Friday, September 13, 2013

Pengalaman Menemani Insisi/Frenotomi

Memiliki Leon membuat saya memiliki banyak teman, baik teman baru, teman-teman dekat yang akhirnya bisa mengubah pola pandangnya dalam mengurus bayi/anak, teman-teman yang hanya sekedar bertegur sapa lewat jejaring sosial karena terkendala jarak, ataupun teman-teman yang telah kehilangan kontak dan secara tiba-tiba mencari saya :). Dulu kak Fitri selalu bilang dia bersyukur karena kondisi Leon menjadi pembuka jalan untuk Fael dalam perjalanan menyusuinya. Ternyata setelah saya merenung-renung, memang kondisi Leon membantu banyak orang, ibu/orangtua yang kondisi anaknya seperti Leon akhirnya tidak mengalami ketakutan ketika harus menginsisi anaknya setelah membaca cerita Leon, ibu-ibu yang tidak terlalu memiliki kendala menyusui bersyukur atas kondisinya itu, dan ibu-ibu yang memiliki kendala menyusui dan bingung harus mencari informasi kemana biasanya datang kepada saya dengan berbagai cara dan bertanya kepada saya :)

Saya tidak terlalu mengenal dia, dia adek kelas saya semasa kuliah. Pertemuan-pertemuan kami hanya sekedar say hello saja dan pertemuan dalam persekutuan kampus. Ketika mempublish cerita Fael di Facebook, dia menghubungi saya menanyakan nomor yang bisa dihubungi, kemudian terciptalah komunikasi setelah sekian lama hanya menengok, dan like status FB. Dia mengirimkan foto anaknya dan bertanya

"Menurut kakak, anakku TT gak?" -____________-

     "Coba masukin jarinya ya, lidah bisa melewati gusi waktu respon mengisap gak?"

dan dia bingung...hahahha...

Ya sudah dia menjelaskan keluhan menyusuinya, kalau bayi minum sering tumpah-tumpah, puting nyeri bahkan sampai lecet, sempat bingung puting diusia seminggu akibat pemakaian dot namun sudah dihentikan. Mendengar itu saya pun memutuskan mengunjungi dia, jadinya setelah selesai Kelas Edukasi MPASI, malam harinya saya ke rumahnya.

Disana melihat kondisi si kecil, sepertinya memang ada indikasi Tongue Tie nih, cuman saya tidak yakin karena tidak terlalu nyata, maka saat itu saya lebih ke memperbaiki pelekatannya. Kemudian si adek bayi ternyata menunjukkan bahwa dia suka minum-lepas, saya menghubungi dr.Riri menanyakan kesediaannya memeriksa kondisi dedek. Dokter Riri menyatakan kesanggupannya dan meminta untuk bertemu di acara konseling gratis AIMI Sumut bekerjasama dengan RBG (Rumah Bersalin Gratis) di Merdeka Walk keesokan harinya, sang ibu menyanggupi untuk hadir.

Besoknya dengan diantar orangtuanya, si ibu bersama bayi diperiksa drg.Riri, dan melalui pemeriksaan sederhana kak Riri dipastikan si kecil memiliki TT dengan tipe tiga dan cukup mengganggu kenyamanan menyusui ibunya. Saat itu sang ibu langsung menyetujui untuk tindakan insisi, dan merekapun melakukan janji untuk bertemu di tempat praktek drg.Riri. Ternyata ketika hari H karena komunikasi yang miss, insisi batal dilakukan. Ada keberatan dari pihak orangtua sang ibu mengenai tindakan insisi sehingga mereka mencari opini dari dokter lain, nah dokter ini sebenarnya juga atas saran saya dengan harapan dokter ini bisa menegakkan hasil pemeriksaan drg.Riri, dokter ini adalah dokter spesialis anak. Namun ketika dilakukan pemeriksaan olehnya, dokter ini malah berkata bahwa sang bayi tidak Tongue Tie. Ternyata dalam perbincangan selanjutnya dengan kak Riri, memang Tongue Tie di tipe tiga dan empat akan menjadi bias untuk setiap tenaga kesehatan, oleh karena itu dibutuhkan pengalaman untuk lebih peka melihatnya.

Orangtua sang ibu akhirnya melarang dilakukan insisi dan saya pun mengembalikan semua keputusan kepada sang ibu. Suatu hari dalam obrolan kami dia berkata :

"Aku insisi aja si adek, pergi sendiri ajah, tapi drg.Riri-nya masih mau gak ya"

Hurray...dengan senang hati saya menghubungi drg.Riri, dan dia menyatakan kesanggupannya. Janji temu pun dibuat dan sang bunda berencana datang berdua tanpa diantar orangtuanya. Kemarin pagi, pertemuan dilakukan, saya ikut dalam pertemuan itu dan sekaligus diajari teknik sederhana dari drg.Riri untuk melihat TT (Tongue Tie) ssstt..saya udah bisa loh :). Insisi pun dilakukan, prosesnya sederhana, semakin muda umur bayi semakin baik, si kecil ditidurkan kemudian cuman beberapa detik, insisi telah selesai, si kecil langsung disusui untuk menenangkan dia. Hanya beberapa saat disusui si kecil tertidur pulas. Kak Riri juga mengajarkan senam lidah sederhana agar luka insisi tidak menutup lagi (pada anak-anak dengan bakat keloid, insisi bisa lebih dari sekali karena keloid membuat lukanya bersatu kembali) dan dua minggu lagi diminta kedatangannya untuk kontrol.

