Wednesday, August 21, 2013

Fa'el Fitri dan Mas Tri Sang Pejuang ASI

Kali ini saya ingin bercerita tentang sebuah keluarga kecil yang baru saya kenal pertengahan november tahun lalu, keluarga yang tidak sengaja saya kenal karena secara kebetulan kondisi anaknya sama dengan kondisi anak saya. Kak Fitri adalah seorang ibu dari anak lelaki bernama Fa'el dilahirkan tanggal 11 agustus 2012 secara normal, dua bulan lebih muda dari Leon. Kak Fitri yang berasal dari malang menikah dengan Mas Tri lelaki yang berasal dari malang dan diboyong ke Medan karena status mas Tri sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Medan. Sejak sebelum kelahiran Fa'el kak Fitri sudah meniatkan dalam hati bahwa dia akan berjuang memberikan ASI saja untuk anaknya.


Dan cerita dimulai ketika Fa'el lahir secara normal, keinginan kak Fitri untuk di IMD kan malah hanya ditempelkan sebentar di dada ibunya kemudian diambil dengan alasan bayi mau dibersihkan. Sejak hari itu kak Fitri hanya memberikan ASI pada anaknya, namun keanehan-keanehan ditemui, Fa'el Bayi fael menyusu lama tapi masih gelisah, tidurnya tidak nyenyak, agak rewel. Saat itu mereka masih ditemani ibu kak Fitri, jadi ketika ibu melihat bayi fael yang sebentar2 bangun dan menyusu, ibu beranggapan bayi lapar/tidak kenyang dan mulai mendesak untuk memberi susu formula. Anggapan ibu saat itu karena asi belum lancar jadi perlu di bantu sufor.  Dari membaca kak Fitri tahu bahwa kebutuhan bayi akan asi di umur Fa’el masih sedikit. Namun pada hari ke 4 fael terlihat kuning dan demam, 38 derajat celcius. Kak Fitri mulai khawatir, diapun berkonsultasi ke bidan lahiran sekalian mengontrol jahitan, saat itu bidan menyarankan memberi sufor karena fael dehidrasi. Tapi karena pengetahuan dan keinginannya kak Fitri tetap memaksakan diri untuk menyusui lebih lama dan sering.
 
Usia 3 minggu Kak Fitri membawa Fa’el ke puskesmas karena melihat tubuh fael yang tak kunjung gemuk malah kelihatan tirus. Saat itu bb masih sama dg bb lahir yaitu 3.2kg. Dua minggu kemudian ketika tiba jadwal posyandu, Fa’el ditimbang lagi bb 3.8kg, kak Fitri tidak yakin karena Fael terlihat lebih kurus, jadi pagi itu juga fael dibawa ke Dsa. Ktika ditimbang kembali di Dsa bb hanya 3.4kg hanya naik 2 ons saja selama sebulan. Dsa menyarankan sufor, tapi belum dapat menjelaskan kondisi fael saat itu. Dokter menyarankan tes darah. Sempat di ambil darah di lengan, tapi karena fael mungil jadi jumlah darah tidak mencukupi. Petugas lab menyarankan mereka untuk ke lab Rs hari itu juga, agar fael dapat di ambil darah di paha, itulah awal kak Fitri menangis, tidak tega melihat fael yang kecil mungil menangis di pegangi dua petugas lab untuk diambil darah. Akhirnya Kak Fitri membawa fael pulang tanpa melanjutkan pengambilan darah.


Kak Fitri mulai yakin ada yang tidak beres pada fael, dia mencari info tentang laktasi, klinik laktasi atau apapun yang bisa membantunya untuk menyusui fael dengan lebih baik. Waktu itu dalam pikirannya apapun yang tengah terjadi pada fael atau pada dirinya, dia berkeras tetap ingin menyusui. Akhirnya dia mendapat info tentang AIMI, dia menghubungi dan meminta kunjungan ke rumah. Waktu itu drg Riri yang datang dan membantu kak Fitri untuk memperbaiki pelekatan dan menjelaskan banyak hal ttg ASI dan menyusui. Setelah dua minggu belum ada perubahan yang berarti dia menghubungi drg. Riri tapi mungkin karena beliau melahirkan jadi saat itu tidak ada respon. Kak Fitri kemudian menghubungi AIMI kembali dan atas rekomendasi AIMI dia dihubungkan dengan  dr. Fahri, SpA beliau adalah dsa yang pro asi, bersama istri yang juga konselor laktasi kembali  dibantu untuk pelekatan yang benar. Tapi tetap saja fael menyusu seperti orang yang minum dengan memakai pipet, mulut mencucu dan tangan yang mendorong menjauhi tubuh kak Fitri. Pertemuan-pertemuan pun kembali terjadi untuk melihat masalah pelekatan Fa’el dan setelah beberapa kali pertemuan, termasuk untuk mencoba KMC (Kangaroo Mother Care)  selama 3 hari, pada suatu malam ibu Nia ( istri dr fahri) menghubungi kak Fitri dan meminta foto Fael ketika menangis. Malam itu juga mereka mengirimkan foto fael tersebut melalui email. Pada hari Sabtu, 24 November 2012 mereka d minta datang ke RS, malam itu dr Fahri menjelaskan bahwa Fael terindikasi tongue tie yang cukup mengganggu, sehingga fael kesulitan mendapatkan ASI. Malam itu juga kedua orangtuanya menyetujui dilakukanya insisi pada Fael,  karena bb fael yang jauh tertinggal maka terpaksa di tambah dengan suplementasi, drg.Riri bersedia menjadi donor asi bagi fael namun karena jatah donor asi tidak mencukupi, untuk menutup kekurangan maka di tambah susu formula. Suplementasi yang di anjurkan 60ml x 6/hari. Dalam pengakuannya terhadap saya saat itu dia hanya bisa menangisi semua kondisi itu, dia merasa berjuang sendiri dan tidak memiliki teman, saat itulah nasib mempertemukan kami berdua.

