Thursday, October 24, 2013

Tips Membeli - Menempati Rumah Baru

Mau cerita tentang rumah lagi...Rumah oh rumah, riwayatmu kini... Karena ini adalah pengalaman pertama kami membeli rumah (emang mau punya rumah berapa mama Leon) ternyata dalam perjalanannya saya menemukan beberapa tips yang mungkin bisa membantu teman-teman yang lain dalam pertimbangan ketika akan membeli rumah untuk pertama kalinya. Sekalipun sebelum membeli rumah dari developer saya sudah berguru sana-sini pada mbah gugel dan sesepuh alias orangtua yang notabene sudah lebih banyak makan asama garam, tetap saja dalam pelaksanaannya hua.....benar-benar menguji kesabaran kami, daripada berpanjang lebar curhat mari kita mulai tips-tips membeli rumah ala Mama Leon :
  1. Belilah rumah yang jelas developernya, maksudnya disini rumah tersebut bukan merupakan proyek pertamanya, kenapa seperti itu? Karena banyak loh developer yang melarikan diri padahal proyek belom selesai, nah konsumen deh yang ketiban karena bisa-bisa gagal KPR (ngaku deh saya sanggupnya KPR aja, hihihi) dan proses penyelesaian rumah yang entah kapan baru selesai -_____-. Developer seperti ini biasanya tersangkut di modal, pemain awal di bisnis properti sehingga mereka masih belum terlalu paham sepak terjangnya dunia property akibatnya modal kandas, bangunan tak selesai, dikejar-kejar bank untuk penyelesaian dan menyerah. Jangan sampai hanya karena diimingi harga murah temen-temen langsung tertarik ya, sebagai smart buyer kita perlu bertanya kenapa hal itu bisa terjadi, perhatikan latar belakang developer dan kontraktornya sehingga teman-teman bisa cermat memutuskan.
  2. Saat pembangunan rumah usahakan untuk datang dan melihat pekerjaan tukang, kalau bisa kasih mereka duit dengan alasan untuk beli rokok/minum kek sambil bilang gini "tolong dikerjain yang baik rumahnya ya bang" percaya deh dia pasti bakalan punya perhatian lebih sama rumah kita. Namanya ya kerjaan borongan, kerjanya sistem asal jadi ajah jangan berharaplah mereka bakalan merhatiin detil-detil kecil, main hantam aja asal berdiri, gegara satu titik bocor bisa-bisa jadi danau rumah kita pas hujan (pengalaman pribadi) belom lagi tingkat kerapiannya yag jauh amat sangat dari standar saya yang jelas-jelas punya latar belakang dunia pertukangan pun enggak namun bisa dengan nyata melihat ketidaksempurnaannya, huhuhuhuhu. Karena hal tersebut sudah terjadi pada saya maka saya sarankan sama temen-temen, perhatikan rumahnya saat dibangun ya, perkara 10-20ribu yang kita kasih ke mereka bakalan buat kita gak pusing dikemudian hari (belom lagi bayangin harus klaim ke developer yang susyehya bikin mau bunuh orang sekampung, selamatkan diri sebelum itu terjadi deh...)
  3. Tanyakan mengenai sumber air yang disediakan, kalau ngasih PAM, kejar terus ya sampai dapet bener-bener, jangan hanya pipa doang yang masuk airnya tak ada. Ih...itulah yang terjadi di kompleks kami, jadi ya semua bayar untuk pemasangan namun apa yang terjadi? pipa itu cuman nangkring manis loh di kompleks kami, airnya aja tak pernah jalan, trus kan pernah sekali ada bapak-bapak nyatat meteran air, trus iseng saya tanya "maaf pak, ngapain dicatat ini, toh airnya juga gak pernah ngalir, orang bapak tau gak kondisi ini?" tau jawabnya apa? "bu, saya tahu air gak pernah ngalir, setiap rapat saya selalu bilang pada pimpinan, jawabannya selalu iya, saya petugas lapangan yang terus-terusan dicaci warga padahal semua saya usahakan." dan tetiba saya langsung sedih. Bener banget sih curhatan bapak ini, selalu sang juru kunci yang disalahkan mentang-mentang dia anak bawang, birokrasi Indonesia ya, kalo yang kecil bisa digencet, gencet ajah terus sampe abis, yang penting yang lebih besar yang menang. ckckckckc...nulis ini ajah emosi saya naik 100%, ganti topik ajalah ya..pokoknya PDAM Sumut, saya nih warga dari Perumahan Astoria tg.Sari, kalo masih bersedia, tolong dong diperbaiki distribusi air ke perumahan kami.
