Thursday, September 19, 2013

Tongue Tie dan Bingung Puting Ravyn

Hari senin lalu saat saya menjaga ibu angkat saya setelah operasi, saya dihubungi kak Novi, kira-kira percakapannya seperti ini :

"Halo Mak Leon, sibuk?"

Enggak kak, ada apa kak?

"Mak, kemarin waktu Leon relaktasi pernah gak turun BB nya?"

Maksudnya saat suplementasi ya kak?

"Iya...."

Enggak kak...

"Ini ada temenku hubungi aku, dia punya teman anaknya ketahuan TT/Tongue Tie usia 2m, kemudian insisi, setelah itu disuplementasi tapi kok BB bayi turun ya, dan kondisi saat ini lebih banyak sufor..."

O..udah berapa hari suplementasinya? setauku suplementasi itu diberikan dengan tujuan memberi bayi makan dari dua piring, kan kalau bayi minum dapet sedikit cenderung marah, nah dengan suplementasi kita mengakali bayi tetap mau minum jadi PD dirangsang untuk produksi ASI dan biasanya kenaikan BB bayi bagus suplementasi bisa lebih cepat dilakukan, ini kok bisa turun padahal suplementasi ya. Gini aja kak aku nanya opung dokter dulu ya....

Ok Mak Leon makasih ya....
Telepon ditutup

Saya langsung sms opung, kemudian dibalas opung seperti ini "Mungkin relaktasinya tidak benar dikerjakan, ibu harus minum domperidone dan akupuntur". Saya langsung memforward SMS itu ke japri saya-kak novi kemudian kak novi minta alamat KMC biar temennya itu dirujuk kesana karena sepertinya temannya ini masih ragu, saya bilangin ajah, kalau masih ragu ajak aja ngobrol sama saya biar lebih yakin (hahahaha, percaya dirinya tinggi amat ya..)

Eh ternyata temannya itu mau, karena dibilang saya juga seorang ibu dari anak dengan kasus TT :). Malamnya dia menghubungi saya untuk berkenalan, namanya Yeni anaknya namanya Ravyn. Selanjutnya kami ngobrol tentang kondisinya, karena belum puas dengan penjelasan yang diberikan Yeni, saya minta ijin menelepon dia. Yeni bersedia, dan kami saling sharing pribadi mengenai kondisi anaknya, ternyata si adek di bulan kedua baru ketahuan Tongue Tie dalam pemeriksaan rutin,bayi sudah sempat campur formula dengan menggunakan dot, bayi kemudian diambil tindakan frenotomi/insisi dan diberikan suplementasi tanpa jadwal (dalam perbincangan saya selanjutnya ternyata Jack Newman menggunakan metode ini karena cuti ibu melahirkan di Kanada selama setahun, jadi suplementasi bisa dijadwalkan sefleksibel mungkin, untuk ibu-ibu di Indonesia dengan jadwal cuti terbatas -_____- suplementasi harus memiliki feeding plan yang baik dengan memperhatikan waktu cuti ibu), dosis sufor sekarang lebih banyak malah terakhir sang ibu menaikkan dosis suplementasi dengan sufor dari 60ml ke 90ml. Saya mengerti Yeni pasti sudah kebingungan sendiri dengan kondisi itu, dan ketika saya ajak untuk mencari bantuan ke opung dokter, setelah melihat tempat praktek opung akhirnya mama Ravyn memutuskan untuk ke KMC (Kemang Medical Care) karena jaraknya lebih dekat. Dia saat itu setuju dan langsung membuat janji, dapat untuk keesokan harinya sekitar jam sepuluh pagi. Bagaimana perasaan saya? Pastinya senang sekali :D

Malamnya saya berikan link postingan saya saat berjuang menyusui Leon dan postingan perjuangan teman-teman yang saya ceritakan di blog, baik yang sedang berjuang maupun yang sudah berhasil untuk menyemangati dirinya, karena support lingkungan sangat penting untuk keberhasilan ketika menghadapi tantangan menyusui. Keesokan paginya saya masih sempat chatting dengan Yeni "hari ini ya ketemu dokternya, semangat ya" dijawabnya "iya kak, ini udah heboh dari subuh". Lalu chatting kami terhenti dengan pemberian kata-kata dari saya agar terus bersemangat.

Jam setengah satu saya tiba-tiba di SMS opung dokter mengatakan bahwa Yeni sudah datang dan diminta rawat inap karena bayi sudah bingung puting dan kasusnya agak berat, bayi mengamuk kalau mau disusui. Saya sebenarnya sudah menduga saat kami sharing kemarin sehingga saya sudah mengatakan pada Yeni kalau seandainya diminta rawat inap, diikuti aja ya...dan dia setuju bahkan kata opung dokter langsung menyetujui... Mama hebat :). Siang itu saya dan Yeni langsung chat di japri kami dan saya menyatakan kekaguman saya atas keputusannya dan support penuh dari saya untuk keberhasilannya.

Yeni menjalani perawatan skin to skin, proses skin to skin sebenarnya adalah nama lain dari metode kangguru adalah kontak dari kulit ke kulit, kontak dari kulit ibu ke kulit bayi langsung,meletakkan
bayi yang dadanya terbuka, tanpa pakaian, didekatkan ke dada ibunya yang
juga terbuka, tanpa pakaian atau bisa juga menggunakan kangaroo wrap. Dengan cara "skin-to-skin" tanpa tujuan untuk menyusui terlebih dahulu, bisa mendekatkan kembali kedekatan atau ikatan batin antara ibu dan bayi sedikit demi sedikit.

Mama dan Ravyn Rawat Inap (Skin to Skin dan Suplementasi)

Pagi tadi sebelum ke kantor saya di SMS opung dokter lagi, ternyata dengan semangat ibunya, Ravyn kemarin sore sudah mau disusui tapi masih mengamuk, pagi ini sudah tidak mengamuk lagi meski kadang masih marah kalau spuit untuk suplementasi tidak didorong (bayi dengan sufor terbiasa dengan aliran deras, sementara ASI ibu masih berproses ditingkatkan produksi dengan domperidon dan akupuntur). Yeni menghubungi saya, mengatakan bahwa mereka harus menginap sehari lagi namun dia bahagia karena bayi sudah mau didekap (aaa....saya mewek karena terharu...). 

Sungguh dari hati saya, saya bangga padamu ibu.. Ibu berani mengambil keputusan untuk mencari bantuan dan bersedia menerima perawatan yang diberikan. Semoga ibu terus bersemangat menjalani proses relaktasi kalian ya, dan saya mendoakan keberhasilan kalian. Disaat ibu mungkin lelah, ingatlah bahwa perjuangan ibu saat ini akan membawa buah yang manis, dan yakinlah, Tuhan memperhitungkan semua usaha manusia yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Ditunggu keberhasilannya untuk penyemangat mama-mama yang lain ya....

NB : Progress perkembangannya akan saya update ya... :)

Perkembangan Yeni & Ravin 20/9/2013 :
Waktu konsul ke dokter Asti ternyata Ravyn masih memiliki TT sehingga dia difrenotomi/insisi lagi, setelah difrenotomi Ravyn mengamuk sampai tidak bisa disusui. Dokter Asti berkata harus dirawat inap dan Yeni menyetujui, jadi dari situ  mereka langsung skin to skin, Ravyn dipakaikan kain gendongan ibu-ibu jaman dulu dan didekap Yeni, dari luar dipakaikan baju RS. Sambil menunggu kamar, Yeni dan Ravyn menunggu di ruang menyusui  sambil Ravyn nangis-nangis dan akhirnya tertidur. Setelah mendapat kamar mereka masuk dan tidak lama kemudian Ravyn bangun lagi dan menangis sampai menjerit-jerit, kebetulan dokter laktasi saat itu sedang visit, kata dokter laktasi Yeni harus tenang biar bayinya tenang, tapi sejak dari dr.Asti Yeni sudah mulai tenang, entah kenapa. Jadi ketika di kamar Ravyn menangis, Yeni santai saja sambil membawa Ravyn jalan-jalan keliling kamar, sekali lagi yeni menawarkan untuk disusui Ravyn masih menolak. Akhirnya setelah Ravyn capek baru dia mau menyusu sambil dibantu suplementasi. Suplementasi Ravyn menggunakan sufor dan Ravyn selalu disusui langsung agar dia terbiasa dekat dengan ibunya dan juga untuk merangsang ASI keluar lebih banyak, nanti kalau kondisi Ravyn sudah lumayan baru mulai belajar memerah ASI. Skin to skin dilakukan 24 jam hanya dilepas ketika Ravyn ganti diapers, gendongannya sudah mulai tidak nyaman, atau ibu ingin ke kamar mandi. Hari ini Ravyn dan mama sudah pulang, hurray...domperidone dan akupuntur masih tetap dilaksanakan dengan rawat jalan saja :)

Menurut pengakuan dokter Asti, semangat mamanya yang membuat rawat inap untuk perawatan bingung putingnya berhasil dengan baik. Mama Ravyn Hebat.... :)

4 comments:

  1. Nanyaaaaa (lagi, hahaha), dalam kasus diatas :

    1.Waktu dibilang "Dengan cara "skin-to-skin" tanpa tujuan untuk menyusui terlebih dahulu", itu bayi Ravyn bisa anteng setelah konsumsi apa, pakai apa, n oleh siapa? Secara kan belum mau menyusu langsung...

    2. Bisa diperjelas kah, di dada kiri ibu ada semacam suntikan diplester di baju kanguru-nya, apa itu? Gimana proses kerjanya? Apa tujuannya?

    Thank you :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mba Dhenok...

      1. Pertanyaan pertama sudah terjawab dengan update dari Yeni ya...

      2. Dada kiri itu namanya alat suplementasi sederhana terdiri dari spuit (alat suntik ukuran 60ml tanpa jarum suntik, selang ngt/naso gastric tube (selang yang digunakan untuk memasukkan nutrisi cairan), dan perekat untuk merekatkan. Urutan pemasangan seperti ini, ujung selang NGT yang ada hijaunya dipasang ke ujung spuit tempat jarum suntik, ujung lain yang ada lubang udara 2 buah dipasang ke payudara dengan posisi, ujung selang itu tidak boleh melebihi ujung puting ibu kemudian direkatkan menggunakan perekat di dekat aerola, spuit juga boleh direkatkan atau dipegang ibu. Cara kerjanya, bayi diberikan minum lewat payudara, cairan dari selang akan ikut terhisap, tujuannya apa, agar bayi tetap mau menghisap dan merangsang produksi ASI ibu.

      Semoga membantu :)

      Delete
  2. Ka boleh minta no telp nya? Postingan kk memberi secercah harapan buatku. Anakku bingung puting blas mpe hr ini 1bulan 4 hr dia dr lahir g mau nenen nangis langsung mb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo...boleh kirim nomor telponnya ke imel saya ajah, chichiliya.radja7@gmail.com nanti saya sms ke kakak :)

      Delete