Thursday, November 21, 2013

Pelatihan Konselor Menyusui

Setelah melewati hingar bingar PKM (Pelatihan Konselor Menyusui) selama lima hari, akhirnya....lulus dan bisa menyandang gelar Konselor Laktasi. Kalau ditanya bagaimana perasaannya menjadi konselor? Ternyata lima hari pelatihan ini mengajarkan saya banyak hal dan membuat saya tersadar untuk berubah. Berubah dalam segala hal, berubah dalam cara pandang, berubah ke arah yang lebih baik.

Jujurly, pelatihan konselor ini jadwalnya sangat padat, teori, praktek, teori, praktek dan feedback dengan fasilitator. Tim yang memberi pelatihan KM adalah tim dr.Astri Pramarini dan fasilitator saya saat itu adalah mba Ika dari AIMI Jateng. Pelatihan dimulai setiap pukul delapan teng dan sangat-sangat menggoda keinginan tidur karena otak yang sudah sekian lama membeku akibat dunia kerja tetiba dipaksa bekerja ekstra, huahahahhaha... kalo fasil baca ini, peace mba :)
Peserta PKM berjumlah 12 orang dan ada satu peserta yang cowok, belom menikah lagi, jauh-jauh dateng dari Nias demi ikutan pelatihan ini, motivasinya membuat Nias jadi sadar dan peduli ASI, ibu-ibu disana mau menyusui, wow..Vian keren banget :) Peserta-peserta lain berlatar belakang medis dan non medis. Jumlah peserta medis enam orang termasuk didalamnya dua orang dokter SpA (ssttt....Medan sudah punya SpA yang konselor loh) dan tentu saja sisanya peserta non medis termasuk didalamnya saya :)

Hari pertama PKM dijalani dengan full teori dan hal itu sangat menguras pikiran, calon konselor diajarkan tentang ilmu menyusui kemudian juga teknik konseling, bagaimana membuat orang yang dikonseling mau mencurahkan isi hatinya kepada kita. Untuk saya tentu saja ini ilmu yang baru karena ternyata dengan ilmu ini kita bisa menggali riwayat seorang ibu tanpa terkesan memaksa :) dan ilmu ini juga bisa digunakan sehari-hari loh......
Hari kedua campuran teori menyusui, teori konseling, dan praktek lapangan. Kami praktek di Rumah Bersalin Gratis dan masing-masing mendapatkan satu orang untuk dikonseling. Karena ilmu yang masih terbatas maka kami hanya diminta untuk mempraktekkan hanya bagian yang telah dipelajari kemarin. Untuk saya dan tim (satu fasil menangani tiga peserta) hal ini cukup sulit :) yeah mengingat latar belakang budaya kami yang terbiasa bicara blak-blakan namun fasil terus mengingatkan dan memberi masukan bermanfaat.
Hari ketiga, keempat dan kelima hampir sama seperti hari kedua hanya saja dihari keempat saya sempat ditegur oleh fasil karena melakukan kekeliruan saat konseling, hahahhaah dasar mama leon..... Di hari kelima saya tidak mau dong kesalahan yang sama terulang lagi, berusaha banget memahami semua dan praktek sesuai langkah yang diajarkan, dan guess what :) - Saya Berhasil- Saya puas sekali dengan usaha saya dan bersyukur karena dengan mengikuti pelatihan ini saya semakin belajar mengembangkan diri :)

Ternyata beberapa peserta juga mengenal saya sebagai Mama leon, yang anaknya memiliki masalah menyusui dan rela terbang ke jakarta (eh ciyeh...) dan minta diceritakan pengalamannya, hua...seneng banget temen-temen peserta ternyata menaruh perhatian atas masalah ini. Hari keempat pelatihan juga saya dihubungi seorang teman yang memiliki masalah menyusui dan saya memutuskan untuk mengunjungi. Selesai pelatihan saya mengunjunginya dan mempraktekkan semua ilmu konseling dan menyusui yang saya miliki. Menanyakan keluhan, kemudian bersama mencari masalah dan menemukan solusi, ternyata saya mencurigai anak teman saya ini memiliki TT dengan menggabungkan semua masalah dan melakukan pemeriksaan sederhana. Kemarin teman saya bertemu dokter Riri dan positif TT, dia menyetujui dilakukan tindakan saat itu juga (proud of you mama..) semoga berhasil dalam proses kembali menyusuinya ya (PS: usia bayi masih 10d, tidak perlu tindakan macam-macam, cukup excisi dan perbaikan pelekatan, ketika bayi dalam masalaha ini semakin muda ditolong maka hasilnya semakin baik)

