Friday, October 18, 2013

Surat Cinta yang bikin Heboh

Sejak kuliah saya sudah terbiasa dengan isu-isu alias gosip-gosip yang bertebaran di S*TAN, yang kepastiannya juga tidak jelas. Isu tersebut biasa dihembuskan dengan awalan "eh, dengar-dengar...." lanjutannya ya pasti selentingan isu tersebutlah, entah kelas sebelah yang dosennya killer abis sampai memberi nilai terbaik B- untuk mahasiswanya, entah ada yang sampe pingsan gegara dimarahin sama dosen, entah kami gak bakalan diangkat jadi PNS (padahal harapannya sekolah disitu ya itu), dan cerita-cerita miris seputar DO alias drop out. Ckckckckkc....dulu ketika menghadapi itu gregetannya bukan main, ya gemes banget yah, sampai-sampai ada yang nyeletuk "Tidak ada yang pasti di S*TAN, yang pasti hanyalah ketidakpastian". See...segitu desperadonya kami dan sang pembuat statement dengan selentingan kabar yang ada di S*TAN.

Lalu kami menyelesaikan kuliah di S*TAN dan masuk kedunia kerja, terbagi ke beberapa badan dan instansi di kementerian keuangan (kelihatannya dari luar mentereng amat ya) dan saya masuk ke instansi yang dilihat orang dari luar begitu menjanjikan. Ternyata di dalam instansi ini selentingan yang sama juga terjadi,
apa akibat kebanyakan lulusannya sudah terbiasa dengan isu-isu, makanya begitu masuk disini disuguhkan lagi yang seperti itu? Saya tidak bisa menjawabnya karena sampai hari ini juga saya tidak tahu. Sebenar-benarnya saya sungguh bosan dengan semua isu, mulai dari isu dua kali setahun yang selalu beredar saat "sesuatu itu" jadi datang atau tidak, isu mengenai mutasi yang datangnya entah kapan dan selalu buat deg-degan, sampai kepada isu pensiun dini dengan kompensasi luar biasa. Yes, ternyata seperti inilah dunia kerja yang harus saya hadapi setiap hari. Well, pada akhirnya terbiasa juga sih, ikut deg-degan, ikut bertanya-tanya, dan ikut bernapas lega ataupun kecewa dengan ending isunya....hihihi, seperti tidak cukup dengan hingar-bingar kerjaan masih juga disibukkan dengan hingar-bingar isu (cie mama leon istilahnya ituh...hehhehe)

Dan panjang lebar membuat preambule masuklah kepada inti tulisan hari ini, sebuat surat cinta yang bikin heboh. Sebenarnya suratnya udah dari kemarin dateng ke seksi tercinta, tanpa penjelasan hanya selembar lampiran dengan isian nama dan pilihan penempatan, dan sudah bisa ditebak ya, BIKIN HEBOH!! Ini surat kayak gini apa maksudnya sih, tidak ada penjelasan jadinya semua pada bertanya-tanya. Yah ketika mengisi semua satu suara isi mau penempatan dengan lima pilihan, Medan semua (saya juga ikutan ngisi gitu kok) dan ditolak...hahahaha. Ternyata harus memilih yang beda kota, dan kehebohan lebih besar terjadi dengan berbagai macam komentar (see, instansi saya ini terlalu suka dengan isu sampai surat aja bisa cuman dikasih lampiran, mengisi tanpa tahu tujuannya apa) dan satu lagi, wajib diisi kakak..... -__________-
Tanpa tahu tujuannya apa mari kita mengisi, saya pribadi ya gak mau pusing dengan yang beginian, disuruh isi, isilah sewajarnya, perkara nanti tujuannya untuk apa ya urusannya nanti. Banyak banget yang protes, toh protes tidak bisa membalikkan keadaan kan, protes gak bisa buat akhirnya maksud surat itu kita pahami kan, namanya aja SR (Surat Rahasia kakak..) so deal with it, ngapain ngabisin tenaga toh pada akhirnya diisi juga.

Pada akhirnya semua juga mengisi sekalipun diikuti dengan sedikit protes dan setelah selesai lampiran tersebut diserahkan ke bagian umum. Case Closed. Biarlah ini menjadi satu lagi isu instan yang hadir di intansi saya yang tercintah ini dan akan tenggelam dengan isu-isu baru yang muncul dan semoga isu barunya lebih menenangkan hati pegawai... Sebenarnya merenung kembali, sebuah perusahaan bisa menjadi perusahaan besar ketika para labour memiliki loyalitas yang tinggi kepada capital (pemilik modal), disini capital diharapkan bisa mengerti keinginan labour bahwa mereka hanya ingin dihargai lebih sehingga bisa all out dalam memberikan skill. Capital menuntut dan menuntut tanpa memperhatikan kesejahteraan labour dan selalu membuat statement "udahlah kerja aja, dibayar segitu ajah udah bagus banget", hey, dunia luar gak bilang seperti itu, dunia luar menyajikan pemandangan miris dimana mereka begitu menghargai labournya dan memberikan kesejahteraan diluar perkiraan mereka, so plissss....capital, cobalah untuk berubah sebelum terlanjur menyesal dengan keruntuhan perlahanmu.

Sekian curahan hati di pagi hari dari saya. At the end " Tidak ada yang pasti selain ketidakpastian" sepertinya jargon ini akan terus ada di instansi tercintah ini.

*Tulisan ini dibuat murni curahan hati, tidak ada maksud menjelekkan pihak manapun, hanya sebagai sebuah rekam jejak kehidupan saya.

No CoPas!!


No comments:

Post a Comment