Saya akan menceritakan perkembangannya nanti ya, semoga sang ibu dan bayi berhasil dalam proses ini :)

Progress Perkembangan Bayi : Adek mengalami kemajuan menyusu, hisapan sudah mulai kencang, tidak melepas-lepas payudara lagi, dan minum sudah tidak tumpah, kalau kenaikan BB bagus adek tidak perlu suplementasi :). Pesan dari mama si adek, TT seharusnya lebih diinformasikan karena ternyata berdasarkan pengalamannya tidak semua tenaga kesehatan mengerti tentang TT dan ibu-ibu muda seharusnya semakin terbebani memberikan informasi tentang ASI ke suami, saudara, orangtua, mertua, ipar, teman sehingga rantai informasi bisa membuat pihak-pihak yang berkepentingan dalam kesuksesan pemberian ASI menjadi tercerahkan oleh informasi yang benar.

Testimoni : Tongue Tie itu benar-benar ada dan berapa pun tipenya masing-masing memiliki efek kedepannya, mumpung si kecil masih mungil dan jaringan frenulum minim saraf dan pembuluh darah maka keputusan frenotomi diambil dan frenotomi/insisi/excisi bukan kategori tindakan ataupun operasi yang beresiko.

Dokumentasi Insisi bayi usia kurang lebih 1,5 bulan :
 1. Mengetahui Tongue Tie tipe 3 atau 4 dengan perabaan

2. Proses Frenotomi/insisi
 

 3. Frenotomi/insisi telah selesai dilakukan

 Keterangan Gambar :dalam proses frenotomi/insisi mungkin terjadi perdarahan namun aman, lebih aman dari proses tindik telinga
  
4. Saya dan si kecil setelah difrenotomi/insisi, sehat selalu ya nak :)

11 comments:

  1. Kayakny soal tongue tied perlu di sosialisasikan di socmed ni kak,biar ibu2 muda skrg makin melek perkembangan baby n tetekbengek-nya (gk cuma ibu n baby tp juga family,pusing euyy...)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bersama-sama kita sosialisasikan mak Abel, biar semua orang makin teredukASI dan mendukung keberhasilan menyusui

      Delete
  2. Jadiii,,, gimana teknik sederhana untuk mengetahui ada tidaknya TT pada lidah bayi Chen??
    Ada 3 orang yang kucurigai TT ni di sekitarku (sayang aku ga bisa melihat bayinya langsung...)

    ReplyDelete
  3. Setuju sama Mak Abel, TT perlu disosialisasikan.
    Sama laktogenesis juga perlu disosialisasikan, hehe, biar ga perlu lagi ibu berlelah-lelah dalam suplementasi, apalagi relaktasi
    :D

    Btw2, tega2nya kamu berfoto dengan ekspresi ceria (di foto ke-4)bersama bayi yang sedang menangis itu (T___T).
    Salam yah buat mamanya si bayi yang baru insisi ituh, selamat!!! Selamat datang di kehidupan baru!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu karena Abel kena blitz..ngamuk dia jadi nangis...kan mau punya dokumentasi...

      hihihi senang banget deh ada emak2 kayak mak abel ini, dijelasin segala resiko nya mau menerima dan memutuskan sendiri :)

      Delete
  4. kak, kok itu kayaknya darahnya banyak ya>? kok serem aku jadinya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak kok dek, cuman segitu aja darahnya, langsung disusui pendarahan berhenti, bahkan pada anak-anak tertentu sama sekali tidak ada darah apalagi jika umurnya semakin muda, jadinya seperti luka kecil...Bayi ini difrenotomi usia 1,5m :)

      Well seperti yang dibilang tindakan frenotomi bukan kategori tindakan yang beresiko :)

      Delete
  5. mbak,. baby q umur 1,5 th,. aq baru tahu kalo dia tt,. bb nya krang, makan nya susah, blm ngomong,. apakah hrs diinsisi? aq bnr2 tdk tega, takut dia kesakitan,.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba..untuk memastikan bayi kita tongue tie atau enggak silahkan konsultasikan dulu kepada pihak yang berlompeten ya :)
      Jika dirasakan perlu maka tindakan insisi dilakukan untuk kebaikan anak kita...
      Kalau usianya masih 1,5 tahun proses insisi masih lebih mudah untuk dilakukan. Semoga mencerahkan ya mba...

      Delete
  6. Assalamualaikum... mba,, bayiku jg kena tt dan ada jg lip tie nya,, mau sy insisi mumpung masih umur 24hari, kira2 dimana ya tempat dr anak yg bs insisi di daerah bima ntb?

    ReplyDelete