Friday, August 16, 2013

LEON, ALERGI SUSU, TONGUE TIE DAN CINTA MAMA (2)

Di hari yang sama saya diperbolehkan pulang, tetapi Leon tetap tinggal di NICU, pada saat mau pulang saya ke tempat Leon, menciumi dia dan menangis sepuas-puasnya, menangis karena marah dengan keadaan, menangis karena berpikir sebagai ibu saya tidak bisa melindungi dia, dan menangis karena seluruh jiwa saya seperti tertinggal di RS itu bersama dia. Saya dibawa pulang ke rumah ibu angkat saya (orang tua kandung saya tinggal di pulau lain saya menikah dan bekerja di Sumatra), ibu angkat saya ini adalah rekan kantor saya semasa saya belum menikah dan masih bekerja di Kisaran, dialah yang menunggu kelahiran Leon, melihat kami setiap hari dan membawa saya pulang ke rumahnya untuk merawat saya (mimi…sampai kapanpun budi baik mimi gak bisa saya balas, biarlah Tuhan yang membalas itu). Sebelum pulang saya dalam kondisi masih sakit jahitan operasi pergi ke toko bayi mencari pompa ASI dan tidak ada stok saat itu, saya belajar memerah dengan tangan dan ASI keluar walaupun sedikit saya tampung dan saya simpan. Besoknya baru pompa ASI itu ditemukan setelah selesai menjenguk Leon dan langsung dipakai, saya pun rutin memerah setiap 2-3 jam dan hasil perahan setiap kali pompa sekitar 10-25 ml. Setiap hari agenda saya melihat Leon dan pompa, umur Leon 6 hari dia diperbolehkan pulang dari RS.




Leon pulang bertepatan dengan kedatangan orang tua saya (mama saat itu juga dalam kondisi sakit namun memaksakan diri untuk terbang ke medan). Saya dibekali susu formula yang katanya luar biasa susah dicari itu dan kami sekeluarga pulang ke rumah kontrakan kami. Saya pun belajar bagaimana memandikan, memijat, membedong, dan segala macam keterampilan merawat bayi dari suster yang datang ke rumah, Leon masih tetap minum susu formula. Di umur Leon 9 hari saya diperbolehkan menyusui Leon langsung, saya pun diajari cara menyusui dan Leon bisa menyusu, saya bahagia sekali. Namun Leon menyusu seperti tidak puas, sering menangis menjerit-jerit bahkan kadang menolak disusui seperti marah, orangtua saya marah pada saya “berikan aja susu formula itu, kalian gak kasihan lihat dia menangis seperti itu?” bahkan pernah subuh-subuh papa masuk kamar dan bilang “saya aja gak tega denger tangisannya, kamu kok keras sekali, kalo kamu gak mau kasih susu formula itu besok pagi papa dan mama balik ke rumah, gak ada gunanya kami disini, toh kami ngomong pun kalian tidak peduli.” Sedih, sangat sedih… Jadilah Leon minum ASI bercampur formula lagi. 

Leon diawal-awal kelahirannya

Saya tidak suka dengan kondisi itu, saya ingin Leon minum ASI saja, dan ada suatu kejadian dimana ketika Leon BAB, keras dan dia menangis menjerit, makin kuatlah keinginan saya Leon harus bisa minum ASI saja. Akhirnya saya menelepon AIMI Sumut dan bertanya, ternyata ada konseling ke rumah, saya minta konseling dan saya dipertemukan dengan seorang konselor yang sangat amat sabar kak Novi Kartika Tarigan.  Besoknya kak Novi ini datang bersama seorang temannya, mereka meminta saya menunjukan posisi menyusui dan memperbaiki kekeliruan-kekeliruan dalam pelekatan saya dengan Leon, akhirnya Leon bisa minum dengan tenang (O…ternyata pelekatan saya yang kurang benar). Setelah kunjungan itu saya jadi PD dong, Leon minum dan tertidur berarti ASI saya banyak, saya langsung menyetop pemberian susu formula, saya mendampingi dia terus. 


