Wednesday, February 26, 2014

Berinvestasilah!!

Ehm, dari judulnya saya seperti sedang memerintah ya...gak pa-pa kan yang diminta hal yang baik dan jika ditelateni akan mendatangkan manfaat bagi yang melakukan. Intinya sih saya ingin berbagi pengalaman saya kenapa saya menyarankan teman-teman untuk berinvestasi. And here we start....

Tahun 2009 tepatnya bulan agustus tanggal tujuh atau yang sering angkatan kami sebut sebagai tanggal keramat 7-8-9 datanglah surat sakti yang mengantarkan saya untuk mengerjakan panggilan saya didunia kerja dan membuat saya berbesar hati menerima penempatan di Kisaran, Sumatera Utara. Awalnya syok berat ya, begimane...sodara saya gak punya yang ada hanya keyakinan sama mantan pacar bahwa kalau mau serius ngejalanin hubungan kami, saya harus mau milih penempatan dekat-dekat dia. Untungnya sang mantan bertanggungjawab dengan benar-benar melindungi dan menjaga saya sampai hari ini (kecup sayang Pak Leon...)

Abis penempatan begitu otomatis saya jadi single fighter dan berjuang sendiri di rantau karena abang kan di medan, kami ketemuannya sebulan cukup dua kali saja karena masih pacaran, gak mau egois karena abang juga punya keluarga dan masih memiliki tanggung jawab disana, eh kok jadi lari begini ceritanya...hihihihi

Begitu resmi dinyatakan pegawai dengan penempatan yang jelas otomatis penghasilan saya jadi jelas dong yah, hehheheheheh.... yang dulunya mau beli apa-apa mikirnya sejuta kali abis itu malah batal dibeli, ini lihat apa-apa tanpa perhitungan main angkat ajah, kelihatan banget ya baru ketimpa duit sendiri jadinya menggila, hahahahahaha..... Nah saya tuh ya karena kebiasaan dari kecil disuruh nabung sama mama-papa mulai dari celengan plastik, celengan tanah liat bentuk ayam, sampai tempat bontot dijadiin celengan pun saya punya, jadinya menabung menjadi keharusan untuk saya. Hasil dari menabung di celengan segala jenis itu membuat saya saat SMP memiliki buku tabungan sendiri pakai nama QQ itu loh yang pakai atas nama orangtua soalnya masih imut-imut udah punya buku bank sendiri. Saya ingat banget dulu saya nabungnya di BBD alias Bank Bumi Daya yang saat ini sudah dimerger menjadi Bank Mandiri.

Karena sejak SMP sudah terbiasa mengelola uang sendiri dan sejak SMA hidup terpisah dari orangtua, akibatnya positif untuk saya, segala penghasilan yang saya terima sangat cukup membiayai kehidupan pribadi saya yang notabene gak banyak macam-macamnya, jadi sisanya saya apain? Jelas saya tabung :)
Tahun 2009 Reksadana belum sekencang sekarang suaranya akibat adanya si emba Ligwina QMFinancial namun saya sudah memiliki sedikit pengetahuan tentang RD. Saat itu saya memberanikan diri untuk memulai berinvestasi dengan tabungan saya ke RD karena sebagai orang dengan latar belakang keuangan saya sangat sadar saya harus berinvestasi. Menabung bukan lagi solusi yang bisa diandalkan saat ini untuk bisa mencukupi segala kebutuhan masa depan kita karena kita dikelilingi pencuri tak bernama yang bisa memakan nilai uang kita semaunya tanpa bisa dipenjarakan, Yes pencuri itu bernama inflasi. Kendala saya adalah saya selalu mendiskusikan masalah investasi ke mama dan papa saya, sebagai orang yang konservatif mereka dengan tegas melarang saya untuk berinvestasi RD karena menurut mereka itu sama seperti "main" saham. Beberapa kali kami bersitegang dalam masalah investasi ini dan berakhir dengan saya mundur teratur karena capek berdebat, saya gagal memulai investasi saya di tahun 2009.

Oktober 2010 saya menikah dengan abang dan saat itu saya hanya membawa perhiasan dari hasil kerja saya, perhiasan berlian medan standar ya untuk keperluan pesta dan beberapa perhiasan emas yang diberikan orangtua saya kepada saya bersama sedikit uang tabungan. Saat itu Papa Leon benar-benar memberikan kepercayaan penuh pada saya untuk mengatur keuangan kami, dan diberi kepercayaan seperti itu serasa memiliki pertanggungjawaban kepada langit dan bumi, tsssaaaahhhh bahasanya... Akhirnya keinginan hati untuk berinvestasi yang sejak dulu saya pendam saya mulai lagi. Kali ini saya enggak masuk ke Reksadana saya mulai dengan emas padu (emas batangan lokal) yang bisa dipotong seberapapun kita sanggup membeli. Awal membeli enggak tanggung-tanggung langsung saya beli dalam jumlah lumayan dan langsung saya simpan, setelah itu saya beberapa kali melakukan pembelian dan penyimpanan dengan konsisten setiap beberapa bulan dari dana yang benar-benar sudah saya sisihkan untuk hal itu. Keuntungan kami berdua sekalipun dua dapur adalah biaya hidup di kisaran yang sangat murah ditambah dengan tidak adanya hiburan membuat gabungan penghasilan kami sangat mencukupi untuk diinvestasikan :)