  4. Secepatnya tinggali rumahmu begitu selesai dibangun untuk melihat kekurangan saat pembangunan sehingga bisa diklaim untuk diperbaiki. Kebetulan karena kami sering wara-wiri saat rumah itu dibangun jadinya kami kenal deh sama kontraktornya, waktu rumah kami 95% finish, kami secepatnya disuruh nempati untuk melihat kekurangannya sekalian juga karena kontrakan rumah lama udah mau abis cin, alasan hahahhaha.Untung juga ya kami secepatnya nempati rumah itu, udah mau tiga bulan masalahnya belom selesai aja, mulai dari bocor, pipa air yang tidak tersambung, konflik dengan tetangga belakang akibat pemakaian tembok bersama, kanopi bocor, keramik yang rusak, semua deh dan sebenar-benarnya waktu klaim hanya 45 hari setelah serah terima loh, pergunakan dengan semaksimal mungkin ya soalnya pengalaman yang saya lihat kebanyakan yang tidak mengikuti proses pembangunan rumahnya cenderung tidak mengerti ingin klaim apa dan biasanya diakhir menyesal karena ketidaktahuannya. Kalau untuk saya berhubung rumah kami cuman satu ini, bayar utang 15 tahun buat lunasinnya makanya bener-bener ekstra deh perhatiannya akan segalanya, untungnya kontraktornya sekalipun kerjaannya agak lama tetap mau menangani komplain kami :)
  5. Sediakan budget seharga setengah rumahmu untuk keperluan notaris, mengisi rumah, masang-masang printilan yang kelihatannya sepele namun begitu dengar harganya langsung kunang-kunang karena berpikir, dipotong untuk rumah aja udah pas-pasan banget ini hidup, mau ngisi rumah pake apalagi? Jualan mainan Leon? hahahahhh. Yes, ternyata mau ngisi rumah itu minta ampun banyaknya dan minta ampun mahalnya....namanya selera ya, mata gak bisa bohong cyin...lihat deh kalo kita ke toko furniture, mana mau milih yang biasa aja barangnya, namun begitu melihat harganya langsung mundur teratur, nasib ya nasib...hihihiihi. Ada baiknya sebelum masuk kerumah baru kita lebih dahulu nabung-nabung-nabung sampe mabok, bukan sampe cukup, soalnya lebih dahulu mabok denger harganya...hihihihihhi
Done, kira-kira itu dulu ya share saya tentang pasangan muda yang mumet dengan rumahnya ini. Bagi yang mau berencana membeli, perhatikan deh hal-hal itu, niscaya anda tidak akan se stress kami karena ketika tidur malam terbangun oleh suara air mancur dari atap, alias BOCOR mak........ -____________-

2 comments:

  1. Nice post Mak, bisa jadi bahan pertimbangan kalau mau beli rumah. Dilema sih, karena pekerjaan suami biasanya mengharuskan pindah-pindah tiap 5 tahun. Tapi baru (hampir) 2 tahun ngontrak aja rasanya sudah gimana gitu. Pengen punya rumah sendiri dan menetap he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah...pindah itu selalu bikin pusing mak *pengalaman pribadi :p

      Dan rumah kontrakan biasanya paling susyeh menyesuaikan diri dengan lingkungan *lagi-lagi pengalaman pribadi

      Semoga suatu saat bisa mendapatkan tempat idaman utk home staynya yah :)

      Makasih sudah mampir

      Delete