Wednesday, December 4, 2013

ASI, Maukah Engkau Peduli?

Saya selalu terharu saat membaca keinginan ibu-ibu sekarang yang telah ter-brainwash oleh ASI dan berusaha sekuat tenaga juga memperjuangkannya. Mungkin hal ini begitu sepele bagi pihak- pihak yang tidak begitu paham tentang betapa pentingnya ASI dan dengan memberi ASI saja memastikan bayi bertumbuh dengan baik, hal ini akan menjadi perdebatan panjang tentang ASI vs Sufor bahkan sampai timbul perasaan disalahkan karena memberi anak sufor ataupun ASI campur sufor. Okey, mari kita melihat kembali sebenarnya apakah susu formula itu benar-benar tidak diperbolehkan? Saat saya mengikuti pelatihan konselor, jawaban inilah yang saya dapatkan, susu formula hanya diperbolehkan jika ibu/bayi berada dalam kondisi medis tertentu dan diijinkan pemberiannya oleh tenaga kesehatan dengan menggunakan resep, dengan syarat ibu dan bayi harus tetap terus dibantu untuk kembali menyusui dan menyusu. Jadi jelas sekali diatur mengenai penggunaan formula, namun apakah yang dihadapi oleh kita para ibu muda saat ini? Susu formula begitu bebasnya bisa dijual, bahkan di mini market pun tulisan banting harga sampai dibuat spanduk, iklan-iklan berjalan menunjukkan bagaimana kondisi bayi yang sehat karena minum susu formula ini dan itu, belum lagi semboyan "generasi hebat, tumbuh kembang optimal, anak yang siap menghadapi hidup" begitu gencarnya digemakan dimana-mana.

Pada akhirnya tidak salah dong kalau para ibu akhirnya memilih formula, adakah iklan yang bilang ASI bagus, ASI terbaik, ASI satu-satunya makanan bayi, ASI memastikan anak berkembang dengan baik, Ibu yang memberi ASI mendapat manfaat yang banyak, seluruh keluarga pun secara ekonomis diuntungkan dengan pemberian ASI. Apakah ada? Seandainya gempuran iklan formula bisa dilawan dengan gempuran iklan ASI yang sama banyaknya, mungkin akan makin banyak ibu dan lingkungan yang sadar dan akhirnya mendukung pemberian ASI. Ibu-ibu sekarang yang mendapatkan pengetahuan dari internet ajah sering sekali kok disalahkan karena mengambil ilmu dari internet, trus dari mana lagi ibu-ibu ini mau mengambil ilmu kalau tenaga kesehatan aja tidak ada yang sepakat tentang ASI dan manfaat ASI, tenaga kesehatan dan lingkungan lebih sering memakai pengalaman terdahulu mereka sehingga memberikan solusi/kritikan yang malah membuat sang ibu mundur untuk menyusui dan terpaksa beralih ke formula.

Saya secara pribadi kurang setuju jika para ibu yang memberi formula dianggap ibu yang kurang baik, kurang bijak, kurang sebagainya dan tidak mau berjuang untuk memberi ASI. Mungkin seharusnya kita, orang-orang terdekat dengannya yang mengerti tentang hal ini mulai mencoba untuk memberikan bantuan praktis, menolong dia agar mau terbuka dan bercerita (seorang ibu sangat sensitif jika dikritik mengenai bagaimana caranya merawat bayinya), serta memberikan saran tanpa sang ibu merasa digurui. Sebagai pihak-pihak yang juga mengerti tentang ASI dan menyusui dan tidak memiliki dana yang besar untuk membuat iklan dimana-mana (hehehe...) memberi informasi dan bantuan seperti ini akan lebih efektif untuk membuat mereka tergugah bahkan mungkin mau kembali ke ASI lagi.

Proses menyusu dan menyusui adalah proses alami yang merupakan hak asasi dan sesungguhnya ASI adalah hak bayi, menyusui adalah hak ibu. Upaya pemeliharaan kesehatan bayi dan anak harus ditujukan untuk mempersiapkan generasi yang akan datang yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Hal ini juga mejadi tanggung jawab dan kewajiban bersama bagi orang tua, keluarga, lingkungan masyarakat, dan pemerintah.

Yuk, dimulai dari kita yang mengerti, menjadi teman-sahabat-pendamping para ibu agar memiliki keinginan menyusui anaknya dan menawarkan bantuan jika diperlukan. Kalau seperti itu rasanya mau iklan formula sebagus apapun bakalan gak ngaruh ya...karena kita semua beriklan dari hati dan dengan hati. Semoga persentase angka menyusui secara eksklusif di Indonesia meningkat dengan adanya kita, orang-orang yang mengerti dan peduli akan generasi bangsa ini :)

Salam ASI

4 comments:

  1. Hiks..anakku msh kombinasi..pengen berjuang supaya bisa asix...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai bunda...sedih sekali rasanya ya, sini peluk...

      Kalau boleh tahu bagaimana riwayat menyusui adek? siapa tahu saya bisa membantu...

      Silahkan imel saya ke chichiliya.radja7@gmail.com
      Nanti saya berikan kontak saya ya...

      Dimulai dari kita yang peduli :)

      Delete
  2. sedih bgt... aku asi campur sufor. sering dipandang sebelah mata, pdhl aku sakiiit hati rasanya dengan terpaksa memberi sufor. tapi asi ku mmang sedikit.. mau diapain juga ga ngaruh. aku jg ga tau knp bs kyk gt padahal cara menyusui sudah benar...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai ibu...Memberikan sufor pada anak ibu karena kondisi seperti itu tidak menjadikan ibu sebagai seorang ibu yang tidak baik... Saran saya lepaskan perasaan bahwa ibu tidak sempurna...
      Cobalah berdamai dengan diri sendiri...dan jika masih ada keinginan untuk balik ke ASI lagi, ibu bisa japri saya via imel agar kita bisa liat tindakan apa yang tepat untuk menangani masalah ibu dan bayi

      salam

      Delete