Friday, September 6, 2013

Imunisasi dan Belanja

Tanggal dua september Leon seharusnya imunisasi influenza, namun karena kesibukan kami maka imunisasi itu tertunda dan akhirnya kemarin baru Leon dibawa untuk imunisasi. Saya memilih dr.King Chandra sebagai dsa Leon yang akan menjadi partner saya mengawasi tumbuh kembang Leon, bagi saya pribadi orang yang seharusnya mengetahui kondisi anaknya adalah ibunya, dokter ada sebagai pendamping dalam mendukung ibu sehingga saya sangat mengharapkan dokter Leon adalah dokter yang bisa diajak berkomunikasi dan hal itu saya temui dalam dr.King Chandra.

Dokter king Chandra berpraktek di RSIA Stella Maris Medan sore hari, kalau pagi beliau praktek di RS Murni Teguh, saya cenderung lebih suka mengimunisasi Leon malam hari dengan pertimbangan kalau pagi pasien yang ke dokter umumnya anak-anak yang sakit, kalau mau diimunisasi mending malam ajah sehingga atas pertimbangan itu Leon selalu imunisasi di Stella Maris. Kami berangkat dari rumah pukul 06.30 malam, sampai disana langsung menuju meja pendaftaran, eh...ternyata sekarang meja pendaftaran SM memakai nomor antrian yah...yasud ambil dulu nomor antrian, nunggu sebentar kemudian dipanggil. Prosedur standar dilakukan oleh perawatnya, timbang berat badan Leon 11,69 kg; ukur panjang Leon 78 cm; ukur suhu 36,9 dercel; dan ukur lingkar kepala (yang ini saya lupa, maafkan). Sip diperiksa kami duduk dong nunggu, ganti-gantian nemenin Leon main (ni anak bener-bener gak ada capeknya -______-).

Waktu berlalu tik..tok...tik..tok...ini kok udah jam delapan belom masuk-masuk ya, banyak amir pasien dokter King yah, ternyata ketika papanya bertanya ke resepsionis hari itu pasien dokter King sebelum kami berjumlah sekitar sepuluh orang, setelah kami masih ada delapan orang... Astaga.... Yuk sabar yuk....(Perasaan ni dokter gak terkenal-terkenal amat deh kayak dr. Guslihan gituh, cuman mungkin makin banyak orangtua peduli dan suka dengan pelayanan dokter ini ya, sip deh pak dok).

Jam delapan lewat limabelas menit nama Leon dipanggil, yuhu...kami masuk, ngobrol sebentar tentang kepergian dokter itu ke seminar breastfeeding kemarin di Jakarta (itu loh yang ada Jack Newman-nya) kemudian Leon diimunisasi Influenza, waktu disuntik Leon menjerit marah terus nangis sebentar dan selesai :). Kelar dari situ saya kemudian membayar dan seperti biasa dapet privilege khusus dari pak dokter, thanks a lot ya dok :)

Pulang dari sana kami sebelumnya berencana ke L*tte Mart daerah jalan binjai namun karena waktunya sudah larut kayaknya gak keburu deh, jadilah kami memutuskan ke tempat yang satunya lagi, itu loh yang daerah Uni Plaza. Sampai disana kelaparan yah, soalnya belom makan malam, beli roti didepannya eh ternyata enak loh rotinya, harganya juga gak mahal-mahal amat, suka deh. Masuklah kami, jujur ya suasananya beda banget loh....karena yang ini bener-bener seperti swalayan, gak seperti temannya lagi, namun karena saya mikirnya ah sama ajah.......BBLM (belanja banyak lebih murah) yuks puaskan hasrat belanja walaupun cuman beli kebutuhan bulanan, ahahaha kelihatan banget yak emak-emak tak punya duit :)

Saya belanja apa? macam-macam, nugget, union ring, mie goreng, indomie, corned, kecap inggris, pembersih rumah, bumbu bubuk, dan terakhir yang tidak mungkin terlewatkan yaitu Teh Kotak (Favorit serumah).Selesai belanja yang sebentar itu (SEBENTAR?? Papa Leon ajah udah pake acara melotot...hehehe) saya membayar sambil bertanya ini harganya sama kan sama saudaranya? dijawab samaaaa.... bu, kemudian ting tong, dengan manisnya kasir menyebutkan angka "Rp 975.000,00 bu.." What??belanja apa bisa sampe semahal ituh? perasaan belanja di temennya segila-gilanya juga palingan abis enam ratu ribuan, lemaslah dengkul, tapi kan tetap harus dibayar ye...keluarin kartu sakti a.k.a debit (sibak rambut pake kacamata rayban,hihihi) trus bayar deh. Abis urusan bayar membayar ternyata ada lagi satu keanehan yang saya lihat, jadi ya, di tempat saudaranya no plastik pembungkus loh, kalau kita belanja ya, silahkan pakai kardus yang tersedia diluar atau langsung aja masukin ke mobil, yang ini satu-satu diplastikin cyin, eh saya kan mendukung go green, gak usah deh semua diplastikin ya...

Naik mobil pulang sayanya merepet "ini kok mahal banget sih, perasaan kita belanja lebih banyak di sana gak gini amat deh, trus aneh banget tuh masa teh kotak diitung satu-satu, mana ceritanya kalau bblm, ahhhhhh.......". Cukup merepe-repetnya, itu jadi pelajaran buat saya, ternyata yang namanya sama belom tentu pelayanannya sama, yuk balik ke saudaranya yang lama. Jadi ya bu-ibu yuk bijak memilih tempat belanja karena terkadang kita saya terlena dengan yang manis-manis, yang baru-baru padahal sebenarnya kita sudah menggunakan sepatu yang tepat, kalau bisa waktu pergi ke tempat baru buat window shopping aja deh atau beli sesuatu dalam jumlah normal jangan kayak saya. Sip sekian cerita saya mengenai perbolangan kami di tempat belanja baru yang berakhir prahara :)

Yuk ah nengok tampang si ganteng biar hati adem...

No comments:

Post a Comment