Thursday, January 16, 2014

CurHat

Aha setelah hampir sebulan sibuk banget dengan urusan kantoran sampai-sampai beberapa hal terbengkalai dan mengakibatkan kejadian gak enak, akhirnya resmi hari ini saya sudah bisa sedikit menarik napas lega. Terimakasih Tuhan masalah yang begitu pelik ini bisa terselesaikan dengan baik tanpa harus ada drama didalamnya, dan semoga ini jadi awal untuk saya kedepannya bisa bekerja lebih baik lagi. Hmmm...jadi apa saja perkembangan terbaru dari saya? hihihiihi, semacam artis ya pamer cerita hidup, sebenarnya hanya ingin merekam jejak aja...
  1. Saya resmi sudah menjadi konselor dan bergabung dengan AIMI Sumut..eciye...makan-makan, hihihiihi. Kemarin pas hari selasa saya perdana konseling dengan ibu anak satu yang galau karena perkembangan bb anaknya yang kurang bagus. Waktu saya kesana dan kami konseling sekitar satu jam ditambah sharing 45 menit dan menghasilkan sebuah pendapat yang harus diperiksa ulang untuk memastikan kecurigaan saya, kita lihat hasilnya nanti ya. Makasih juga sama si opung yang udah bersedia mengajari saya pagi-pagi sebelum konseling mengenai hal-hal khusus yang harus diperhatikan saat konseling :)
  2. Kolam renang kompleks udah jadi dan anak ganteng saya jadi histeris tiap hari mau berenang (errr...berenang dalam pengertian Leon adalah masuk air dan jalan-jalan di kolam anak-anak). Sedih deh padahal Leon tuh kan dari usia 8 bulan udah belajar berenang secara serius dan udah bisa meluncur dan menahan napas di air selama 3 detik, namun karena kepindahan kami bulan delapan tahun lalu dan Leon berhenti latihan berenang jadinya dia lupa semua....huhuhuuhuhu....maafkan mommi nak....sepertinya nanti Leon agak gedean dikit kita pake pelatih aja ya nak biar bisa berenang :)
  3. Kantor sudah selesai dari histerianya dan ternyata dua bulan ini membuat saya sangat banyak berpikir tentang segalanya. Jujur ya, masalah-masalah yang datang dalam dua bulan ini membuat saya sangat susah tidur, menarik napaspun seperti tidak ada tenaga. Namun akhirnya saya memilih berdamai dengan diri sendiri dan keadaan, berusaha menerima semuanya sebagai bagian dari cerita hidup yang mendatangkan banyak pembelajaran dan berusaha menerima segala konsekuensi yang ditimbulkan dari kejadian-kejadian tersebut. Saya tidak mengatakan bersyukur, sebenarnya saya lebih memilih hal tersebut tidak terjadi, namun inilah hidup...banyak cerita terjadi, banyak pilihan dilemparkan kepada kita pada akhirnya kita hanya dapat memilih dan tidak bisa memutarbalikkan pilihan kita itu. Pembelajaran terbesar yang diambil oleh saya adalah saya semakin dewasa melihat segala hal dan memutuskan untuk memilih apa yang menjadi prioritas dalam hidup saya.
  4. Entah kenapa kebencian saya padanya belum bisa pupus, bahkan bertambah dengan makin seringnya bertemu dia. Dulu saya berpikir semua bakalan selesai dan saya menerima semuanya dan dia dengan tangan terbuka, namun semakin sering kami bertukar cerita saya makin menyadari betapa lebarnya jurang pemisah kami. Dia yang selalu merasa sok tahu kemudian bermulut manis di depan saya padahal dibelakang saya secara nyata dia berkomentar negatif tentang saya, dia berusaha menyindir dengan kata-kata halus sehingga tidak kelihatan seperti menghina saya, memaksa saya untuk menceritakan hal-hal tertentu yang tidak saya sukai, bahkan menurut saya suka sekali mengambil keuntungan dari saya. Apa akhirnya pilihan saya dalam hal ini? saya memilih untuk diam, ya saya diam, saya capek dan terlalu capek dengan semuanya dan saya gak mau peduli lagi dengan semuanya. Biar, biarkan saja semua seperti ini, biarkan saja saya menjalani hidup saya dan kau boleh menjadi penonton tanpa saya ijinkan menyentuh kehidupan pribadi saya. Cukup dua kali saya dikecewakan, it's enough...
  5. Kami sudah pindah ke kantor baru dan jaraknya lebih jauh dari rumah, hehehhehe....tapi sekarang saya udah segedung sama papanya jadinya balik lagi kayak dulu....terimakasih Tuhan. Rute ke kantor kami yang biasanya melewati tanjung sari akhirnya diubah melalui kampus USU karena sekarang padat banget jalan euy, rumah bolehlah dibilang di setia budi tapi pas mau keluar kemana-mana lewat padang bulan juga, daripada eike sutriss....Bulan ini sudah terlambat 2 kali, dududuududu.....dan papa Leon mengamuk...hahahhaha, apa mau dikata udah begitu, dasar mama Leon gak sadar cicilan numpuk segunung tapi berani-beraninya telat *tutup muka. Baiklah mari terus memperbaiki diri agar tidak telat-telat lagi, dan mak Leon ingatlah untuk menyelesaikan kuliahmu mak...kawan-kawanmu udah wisuda, kamu apa kabar?? ckckkckck.....
Ehm kira-kira begitulah curahan hati saya saat ini, campur-aduk ya....emang dan saya berharap semua bisa terselesaikan dengan baik. Hidup memberi terlalu banyak alasan untuk bersedih namun saya memilih untuk terus mengambil pelajaran dari setiap hal yang terjadi, dan semoga saya cukup kuat untuk menghadapi semua yang terjadi dalam hidup saya...


2 comments:

  1. mau komentarin curhatnya satu2 boleh kak? hahaha...
    yang nomer 1: kalau ke medan aku mau lah ditraktir makan2nya...
    yang nomer 2: enaknya lah bang leon,, kalau disni berenangnya deket banget, soalnya depan rumah ada kolam banjir onty, hahaha..
    yang nomer 3: semangat!!
    yang nomer 4 : sepertinya saya tahu siapa...
    yang nomer 5: emak leon emang dah keliatan bakat telatnya kayaknya dari kisaran dulu,,, sewaktu kami masih satu kosan, selalu aku yg nyamperin dan ngajak buruan,, sementara mak leon masih asik memulas eye shadow, hahahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mama rier...heheheh
      sini yuk ke medan biar bernostalgila kita lagi, tapi sekarang plus krucil masing2 :)

      Ahahhahah...jangan buka kartu tentang bakat eike disini ah :) malyu....

      Delete