendiri kok :)

Saya sejak awal memang memberikan Leon MPASI dengan Panduan WHO dimana kita tidak menunda memberi makan apapun dan secepatnya mengenalkan semua jenis makanan. Saya waktu belajar memberi makan Leon dengan MPASI WHO di Klinik Laktasi Kemang Medical Care dan diajar oleh dokter Agusnawati :). Jadi di dua minggu pertama saya kenalkan makanan tunggal setiap hari minimal satu jenis makanan dan satu jenis selingan, selingan yang saya pilih biasanya buah segar -dicuci, kupas kulit, cuci lagi, kemudian diparut dengan foodmaker- dan setelah dua minggu saya memberikan Leon makan lengkap karbo, serat, protein dan selingan dengan porsi 3 kali makan besar dan 2 kali selingan. Hah??gak kebanyakan ituh?gak kok prinsipnya takaran setiap makan itu mengikuti umur bulan dia, misalnya gini umur Leon 6 bulan dia makan minimal 6sdm bayi, lebih boleh begitu seterusnya sering dengan bertambah umur. Dan WHO juga tidak menyarankan untuk memberi makan sop atau bubur yang kaya air ya..kenapa? sop atau bubur yang kaya air membuat nutrisi dari kebutuhan dan yang dimakan tidak bertemu akibat air yang membuat bayi cepat kenyang sehingga bayi harus menghabiskan porsi 2 kali lebih banyak dari yang seharusnya untuk memenuhi kebutuhannya.

Saya pribadi tidak pernah memberikan Leon bubur atau sup, karbohidrat yang dimakan Leon biasanya adalah nasi yang dimasak dengan air dengan takaran 1:2, 1 sdm nasi dicampur dengan 2 sdm air dan dimasak dengan api kecil kemudian disaring dengan saringan kawat. Sayuran Leon biasanya saya kukus kemudian saya saring. Protein Leon berupa daging, ikan, tahu-tempe saya kukus di kukusan stainlessteel dan biasanya ada kaldu dari kukusan itu, kaldu itu yang saya campur dengan nasi sebagai pengganti air :). Saya biasanya memberi Leon sayuran lebih dari 1 jenis seperti hari ini sayur Leon adalah terong ungu, gambas, bayam, brokoli - proteinnya hari ini tempe - kemudian saya berikan tambahan karbohidrat berupa kentang.

Leon memulai pagi hari dengan makan buah jam setengah 7 - makan pagi jam 8an atau kalau dia tertidur sekitar jam 10an - minum ASIP jam 11an sekitar 120an ml - jam setengah 1 saya menyusui dia langsung, menyempatkan diri pulang sebentar - jam 2 Leon makan lagi - jam 4 makan buah dan minum asip 70an ml - jam setengah 6 makan malam  dan malam sampai pagi Leon menyusu langsung pada saya.

Sebenarnya prinsip memberi makan anak adalah terbentuknya kepercayaan antara anak dan orangtua, seenak apapun dan sebergizi apapun nutrisi yang kita sediakan kalau sang anak menolak makan, sia-sia kan? makanya saya selalu menanamkan bahwa seberapapun sendok yang masuk kemulutnya saya tidak akan memaksa Leon untuk makan. Ketika dia menolak, saya berhenti sebentar kemudian saya tawari lagi, ketika dia menolak saya akhiri sesi makan. Dari awal Leon MPASI saya selalu menerapkan hal itu dan sampai hari ini Leon mencintai acara makan, dia selalu berbinar-binar saat akan makan, karena dia tau ketika dia merasa cukup dan minta untuk acara makan diselesaikan, sesi itu pasti akan diakhiri. Penambahan berat badan Leon sebenarnya bonus menurut saya, kenapa begitu, karena saya tidak fokus ke penambahan beratnya tapi lebih ke bagaimana Leon menikmati proses makan dan melihat nutrisi yang dia terima sudah sesuai dengan yang dia makan. Alhasil BB Leon terus melesat, bulan pertama MPASI 900gr, bulan kedua 1,3kg Leon sempat batuk karena alergi, malas makan dan saya ikutin kemauannya namun dengan sabar lebih sering menawarkan makan, beratnya turun sekitar 200gr, setelah sembuh hanya dalam waktu dua minggu Leon melesat dengan naik 800gr :)

Semoga pengalaman saya membawa manfaat untuk mama-mama lain ya....Salam :)

1 comment:

  1. Pengalaman MPASI pertama memang sangat menyenangkan, terlebih melihat ekspresi buah hati ketika merasakan makanan pertamanya..
    Saya setuju dengan bunda, pemberian makanan tunggal pada 2 minggu pertama juga untuk mendeteksi potensi alergi makanan pada anak.

    ReplyDelete