And here i am, seorang konselor yang punya keinginan untuk membantu semua ibu menyusui yang memiliki tekad untuk menyusui anaknya apapun rintangannya. Berbekal pengalaman Leon dulu saya ingin semua ibu tidak harus melalui melodrama seperti saya sehingga bisa meruntuhkan semangat dan menurunkan kepercayaan diri sang ibu. Semoga saya bisa menjadi seorang konselor yang melayani dengan hati ya :)

Gak Asik Cerita Tanpa Dokumentasi :)
 Ki-Ka : Saya, Noni, Mba Ika (Fasil), Lia

dr. Ellen dan Saya

 Ki-Ka Belakang : dr.Ellen, Dhiba (Fasil), Intan, Lia, Lita, Saya, Yani, Noni, Juli
 Ki-Ka Depan : Vian, Kiki (Berjilbab), Yensi, dr. Widy, Riska (Fasil memakai baju pink)

Dan ini nih tim yang selalu bikin heboh, paling sering ngantuk, paling suka ketawa-ketawa sampai saya dapet award peserta terlucu (yes bener, saya peserta terlucu, hihihi) Will be miss you always guys


14 comments:

  1. thx for sharing mom

    ReplyDelete
  2. Moms.. ih seneng bgt nemu blog ini.. sy jg percayakan anak sy dg dr. Ellen *stelah coba sana sini..
    Pgn bs jd konsultan laktasi jg, gmn ya caranya? Boleh sharing moms?

    ReplyDelete
  3. akk.. ga sabar pengen segera ikut.

    ReplyDelete
  4. Ceritain dong Mbak bagaimana pengalaman cara pendekatannya, wah sepertinya menyenangkan sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...kalau diceritain bakalan jadi satu postingan lagi...

      Iya menyenangkan..yuk jadi konselor :)

      Delete
  5. Aku jg pengen bangeeett bisa bantu ibu2 di sekitar sini untuk menyusui.. Di sekitar saya hampir semua bayi ga ada yg lulus asi ekslusif.. Rs dan klinik bersalin di sini, ga pro asi, bayi baru lahir langsung dikasih formula bahkan tanpa sepengetahuan ibunya, bayi jd bingput duluan dan ga mau asi.. Rata2 bayi hanya meyusu selama satu-dua bulan.. Para ibu juga belum teredukASI dan beralasan asi sedikit.. Sediiiihh banget.. :(

    Pengen bantu memperbaiki keadaan ini tp ga tau gimana harus mulainya mom.. Mungkin mama leon bisa bantu.. :) Kasian bayi2 di sini ga bisa dapet haknya untuk menyusu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba nisa salam kenal :)

      Iya memang sangat sedih ketika kita tau hal yang benar dan kita ingin terjadi perubahan namun sepertinya semua pintu menuju kesana tertutup :(

      Ibu bisa mulai dengan mungkin berkampanye positif, cerita tanpa menghakimi tentang apa itu asi dan sejuta manfaatnya, juga bisa mulai cerita-cerita di media sosial tentang hal tersebut. Akan lebih baik lagi jika ibu bisa ikut Pelatihan Konselor Menyusui sehingga ibu memiliki skill khusus dalam menghadapi orang lain :)

      Salam Semangat Menebar Kebaikan :)

      Delete
  6. Mama leon, bs minta contact nya? Saya ibu dari anak usia 10 hari yg bingung puting krn dot waktu di RS.. skrg saya perah asi dan kasi lewat sendok.. tapi proses menyusui lgsg blm berhasil dan hopeless.. mau konsul donk maa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan japri saya via imel ya...

      salam

      Delete
  7. Mama leon, bs no kontaknya? Saya jg ingin bs menyusui sukses. Bayi saya spertinya tdk mau lagi menyusu, lbh senang dgn sufor. Karena sblmnya asi saya cuma sdikit. Mohon pencerahannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh diceritain riwayat menyusuinya gimana ibu?

      Delete