Wednesday, August 14, 2013

Empat Lelaki di Hidup Saya

  • Namanya Melkior Radja, pria Tionghoa - Sabu kelahiran 25 Mei 1959 di tanah Timor, yang kata orang kering, gersang dan tandus dan miskin. Ditinggalkan oleh ayahnya sejak dalam kandungan karena peraturan pemerintah tentang pemulangan orang Tionghoa setelah kemerdekaan. Abang dari 7 adek tirinya dan si bungsu dari 9 bersaudara kandung dengan 3 ibu. Akibat ulah ayah tirinya, dia yang ditinggalkan dana yang cukup untuk sekolah harus menempa hidupnya dengan bekerja mati-matian demi bisa hidup setiap hari. Namun Tuhan itu adil sobat, dia yang tidak disekolahkan, oleh belas kasihan seorang guru, diajak bersekolah dan diambil oleh kakak kandungnya untuk melanjutkan SMP sekalipun dengan nilai raport kebakaran yang selalu dengan bangga ditunjukannya kepada kami.Memutuskan mengambil Theologia sebagai jurusan kuliahnya dan bercita-cita menjadi pendeta membawa nasibnya bersekolah di STII Jogyakarta dan disana juga dia bertemu dengan tambatan hatinya perempuan batak tulen, adik kelas di kuliah dan mereka memutuskan menikah tanpa restu orang tua. Atas tindakan nekatnya itu mereka bersama memutuskan untuk ke kupang NTT dan mengadu nasib disana, melepas keinginan pendetanya dan menjadi agen asuransi demi anak-anaknya. Dikaruniai 2 putri dan 1 putra, menghadapi kenyataan pahit ketika harus kehilangan putri bungsunya akibat tawuran mahasiswa. Umur menempa dia menjadi pribadi yang sangat keras dan disiplin, sangat penuh perhitungan dan tidak kenal lelah bekerja. Kenangan yang selalu melekat di hati saya tentang dia adalah seumur hidupnya saya baru melihat dia tiga kali menangis, pertama kali saat saya lulus STAN dan adek lulus tes kepolisian bersamaan, kedua ketika adik bungsu saya pergi untuk selamanya, ketiga ketika akan meninggalkan saya setelah hampir dua bulan menjenguk saya setelah melahirkan. Pria itu yang sampai hari ini selalu dengan semangat menelepon saya menanyakan kabar kami sekeluarga, ah betapa saya sangat merindukan dia, dialah Papa saya.


  • Pria kedua memiliki nama Chrisye Richardo Begin Radja dilahirkan lebih muda 1,5 tahun dari saya. Kenangan yang selalu teringat adalah ketika kami berumur sekitar 7-9 tahunan, kami pergi bermain ke tetangga dan dia digigit anjing. Karena takutnya kami berdua tidak berani pulang ke rumah, takut dipukul papa kami. Sejak saat itu saya memiliki trauma yang mendalam dengan anjing, saya tidak suka dengan anjing dan tidak mau memilikinya sebagai peliharaan. Masa kecil kami dihabiskan dengan begitu banyak pertengkaran seperti yang terjadi pada saudara kandung umumnya, sayangnya semua ingatan saya tentangnya samar seiring berjalannya waktu, saya tidak memiliki kenangan yang terlalu banyak tentangnya karena kami berpisah ketika saya akan melanjutkan SMA. Sudah 12 tahun kami bertemu hanya sekitar setahun sekali, makin kesini makin jarang karena jarak. Dia sudah bekerja, menikah dan tinggal bersama istri dan satu anaknya yang baru lahir di rumah orangtua kami. Dialah satu-satunya saudara kandung yang saya punya di dunia ini, dialah adik saya.