Dia mulai meng-sms saya mengajak berkenalan dan bercerita tentang anaknya yang juga Tongue tie seperti Leon. Saya langsung merespon namun kemudian tidak ada balasan darinya ternyata hal itu disebabkan karena jaringan komunikasi sms balasannya tidak sampai dan ternyata diapun menunggu SMS dari saya. Besok paginya saat jam kantor saya meng-SMS dia kembali dan langsung berjanji untuk bertemu dengannya, dan sore itu pertemuan itu terjadi, disitulah saya bertemu dengan Fa'el, melihat kondisi dia (saya dan papa Leon sebenarnya menangis, namun kami tidak mau terlihat oleh mama Fa’el jadi papa Leon keluar membawa Leon dan saya disitu ngobrol dengan mama Fa’el) saat itu kami berjanji dalam hati akan membantu Fa'el agar bisa sukses ASI apapun yang terjadi. Sebagai orang yang terlebih dahulu telah menjalani suplementasi dan merasakan bagaimana kita membutuhkan dukungan saya menceritakan bagaimana proses suplementasi dan bagaimana ibu harus benar-benar sabar mengikuti mau bayi. Dalam proses ini bayi adalah kapten, biarkan dia menunjukan maunya dan kita mengikuti. Saat itu kami banyak sharing dan kak Fitri jadi terpacu semangatnya melihat kondisi Leon dan berdasarkan pengakuannya dikemudian hari semenjak kedatangan saya, dia tidak pernah menangis lagi, karena merasa memiliki teman. Hari sabtu saya kesana lagi dan bertemu dengan suaminya, Mas Tri ternyata duo ini memang sangat ingin anak mereka minum hanya ASI saja dan mas Tri memberi dukungan sepenuhnya, saya bersyukur melihat hal itu karena biasanya ibu yang punya semangat sebesar apapun akan perlahan mundur ketika lingkungan tidak mendukungnya apalagi suami juga ikut tidak mendukung.


Fa'el usia 3,5 bulan sedang menjalani suplementasi

Dalam proses kesembuhan Fa'el dan suplementasi Kak Fitri, kami seperti stagnan, kok Fa'el tetap susah untuk pelekatan, lebih memilih tidak minum ketika disodorkan PD bahkan menangis ketika akan minum. Kami seperti jalan di tempat, saya yang optimis jadi khawatir namun terus menyemangati sambil menyarankan kak Fitri untuk akupuntur ASI. Di tanggal 21 Desember 2012 AIMI mengadakan acara Tribute To Mom yang dilaksanakan di seluruh cabang AIMI dengan mengundang pembicara, disitu AIMI mengundang dr.Asti Praborini, SpA, IBCLC ( Beliau adalah dokter yang menangani saya ketika akan suplementasi untuk Leon full ASI) dan saat itu ketika saya meng SMS kondisi Fa’el dan menanyakan kesediaannya untuk melihat kondisi Fa’el dr.Asti menyatakan bersedia untuk melihat kondisi Fa'el. Dalam proses suplementasi itu mereka bertiga control rutin ke dr. Fahri, SpA.

Tanggal 20 desember malam kami menjemput Fa'el sekeluarga dan membawa mereka ke Kobar tempat pertemuan konselor diadakan untuk menyambut kedatangan dr.Asti. Dokter Asti datang jam sembilan malam karena keterlambatan pesawat, ketika sampai dia langsung memeriksa kondisi Fa'el dan mengajarkan posisi suplementasi untuk kasus Fa'el, anak-anak TT lebih suka ketika selang NGT diletakkan di bawah bibir dan dokter Asti pun menyatakan bahwa dia tidak mengerti kenapa seperti itu namun dalam banyak kasus TT yang terjadi seperti itu. Dokter Asti kemudian  melakukan pemeriksaan ulang dan mendapati bahwa Fa'el selain memiliki Tongue Tie juga memiliki Lip Tie (Tali bibir atas yang membuat gigi tumbuh dengan celah) yang juga mengganggu masalah menyusuinya dan harus dilakukan tindakan frenotomi, kedua orangtua Fa’el malam itu langsung menyetujui tindakan itu namun karena saat itu kondisi sudah malam dan peralatan tidak dibawa, diputuskan besoknya frenotomi akan dilakukan oleh dr.Asti. Besoknya karena satu dan lain hal frenotomi tidak jadi dilakukan dan akhirnya pada tanggal 26 Desember 2012 frenotomi dilakukan oleh drg. Riri, kak Fitri juga menjalani akupuntur ASI serta mengonsumsi domperidone.


