Thursday, March 13, 2014

MPASI WHO : CARA PEMBERIAN DAN TIPS (3)

Menurut golden standar WHO, Makanan Pendamping Air Susu Ibu sebaiknya diberikan ketika bayi telah mencapai usia 6 bulan. Dalam hal ini pemberian MPASI diberikan dengan tetap melanjutkan pemberian ASI saja hingga usia bayi minimal dua tahun. Pengenalan MPASI mencakup hal-hal yang akan saya jelaskan disini secara lebih mendetail, jadi jika kemarin saya sudah menuliskan mengenai pengertian, usia saat memulai MPASI, serta kriteria dan jenisnya maka hari ini saya akan menuliskan mengenai tekstur, frekuensi, jumlah, tips untuk ibu bekerja, hal-hal yang perlu diperhatikan, dan bagaimana memberi makan anak saat sakit.

TEKSTUR, FREKUENSI DAN JUMLAH
Tekstur yang digunakan saat mengenal MPASI dibagi dalam tiga tahap yaitu :
  • Usia 6 - 9 bulan :
    Semua makanan bayi DISARING dengan menggunakan saringan kawat, tidak disarankan untuk diblender karena hasilnya akan terlampau halus sehingga bayi tidak belajar untuk mengunyah. Semua bumbu aromatik boleh ditambahkan pada makanan anak saat diolah.
    Untuk selingan biasanya yang diberikan adalah buah-buahan lokal dan disajikan dalam keadaan segar tanpa melalui proses apapun. Buah dicuci bersih, dikupas kulitnya, kemudian dicuci lagi dan diparut dengan parutan yang berlubang jarang.
    Frekuensi pemberian MPASI adalah 3 kali makan besar dan 2 kali selingan dengan jumlah penyajian dimulai dari beberapa sendok hingga mencapai 125ml setiap makan.
    Untuk bayi-bayi dengan bakat alergi boleh memulai dengan mengenalkan setiap bahan makanan secara tunggal di dua minggu pertama saat usianya 6 bulan. Ketika masa pengenalan itu minimal setiap hari bayi diberikan pengenalan satu jenis karbo/protein/serat dan satu jenis buah-buahan dengan harapan di usia 6 bulan 2 minggu bayi sudah mengenal semua makanan dan tes alergi sudah dilewati.
    Contoh Tekstur Makanan 6-9 bulan
  • Usia 9 - 12 bulan :
    Di usia ini bayi dikenalkan untuk naik tekstur ke yang lebih kasar sehingga semua makanannya dicacah kasar baik itu sayuran dan sumber hewaninya. Sayuran juga bisa dipotong seukuran jari anak sehingga anak belajar menggenggam. Untuk bubur kental sudah tidak perlu disaring lagi disajikan sesuai tekstur saat dimasak.
    Untuk selingan buah-buahan diberikan dalam tektur finger food/dipotong seukuran jari sehingga bayi. Selingan seperti puding, kue, dan roti boleh diberikan juga sebagai variasi.
    Frekuensi pemberian MPASI adalah 3-4 kali makan besar dan 2-3 kali selingan dengan jumlah penyajian 125ml setiap makan.
    Contoh Tekstur Menu 9-12 bulan
  • Usia 12 bulan + :Pada usia ini anak makan makanan keluarga/table food yang artinya anak sudah bisa makan bersama dengan kita dengan tekstur yang sama. Nasi keras, segala jenis sayur, segala jenis lauk termasuk didalamnya soto, gulai, lontong dan aneka olahan lainnya sudah boleh dikonsumsi oleh anak.
    Untuk selingan anak sudah boleh makan berbagai macam namun yang perlu diperhatikan adalah waktu selingan hendaknya tidak menggeser waktu makan utama.
    Frekuensi pemberian MPASI adalah 3-4 kali makan besar dan 2-3 kali selingan dengan jumlah penyajian 250ml setiap makan.
    Contoh Tekstur Menu 12 bulan +

TIPS UNTUK IBU BEKERJA
  • Makanan dapat diolah pagi hari sebelum berangkat bekerja kemudian dibuat terpisah dalam tiga wadah untuk setiap kali makan dan dimasukkan ke kulkas/pendingin. Saat waktu makan, pengasuh dapat menghangatkan dengan api yang kecil. Jika makanan terlalu kental akibat didiamkan, boleh ditambahkan sedikit air namun tidak membuat makanan menjadi terlalu cair.
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 
  1. Sediakan makanan bayi dalam piringnya sendiri, tidak bersama piring ibu/orang lain. Hal ini dilakukan untuk memastikan anak makan dalam jumlah yang dibutuhkannya.
  2. Anak duduk di kursi/dipangku saat makan sehingga ibu/pengasuh bisa memperhatikan dengan baik dan memberikan semangat saat makan. Tidak disarankan membawa anak makan sambil disambi aktivitas lain seperti jalan-jalan keliling kompleks, nonton TV, dll.
  3. Jangan memaksa anak makan dengan cepat. Terkadang anak makan sebentar, bermain, kemudian makan lagi. Sebaiknya ibu/pengasuh lebih sabar menghadapinya dan memberikan pengertian dengan berbicara padanya.
  4. Ketika anak berhenti/menolak suapannya sebaiknya ibu/pengasuh menunggu sebentar kemudian menawarkan lagi. 
  5. Terkadang anak ingin memegang sendiri makanannya terutama untuk anak usia diatas sembilan bulan, berikan finger food pada anak saat makan.
  6. Menggabungkan makanan anak dengan makanan kesukaannya jika dia cenderung pemilih/picky eater.
  7. Jangan memaksa anak makan saat dia mengantuk.
  8. Tidak memaksa anak untuk makan karena waktu makan seharusnya menjadi hal yang menyenangkan dan ditunggu.
  9. Pastikan anak tidak kehausan namun perhatikan juga agar tidak memberi anak terlalu banyak minum sehingga kekenyangan sebelum menghabiskan makanannya
  10. Selalu mengajarkan anak untuk mencuci tangannya setiap selesai makan.
TIPS MEMBERI MAKAN KEPADA ANAK YANG SAKIT
Anak sakit akan lebih sulit untuk makan karena :
  1. Anak tidak merasakan lapar
  2. Anak biasanya muntah saat sakit
  3. Mulut atau tenggorokannya tidak enak
  4. Orangtua berpikir memberi makan akan mengganggu anak yang sakit sehingga mengurangi waktu makannya
  5. Orangtua memberi anak makanan yang lebih cair seperti bubur
Untuk menghindari resiko malnutrisi orangtua sebaiknya tetap menawarkan makanan sekalipun anak tidak lapar, memberikan makan dengan porsi dan frekuensi seperti saat anak sehat, dan memberikan makan lebih sering saat anak sembuh untuk mengejar berat badannya yang berkurang akibat sakit.

Semoga bermanfaat
Salam

No comments:

Post a Comment