Tuesday, September 17, 2013

Opung Boru Said Tercinta

Kelas Edukasi AIMI kemarin tentang Prenatal. Dikelas yang tujuannya memberikan EdukASI pada calon mama dan papa agar mengetahui seluk-beluk persiapan memiliki bayi baru lahir, konselor secara umum menjelaskan tentang IMD (Inisiasi Menyusu Dini), Posisi dan Kunci keberhasilan menyusui, dan Bahaya Susu Formula. Sebagai relawan dan sedang menjalani masa orientasi di twitter saya secara sadar dan rela datang untuk mendokumentasikan acara ini.

Saya sampai disana sekitar jam sembilan kurang dikit, acara kemarin yang seharusnya dilaksanakan di Gedung IKATSI FT.USU mendadak dipindahkan ke Gedung Dharma Wanita yang tempatnya dibelakang gedung awal. Saat tiba yang sudah hadir Kak Husnita dan Lita (Relawan) sedang mempersiapkan map untuk diberikan kepada peserta, saya langsung ikut membantu. Saat sedang mengisi kelengkapan map peserta sudah ada yang datang, Lita menangani pendaftaran peserta. Tak lama kemudian Dhani (Relawan) tiba bersama Bliqis (putrinya) dan pengasuhnya, Dhani langsung datang dan membantu saya, dengan dikerjakan beberapa orang, pekerjaan yang kami lakukan lebih cepat tuntas.

Ok, sekitar jam setengah sepuluh peserta sudah siap menerima materi, namun ternyata kondisi saat itu listrik mati, o iya ya rumah saya yang jelas-jelas dekat situ kan juga mati ya -__________-. Daripada menunggu hidup lampu yang tidak jelas kapan, diputuskan Kelas Edukasi dimulai dengan menggunakan netbook. Kelas Edukasi pun berjalan dengan tertib dan saya mendapatkan pengetahuan baru, ternyata hanya di dalam ASI lah terdapat Alpha Lactalbulmin yang memakan sel-sel kanker dalam tubuh bayi...wihh....saya tercengang, memang ajaib sekali ya ciptaan Tuhan itu. Satu lagi, ketika lahir, jonjot usus halus bayi belum tertutup sempurna, dan kolostrum yang diberikan diawal-awal kelahiran membuat jonjot usus halus itu tertutup sempurna :).

Saat serius mengikuti acara KE tetiba saya ditelpon orangtua angkat saya, ternyata kondisi opung said sedang kurang sehat, beliau harus menjalani operasi sederhana di hari senin akibat adanya benjolan di payudaranya :( . Bagai tersambar petir saat itu saya langsung meminta ijin untuk pulang dan kami berempat, saya,papanya, leon dan kakaknya langsung berangkat ke rumah opung. Setibanya disana opung begitu senang dengan kedatangan Leon karena Leon kan paling pinter membuat opungnya gemas padanya. Kami sampai malam di tempat Opung Said dan lebih banyak ngobrol tanpa memikirkan hari operasi, karena kami berharap operasi itu akan membawa kabar baik untuk kami.

Hari senin pagi selesai absen, saya memohon ijin ke rekan-rekan kantor karena harus menemani opung, kami jam delapan sudah sampai di RS dan bertemu opung, opung masuk ke ruang ganti baju untuk memakai baju operasi, diinfus dan ditensi, semuanya ok. Kemudian....opung menangis...ahhh...itu adalah waktu yang berat untuk saya, jujur selama saya mengenalnya dia adalah sosok seorang ibu yang begitu mengayomi, dia begitu keibuan dan bijaksana, dan saat itu seluruh ketegarannya hancur oleh kata bernama OPERASI. Dia memeluk anaknya sambil menangis dan memberikan pesan, kemudia dia memanggil saya memeluk saya dan kami berdua menangis, saya bilang padanya bahwa semua akan baik-baik saja, apapun yang terjadi kita akan mengusahakan yang terbaik. Tak lama kemudian kami disuruh keluar, opung doli Said tiba dan masuk ke ruangan itu kemudian opung boru dibawa ke ruang operasi dengan diantar oleh kami sampai ke depan pintu operasi.

Waktu berjalan begitu lambat, dan tiba-tiba ruang operasi dibuka, benjolan tersebut telah diangkat, ukurannya 3 cm, cukup besar dan diinformasikan oleh dokternya bahwa benjolan ini akan dibawa ke ahli jaringan untuk diteliti apakah ganas atau tidak. Selesai operasi saya, opung doli, dan kakak Uli diajak berbicara dengan dokter, kami diberitahukan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi dan bagaimana penanganan oleh dokter. Saya mendengarkan dengan cermat dan berharap bahwa segala sesuatu yang dijelaskan itu tidak terjadi pada ibu angkat saya, saya berdoa dalam hati untuk pengasihan Tuhan atas hidupnya.

Tak lama kemudian opung didorong keluar dari ruang operasi dan masuk keruangan, opung boru tidak merencanakan untuk menginap di RS namun dokter menahan dan efek obat biusnya masih kuat sekali. Kak Uli dan Bang Tara pulang ke rumah mengambil pakaian dan perlengkapan menginap mereka, opung doli kembali bekerja, tinggallah saya dan papa Leon menemani opung. Opung setengah sadar pukul dua siang, efek bius membuat opung muntah sampai tiga kali, pusing berkepanjangan. Sore sekitar pukul lima saya dan papanya pulang, mandi dan membawa Leon untuk menghibur hati opung (opung selalu gembira kalau melihat segala tingkah laku Leon, Leon adalah cucu yang ditunggui beliau sejak saya berencana akan melahirkan normal sampai akhirnya harus dioperasi, Leon masuk NICU, dan Leon pulang tidur pertama kali ke rumah dia, Leon pun begitu menyayangi opung boru-doli Said). Ketika tiba malamnya opung sudah mulai bisa diajak berbicara dan makan :). Jam setengah sebelas malam kami pulang dan tadi kami mengantar makan siang untuk adek-adek, ternyata opung sudah boleh pulang dan secepatnya ketika hasil pemeriksaan sudah tiba kami akan dihubungi untuk tindakan selanjutnya. Opung pulang kerumah tadi sekitar pukul setengah dua :).

Sampai saat ini kami sekeluarga masih mengharapkan yang terbaik, namun kalau rencana Tuhan berbicara lain, kami hanya bisa berdoa semoga kami semua dikuatkan untuk menghadapi segalanya. Ya...Tuhan yang menciptakan, Dia juga yang akan mengambil kembali, terpujilah Dia.

2 comments: