Friday, October 25, 2013

Bagaimana Mungkin Aku bisa berhenti Mencintaimu

Halo Hendra Imades Sitanggang, suami dari Luchia Chendana, Ayah dari Lionel Marcello... Menjalani tiga tahun pernikahan bersamamu dalam ketidaksempurnaan membuat aku menyadari betapa rasa cintaku padamu yang besar yang membuat semua hal itu menjadi indah dalam kehidupan pernikahan kita. Ketidaksempurnaan kita itu membuat kita terpaut selamanya dan membuat rasa cintaku terus bertambah hari ke hari... Terimakasih sayang untuk semua yang telah kau lakukan dan ingin terus kukenang dalam tulisan ini, sehingga kalau suatu saat kita mungkin jenuh, semoga tulisan ini bisa mengingatkan kita berdua akan hal-hal indah dalam pernikahan kita...
  1. Terimakasih sayang untuk setiap perhatianmu saat kehamilan Leon. Engkau tahu tubuhku begitu ringkih karena syndrom hamil yang membuat diriku harus diopname. Engkau dengan setia menungguiku, mencari makanan yang kira-kira menurutmu bisa kumakan, marah dan melindungiku ketika ada yang mengataiku manja, dan selalu membuat jus dipagi hari untuk kita berdua sambil mengawasi aku minum jus (takut kalau bakalan kubuang karena mual). Ketika aku mulai tidak sanggup menyeterika baju, engkau menggantikan tugasku itu, ketika aku menangis terus-terusan karena kondisiku, engkau selalu memeluk dan menguatkan aku... Sungguh beruntung aku memilikimu...
  2. Terimakasih sayang untuk setiap hal yang kau lakukan saat kelahiran Leon dan proses menyusui dia yang begitu berat. Kondisi Leon yang harus lahir caesar engkau hadapi dengan tenang padahal dalam pengakuanmu kemudian kepadaku kau berkata bahwa saat itu kau sudah dalam tahap putus asa dengan kondisiku, namun kau menyerahkan semuanya kepada Tuhan Yesus dan percaya bahwa kuasa-Nya sempurna dalam hidup kita. Saat Leon lahir engkau begitu bahagia, dia seperti pusat duniamu, segala hal kau usahakan untuknya bahkan pemberian ASI yang seperti  rollercoaster buat kita berdua engkau jalani dengan tegar. Hingga hari ini, Leon tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan cerdas, engkau begitu bangga dengan hal itu dan selalu menyemangati ibu-ibu lain untuk memberikan ASI secara penuh kepada anak-anak mereka :)
  3. Terimakasih sayang karena telah tahan mendengarkan segala celotehan dan omelanku. Menjadi perempuan dan ibu perfeksionis adalah sebuah kombinasi sempurna untuk selalu khawatir setiap saat. Mulai dari pekerjaan rumah kita yang sedikit ketidaksempurnaan aja diriku langsung protes sampai kepada pola pengasuhan Leon yang kurang kusetujui dan diintervensi pihak-pihak tertentu dan semuanya kutumpahkan kepadamu. Engkau dengan sabar mendengarkan dan berusaha memenuhi keinginanku karena komitmen kita untuk mendidik Leon dengan pola asuh kita sendiri. Engkau juga selalu menjadi garda depan perlindunganku dari pihak-pihak yang dengan seenaknya menilaiku, buatmu harga diri istrimu kau letakkan begitu berharga sehingga aku memiliki posisi tawar dengan kondisiku saat ini. Ah...betapa bersyukur aku memilikimu...
  4. Terimakasih sayang untuk perhatianmu tadi pagi. Karena engkau diklat dan harus mengabsen ke kantor dulu, kita berangkat dengan motor berbeda, seharusnya engkau bisa meninggalkan aku karena gerakku yang lambat. Ketika sampai di lampu lalulintas jamin ginting aku tidak melihat engkau lagi, berarti engkau sudah mendahuluiku...ternyata karena macet aku hampir terlambat dan tertahan oleh lampu lalulintas S.Parman, tiba-tiba engkau muncul di sampingku entah darimana, dan mengajak mengambil jalan lurus kemudian memutar sehingga bisa langsung berbelok ke kiri. Engkau mengawalku sampai depan pintu masuk kantor, mungkin bagimu itu hal yang biasa, namun bagiku hal itu membuatku sangat bahagia karena menyadari engkau akan selalu ada dan memperhatikanku apapun kondisiku. Terimakasih pak, love you always
  5. Terimakasih sayang karena engkau selalu bisa menenangkanku dari segala hingar bingar pertanyaanku. Seperti jawabanmu yang selalu membuatku teringat akan pertanyaanku itu "Papa kalau nanti aku udah tua, gendut, jelek, sukanya ngamuk-ngamuk ajah, masihkah engkau mengasihiku? atau akan tertarikkah engkau dengan wanita lain?" dan engkau dengan tenangnya menjawab "Mama, aku menikahimu bukan karena hal-hal tersebut, akupun secara fisik tidak sempurna dan kalau hanya atas alasan itu aku mencari pasangan, kupikir untuk apa menikah, perempuan lain banyak yang bisa didapatkan sekalipun tidak melalui pernikahan. Engkau hadir karena aku tahu engkau adalah pendamping yang tepat untuk hidupku, itu saja sudah cukup untukku :)."
Terimakasih untuk tiga tahun pernikahan kita, semoga kita akan terus menjalaninya dengan sukacita penuh dan selalu mengingat cinta mula-mula yang membuat Tuhan menyatukan kita dalam penikahan kudus.
 “I'm selfish, impatient and a little insecure. I make mistakes, I am out of control and at times hard to handle. But if you can't handle me at my worst, then you sure as hell don't deserve me at my best.”  - Marilyn Monroe -

No comments:

Post a Comment