Besoknya Leon menyusu tidak berhenti, berhenti pun karena tertidur, ketika dia diletakan menjerit sejadi-jadinya, maka dia disusui lagi. Leon minum 24 jam sehari, tertidur dalam posisi disusui, kalau pelan-pelan saya lepaskan marahnya bukan main. Saya bingung, kak Novi datang berkunjung lagi, setelah dilihat semuanya oke, mungkin leon lagi growth spurt, dia menyusui terus-terusan, diikutin aja maunya kata kak Novi. Jadi saya menyusui dia terus-terusan sambil mencuri-curi waktu untuk memompa persiapan saya ngantor, setiap kali memompa sedikit banget hasilnya, paling hebat  5 ml.   Selesai memompa Leon minta minum, disusui dia marah-marah, menjerit,memukul saya. Saya bingung, apa ASI saya habis ya? Perasaan yang saya baca sekuat-kuatnya bayi mengisap palingan hanya bisa mengosongkan 76% PD, kebingungan bertambah lagi dengan frekuensi BAK Leon yang 5-6 kali per 24 jam dan berwarna kuning. Ketika Leon tidak BAB selama 6 hari, saya langsung membawa Leon ke dokter, kali ini saya mencoba membawanya ke DsA yang lain, saya merasa tidak cocok dengan DsA yang menangani waktu Leon alergi susu. Dokter tersebut bilang bahwa toleransi seorang anak ASI tidak BAB adalah 21 hari, jadi ini hanya kekhawatiran ibu saja kemudian dia melihat BB Leon, BB Leon setelah 2 minggu full ASI tetap di 3,6 kg kemudian dia bilang sepertinya ASI ibu tidak cukup, anak ini dua minggu diminumkan ASI, BAK kuning, belum BAB dan berat tetap, ibu harus menambah susu (terus-terusan ya…). Kemudian saya disuruh mengganti susu leon dengan susu soya merek lain. Saya tidak memberikan susu itu, besoknya Leon BAB dan warna BAB hijau, saya googling lagi kenapa bisa seperti itu, ternyata itu masalah di hindmilk dan foremilk, berarti ASI saya banyak dong, Leon minum terus-terusan tapi cuman dapat ASI awal, saya jadi PD lagi untuk memberi ASI. 

Leon kembali minum terus-terusan tidak lepas dari saya dan ketika saya lepas sebentar dia marah bukan main. Saya sampai mencari-cari video-video menyusui yang baik, bagaimana kondisi bayi yang mendapat ASI cukup dan bagaimana pelekatan yang baik, semua saya praktekan, tapi hasilnya nihil, Leon tetap dengan kondisinya itu. Minum aja dia gak puas gimana mau mengatur waktu untuk memompa, stress berat. Ketika Leon imunisasi beratnya turun, saya kembali dilanda kebingungan, apalagi yang salah, ASI banyak, Leon minum terus-terusan kok BB nya turun?? Pulang ke rumah dengan kesedihan luar biasa, tapi saya masih berkeras menyusui Leon. Saya ingat sekali, pernah saya menangis karena kondisi itu dan Leon disamping saya juga ikut menangis sambil menggenggam tangan saya dengan kuat sambil memandang saya, dan saya kembali mendapat kekuatan untuk terus menyusui dia dan berjuang..... Bersambung Ke Bagian 3 disini....

4 comments:

  1. sungguh sebuah perjalanan menyusui yang luar biasa chen..
    #hampir mewek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belom sampai puncak dramanya mama fayyadh...ditunggu kelanjutannya yah :)

      Delete
  2. Saya ingat sekali, pernah saya menangis karena kondisi itu dan Leon disamping saya juga ikut menangis sambil menggenggam tangan saya dengan kuat sambil memandang saya, dan saya kembali mendapat kekuatan untuk terus menyusui dia dan berjuang..... --> ahhh, ikutan mewek :'(
    but anyway, saya juga breastfedding mommy dari Gaby (3m4d) dan puji Tuhan masih dilancarkan prosesnya hingga sekarang. salam peluk buat kk Leon yahh :-*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo bunda :) terimakasih sudah berkunjung...iya, mengingat kisah Lionel selalu saja membuat saya terharu...Harapan saya semua ibu bisa ditolong tepat waktunya...sehingga bisa mengalami momen breastfeeding yang menggembirakan
      Salam kenal untuk adek Gaby ya, puji Tuhan proses ASInya lancar. Persiapkan diri juga untuk MPASInya karena tantangan MPASI juga lumayan meminta kita untuk sabar dan terus belajar :)

      peluk sayang dari kami sekeluarga :)

      Delete