  • Hendra Imades Sitanggang namanya, marga batak tapi Imades seperti nama orang Bali. Jangan terkecoh teman :) Imades itu merupakan singkatan tanggal dan bulan lahirnya lima desember. Bertemu pertama kali ketika bergabung dalam Persekutuan Mahasiswa Kristen STAN dan secara kebetulan tergabung dalam bidang pelayanan yang sama "Pemuridan" selama 2 tahun. Abang kelas saya, lelaki paling cuek menurut saya, tiap bertemu perempuan pasti menunduk, sedangkan saya yang satu bidang aja tidak mau disapanya, sampai suatu hari dengan ketusnya saya menyampaikan protes saya dan sejak saat itu, setelah itu dimanapun bertemu selalu dia yang dahulu berteriak "ade......." hehehe. Menyelesaikan kuliah tanpa pacar, upsss :) kemudian magang dan bekerja di Medan dengan belum punya pacar juga. Ternyata nasib berkata lain, teman dekat, satu-satunya sahabat perempuannya yang kemudian menjadi pendamping sehidup sematinya, dengan segala kecerewetan dan kemanjaannya yang herannya dia bisa tahan menghadapinya. Menjalani pacaran LDR sampai menikah selama kurang lebih 6 bulan pisah kota dan berkomitmen untuk tidak akan pernah berpisah lagi apapun yang terjadi. Tidak piawai dalam segala hal yang berhubungan dengan pertukangan sehingga selalu menyerahkan semua ke sang istri diiringi omelan panjang dari sang istri. Suka sekalj dengan semua masakan istrinya walaupun kadang tidak enak dan ayah yang penyayang dan bertanggung jawab terhadap anak dan istrinya. Dialah yang dengan bangga saya sebut "My Husband"

  • Lelaki terakhir ini baru berumur 13 bulan menjelang 14 bulan. Mengisi hidup saya pertengahan tahun lalu dengan operasi SC, langsung masuk NICU 6 hari akibat alergi susu formula dan sempat disinar sekali karena kuning. Umur 43 hari diinsisi karena tongue tie/ankyloglossia/tali lidah terikat, umur 2,5 bulan pertama kali naik pesawat untuk menjalani terapi full ASI, umur 3 bulan kurang beberapa hari berhasil dalam suplementasi dan full ASI hingga hari ini. Lelaki ini yang mengajarkan saya arti sebuah kesabaran, arti ketekunan dan manisnya mereguk keberhasilan yang benar-benar diusahakan. Perjalanan hidup saya bersama dia baru berjalan sekitar 2 tahunan (ditambah kehadirannya di perut saya) namun bersama dialah semua keberanian saya terkumpul dan dengan berani menentang segala arus yang ada. Mengetahui bahwa telah memberikan yang terbaik untuknya membuat saya bisa tertidur nyaman tanpa menyesal setiap malam sambil mendekap dirinya. Dialah lelaki yang selalu menerima saya bahkan dalam kondisi paling jelek saya dia akan berbinar-binar melihat saya dan meneriakan kata "mommmiiiii......" ya..dia Lionel Marcello, anak saya...

     Pada keempat lelaki inilah saya menggulirkan bola perjudian saya akan hidup, menggantungkan harapan dan cita-cita saya sepenuhnya pada mereka. Mendoakan mereka selalu untuk kesehatan dan berkat dalam hidup mereka. Pada kedua lelaki terakhir inilah saya membaktikan hidup saya untuk bersama mereka, menemani mereka dalam suka dan duka. Pada lelaki yang menjadi suami sayalah akan saya baktikan seluruh jiwa dan raga saya untuknya, menjadi istri yang dapat menjadi temannya dan bisa dibanggakan dia, dan pada lelaki terakhir yang saya sebutkan tadi, saya akan mendidiknya menjadi pribadi yang siap menghadapi semua arus hidup dan bisa menjadi manusia yang mencintai Tuhannya dengan sepenuh hatinya. Kutuliskan ini untuk kalian, keempat pria juara di hidupku.....

4 comments:

  1. buat cerita ttg perempuan dalam hidupmu lah mak Le, trus sertakan aku yaa
    hahahha
    leon giginya uda banyak yaaa
    hahhahaha

    ReplyDelete
  2. Apa mau kubuat tentang onty??is...GR...hahahahha
    baru lima pun, tapi gigitannya bolehlah dicoba...

    ReplyDelete