 Dari ki-ka : Mama Leon, dr.Asti, Kak Fitri
  Fa'el dan Kak Fitri

Bagaimana cerita selanjutnya? Mereka masih tetap suplementasi dengan dosis yang diturunkan perlahan sampai umur Fa'el 6,5 bulan dan setelah itu Fa'el lepas suplementasi dan full ASI dari kak Fitri hingga hari ini. Tanggal 22 Juni 2013 ketika Leon berulangtahun yang pertama saya mengundang mereka dan mereka bertiga datang, sungguh bahagia melihat kondisi Fa'el saat itu. badannya sudah berisi dan terlihat bahwa Fa'el nantinya akan tumbuh menjadi anak yang cerdas. 11 Agustus 2013 Fa'el tepat berumur setahun, kami tidak bisa merayakan bersamanya karena mereka bertiga sedang mudik ke kampung halaman. Tulisan ini saya buat sebagai tanda kekaguman saya pada perjuangan mereka bertiga, Mas Tri dengan jiwa besarnya menerima kondisi Fa'el dan menerobos semua tembok penghalang yang ada, Kak Fitri dengan naluri seorang ibunya yang saya tahu pasti lelah sekali menjalani semua itu dan tetap dijalaninya dengan sabar hingga meraih keberhasilan, dan Fa'el pahlawan kecil saya, sang pejuang hidup, kinyis-kinyis onty yang begitu tangguh menghadapi badai di hidupnya, sungguh saya sangat bangga dengan kalian. Dan saya menangis lagi selesai menuliskan ini dengan revisi Kak Fitri yang saat ini masih berada di Malang…


 Fa'el usia 8 bulan

Selamat Ulang Tahun Nak, Selamat Ulang Tahun Sayang...Kebahagiaan dan kedamaian selalu melingkupi hidupmu...
Tambahan dari Kak Fitri :
     Yang ini tambahan hehehe dan penyemangat bagi ibu2 pejuang asi, tentang pengalaman fael mudik, alhamdulillah daya tahan tubuh bayi ASI memang luar biasa. Kami pulang ke Malang Jawa Timur, ketika itu suhu udara di malang cukup dingin, sampai-sampai kami malas mandi :p bertelanjang kaki di dalam rumah pun dah bikin saya kembung, belum sampai seminggu kami di Malang ayah fael sakit, saya flu, tapi luar biasa fael tetap ceria dan sehat wal afiat. Hingga hari ini setelah 3 minggu kami di malang, dengan ‘jam terbang’ cukup tinggi karena harus mondar mandir kesana kemari (mencari alamat:p) naik motor dari rumah mbah uti n mbah kung ke rumah Aci (ibu saya), kerumah saudara, ikut kami reuni dan berkunjung ke rumah teman juga jalan2 mumpung di malang hehehe...fael tetap bertahan dg penuh semangat, tetep ceria n sehat alhamdulillah. Semoga dengan bertambahnya usia fael makin sehat dan makin pintar. Terimakasih untuk mommy, papa, n si  ganteng lionel marcello, atas kesediaan kalian menjadi penyemangat hidup kami terimakasih untuk hadiah yang indah ini semoga leon n fael tumbuh sehat dan pintar... aamiin.


oh ya onty, nama lengkap fael, Muhammad Thufail Mazaya

 Fael saat ini sedang berada di Malang :)

8 comments:

  1. semoga leon dan fael selalu sehat yaaaa

    #kemudian mewek

    ReplyDelete
  2. terimakasih onty :) :kiss :kiss :kiss

    ReplyDelete
  3. aahhh terharu..
    ganteng fael ya, uda buncit kayak leon jg..
    sehat2 selalu ya fael
    salam kenal dr onty cherish,, mommy leon cerita jg ttg kondisi fael
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti biar dibalas mama fael kalo singgah disini :)

      Delete
  4. terharu dan bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo aunty endang..makasih sudah membaca dan berkomentar

      Delete
  5. Hiks... pagi2 mewek di kantor karna postingan cerita leon dan fael... Salam kenal mama leon..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo endahhh...selamat pagi..

      Terimakasih sudah membaca, semoga menginspirasi ya :)

      Salam kenal :)

      Delete