Thursday, August 29, 2013

Relawan ASI Goes To Rumah Zakat

Dalam rangka Breastfeeding Week kemarin maka pada hari sabtu 24 Agustus 2013 AIMI SUMUT bekerjasama dengan Rumah Zakat mengadakan acara sosialisasi sekaligus talkshow dengan tema " Ayo Dukung Ibu Menyusui" bertempat di Rumah Zakat dan hari minggunya diadakan konseling gratis, bagi-bagi flyer, dan bentang spanduk untuk dukungan terhadap ibu menyusui di Merdeka Walk. Acara pertama dilaksanakan sekitar pukul sembilan pagi, dan karena saat itu tim satu relawan ASI bertugas di Kepanitiaan Teknis, maka tentu saja tim satu juga ikut ambil bagian dalam acara ini.

Saya kebetulan tidak bergabung dengan group BB AIMI SUMUT, tanya kenapa? ehm...saya gak punya BB, pak..bu... (ada yang mau nyumbang beibeh?? :)). Jadinya saya tetiba dihubungi oleh teman satu tim saya yaitu kak Amelia Daulay memberitahukan tentang akan ada tiga event besar seminggu ini...dua hari berturut-turut acaranya bekerjasama dengan Rumah Zakat dan tanggal 31-08-2013 rencananya akan diadakan kelas edukasi, dan saat itu juga saya langsung menghubungi kak Riri menanyakan teknisnya seperti apa dan tugas yang harus relawan lakukan, tentu saja dengan kepanikan tingkat dewa -__________- (saya kan orangnya paling gak bisa ngerjain segala sesuatu terburu-buru). Untunglah saat itu kak Riri merespon dengan bilang, dia juga baru mau membuat rundown kegiatannya dan akan di-email kesemua peserta, hehehehe thanks God.
Sudah agak tenang karena satu masalahnya terselesaikan, ternyata kak Amel chat lagi, "Kelompok kita belum nyampaikan asessment ya?" dan saya seperti tersambar petir lagi "Apa? Asessmentnya bukannya diakhir orientasi yah?" Tanya saya dengan polosnya, iyah sodara-sodara asessmentnya ternyata disampaikan per-sesi orientasi yang berarti kami sudah melewatkan dua kali sesi pelaporan...dan saya langsung terduduk lesu. Bukan apa-apa, saya sangat menganggap serius kegiatan orientasi ini, dan saya tidak ingin dianggap menyepelekan hal ini, karena ini murni akibat ketidaktahuan saya. Jadilah dengan tak enak hati meng-SMS bang Hery Firdaus, menyatakan permohonan maaf karena ketidakmengertian dan berjanji untuk mengirimkan secepatnya (yah, kalau kira-kira bang Hery membaca postingan ini, sekali lagi maaf ya bang).

Hari itu juga saya langsung menghubungi teman-teman kelompok satu melalui sms, iyah saya sms satu-satu kemudian saya whatsapp menanyakan kesediaan mereka untuk hadir di event tadi serta meminta laporan, kritik dan saran untuk dua sesi kegiatan orentasi yang kami lewati. Tiga orang menyatakan tidak bisa hadir, dua yang lain menyanggupi kehadirannya. Kemudian siangnya kak Riri menelepon saya memberitahukan bahwa jaringan internet sedang bermasalah jadi email tidak bisa dikirim, jadi dia menjelaskan secara lisan dan saya mencatat semuanya. Kak Riri juga menugaskan saya untuk menanyakan kelompok lain mengenai kesanggupannya ikut serta, berhubung saya tidak masuk grup BB beybeh...jadinya saya balik minta tolong ke kak Riri biar diinfokan ke mereka, hehehe kontak yang saya punya terbatas kontak grup saya saja, dan saya juga menjanjikan untuk mengirim email ke masung-masing orang. Sorenya email langsung saya kirim dan sampe tenggat terkahir cuman satu orang yang membalas menyatakan tidak bisa hadir T____T ya sudahlah, saya melaporkan hal itu ke kak Riri dan beliau juga bilang bahwa di grup pun belum ada respon (tosss...kak Riri :))

Hari sabtu pun datang..karena letak Rumah Zakat yang dekat dengan rumah saya, saya berangkat sekitar sepuluh menit sebelum setengah sembilan. Sesampainya disana saya bertemu dengan kak Amelia, kami berdua duduk di bagian depan sambil berbincang mengenai assessment dan kendala saya tidak bisa mengikuti acara di hari minggu karena saya beribadah. Saya meminta kak Amelia menggantikan saya mengambil alih kegiatan di hari itu, dan dia langsung menyanggupi (thanks God). Acara jam sembilan lebih sedikit dimulai dan saat itu dari tim AIMI dan Relawan sudah hadir Kak Riri, kak Novi, Kak Husnita, Kak Rahmi (yang menyusul kemudian), kak Amelia, saya sendiri, kak Faridah, dan kak Dani (dari kelompok empat).
 Saat Kak Riri bersosialisASI

Acara dibuka dengan kata sambutan dan doa dari panitia Rumah Zakat, kemudian kak Riri secara santai menyampaikan tentang ASI, kenapa harus memberikan ASI, keuntungan memberikan ASI dilihat dari berbagai sisi, dan sharing tentang pengalaman ibu-ibu menyusui. Acara berlangsung tertib dan kak Riri lebih membuatnya ke talkshow aktif sehingga peserta pun menjadi aktif ikut menjawab maupun bertanya. Sesi kedua dilanjutkan dengan praktek langsung pengolahan MPASI, di sesi itu kak Novi dan kak Husnita yang menyampaikan materi ini sekaligus memberi contoh proses memasaknya. Selesai dari situ, berakhirlah acara tersebut dan kami lega karena acara bisa berjalan dengan baik, selanjutnya foto-foto bersama pengurus Rumah Zakat dan AIMI Sumut beserta Relawan.
Saat Penyampaian Materi dan Praktek MPASI

Aaaa...saya lega, lega karena acara ini berakhir baik, acara besoknya bisa dihandle kak Amelia, dan sayapun telah menyelesaikan assesment yang terlambat tersebut dan telah saya kirim tanggal 26/08/2013. Minggu ini kami akan ikut ambil bagian dalam kelas edukasi, saya sudah menghubungi penanggungjawabnya dan menanyakan tugas kami, semoga kami pun bisa bekerja dengan baik di Kelas Edukasi ini. Satu hal yang benar-benar saya lihat dalam proses orientasi ini adalah, relawan itu merupakan panggilan dari hati, dan harus dikerjakan dengan tulus, banyak tantangan yang mungkin dihadapi namun ketika kita memutuskan menjadi relawan, kita memutuskan untuk mengorbankan waktu-waktu nyaman kita dan bekerja tanpa dibayar. Untuk apakah itu? kalau bagi saya pribadi, untuk kepuasan batin saya, kenapa? karena saya pernah mengalami perjuangan menyusui yang membuat saya tergugah untuk membantu ibu-ibu diluar sana, siapapun dia, agar sukses menyusui tanpa harus melalui drama seperti saya.

 Sertifikat dari Rumah Zakat untuk AIMI Sumut
 Panitia Rumah Bersalin Gratis, AIMI, dan Relawan berfoto bersama setelah acara


Salam ASI

No comments:

Post a Comment