Dan surat kepindahan saya mengikuti suami keluar di akhir Mei 2011, saya mengikut suami pindah ke Medan. Ketika di Medan gak sanggup lagi beli emas bahkan dalam gram terkecil (bisa dipotong sampai minimal 1 gr) karena ya tau sendirilah biaya hidup di kota yang termasuk dalam lima kota besar di Indonesia. Yang dulunya bisa hemat sekarang lapar mata kemana-mana, saya berhenti menabung karena keuangan yang pas-pasan :)
Secara tidak sengaja saya mulai suka main-main di twitter dan tertarik dengan akunnya mba Ligwina Hananto itu loh yang selalu ngasih kultwit tiap hari senin dan ngasih buanyak banget tips tentang investasi terutama ke Reksadana. Saya yang dulu udah mentah ke Reksadana mulai tertarik lagi, mulai membaca lagi, mulai mencari-cari lagi, dan mulai tergelitik untuk berinvestasi lagi dengan alasan investasi ini bisa dimulai dengan duit minimal seratus ribu perbulan...ya benar hanya seratus ribu, bandingkan dengan emas yang minimal pembelian satu gram dan nilai kisarannya di angka 400ribuan keatas bahkan di toko-toko tertentu meminimalkan jumlah pembelian diangka 10gr, untuk orang-orang tertentu mungkin sanggup ya, kalau saya angkat tangan deh :)
Mulai lagi saya menjelajah kesana-kemari, ke forum ibu-ibu bahkan blogwalking untuk mencari pendapat dari orang lain dan mendapatkan banyak respon positif bahkan ada yang sampai menjelaskan cara berinvestasi dan kira-kira bagaimana memulai dengan baik. Sebulan memenuhi diri dengan segala macam informasi, menguatkan tekad dan hati akhirnya saya memulai berinvestasi di Reksadana Saham di bank kuning dengan dua jenis RD masing-masing 100 dan 200 ribuan perbulan. Dua bulan kemudian saya menaikkan nilai investasi karena merasa dengan hitungan tujuan keuangan saya, nilai tersebut masih terlalu jauh untuk bisa mencapai tujuannya. Nah ketika saya masuk tetiba RD Saham saya menunjukan performa yang bagus bahkan mendatangkan unrealized gain yang tak tersangkakan yang membuat saya semakin semangat untuk tetap berinvestasi :)
Namun kenyataan berbicara lain, hanya beberapa bulan semenjak kenaikan performanya tiba-tiba seluruh RD dan Saham dipukul habis-habisan, semua pada kebakaran nilainya  termasuk RD Saham saya yang jumlahnya gak seberapa itu namun dalam ukuran saya jumlah tersebut lumayan ya....maklum sajah, namanya emak-emak....hahahahhhaha. Yang saya lakukan saat semua RD nilainya turun? saya beli lagi, hahahhaha kenapa, karena saat terbaik membeli RD adalah saat nilainya turun, ngapain takut...tujuan investasi kita kan jangka panjang, nanti bakalan stabil dan naik lagi kok. Karena penurunan nilai RD tersebut saya akhirnya bisa membeli satu lagi jenis RD yang sangat saya idam-idamkan dan yang saya tahu merupakan bintang dikelasnya saat ini, kalau kemarin nilainya sebelum turun fantastis ya, setelah turun cepat-cepat saya beli dan saat ini nilainya mulai merangkak naik lagi, Puji Tuhan....

Tadi saya pergi ke bank kuning untuk mengurus token saya yang rusak karena dicemplungin Leon ke ember ikannya, karena hal tersebut saya akhirnya tidak bisa memantau pergerakan RD saya. Agak dikejutkan melihat nilai RD saya yang sudah mulai normal walaupun masih ada loss-nya dan bersyukur karena dalam keterbatasan saya, saya tetap mendisiplinkan diri untuk berinvestasi yang tujuannya gak muluk-muluk, hanya agar Leon tidak kesusahan saat akan bersekolah (saya gak perlu minjam sana-sini ataupun menggadaikan barang-barang) dan saya dan papanya memiliki dana pensiun agar tidak menyusahkan anak-anak kami kelak. Ternyata sampai hari ini ditengah dera cicilan hutang di bank yang menggila, saya masih bisa menggantungkan harapan kepada RD saya ini untuk memenuhi kebutuhan sekolah Leon nanti. Jadi men-temen berbekal pengalaman saya tersebut, saya mau bilang, berinvestasilah selagi kita masih muda dan memiliki dana untuk berinvestasi, tidak peduli seberapa penghasilan yang kita miliki, usahakanlah untuk berinvestasi dengan rutin. Nilai investasi tersebut memang tidak kelihatan dalam jangka waktu pendek, namun dalam jangka waktu panjang, tanpa disangka-sangka jangan-jangan hanya investasi tersebutlah yang kita miliki sebagai satu-satunya harta simpanan kita (pengalaman pribadi ini, hahahahhaha). Emas batangan, tanah dan bangunan yang menghasilkan, reksadana, bahkan saham adalah beberapa instrumen yang bisa kita gunakan untuk berinvestasi, kembali ke teman-teman pribadi kira-kira jenis investasi apa yang paling cocok untuk kebutuhan teman-teman.



Selamat berinvestasi.... Salam.


No comments:

Post a Comment