Wednesday, March 12, 2014

MPASI WHO : Kriteria dan Jenisnya (2)

Bagaimana kriteria MPASI yang disarankan?
  1. Kaya akan energi, protein, nutrisi (terutama zat besi/iron, seng/zinc, kalsium, vitamin A, vitamin C, dan Folat)
  2. Bersih dan Aman
    • Tidak mengandung patogen (bakteri yang menyebabkan penyakit)
    • Tidak mengandung zat berbahaya atau beracun
    • Bukan makanan yang mengandung tulang atau susah digigit karena dapat menyebabkan bayi tersedak
  3. Tidak terlalu pedas atau asin
  4. Dapat dikunyah/dimakan anak dengan baik
  5. Disukai oleh anak
  6. Terjangkau baik dari keberadaan (ada di sekitar kita) maupun harganya
  7. Proses pengolahannya sederhana
Makanan Pokok
Setiap daerah pasti memiliki makanan yang sering atau hampir selalu menjadi makanan utama saat waktu makan. Makanan ini biasanya disebut makanan pokok, contohnya beras, gandum, umbi-umbian, dan roti. Makanan pokok sebagian besar daerah di Indonesia adalah beras/nasi, namun di beberapa daerah lainnya, jagung dan ubi juga menjadi makanan pokok. Makanan pokok biasanya mengandung energi yang tinggi namun sedikit protein serta sangat kurang zat besi, seng, dan kalsiumnya. Oleh karena itu konsumsi makanan pokok disarankan untuk dicampur dengan jenis makanan lainnya.

Tidak ada satu jenis makanan atau minuman yang bisa memenuhi semua kebutuhan nutrisi sekaligus/secara sempurna
Kesulitan yang sering ditemui ketika kita mengolah makanan pokok menjadi bubur adalah banyaknya penggunaan air untuk melunakkan makanan tersebut sehingga menjadi terlalu cair dan akhirnya tidak memenuhi kebutuhan anak saat dikonsumsi. Makanan yang terlalu banyak mengandung air membuat bayi lebih cepat kenyang sehingga nutrisi yang seharusnya dibutuhkan tidak tercukupi saat anak makan. Kondisi yang sama juga berlaku pada makanan kaya air seperti sup/sop dengan alasan yang saya sebutkan tadi. Lalu bagaimana seharusnya cara pengolahan yang baik? Berikut beberapa saran yang bisa diberikan :
  • Masaklah dengan takaran air yang tepat sehingga makanan tidak terlalu cair, cara mengetahuinya yaitu dengan melihat kekentalannya ketika disendok. Makanan yang baik tidak akan tumpah ketika disendok dan cenderung lengket ke sendok makan.
  • Menambahkan minyak dengan tujuan mengentalkan makanan
Makanan yang seharusnya ditambahkan dengan makanan pokok
Ada beberapa jenis makanan yang disarankan untuk ikut dikonsumsi bersama makanan pokok dengan tujuan melengkapi nutrisi yang dibutuhkan anak, antara lain kacang-kacangan, sumber hewani, sayuran berwarna hijau tua dan buah-buahan beraneka warna, minyak serta lemak.
  1. Kacang-kacangan
    Contoh kacang-kacangan antara lain kacang tanah, biji-bijian, buncis, kacang hijau, kacang polong, dll
  2. Sumber hewani (Mengandung Zat Besi yang tinggi dan sumber ini paling bagus penyerapannya di tubuh)
    Contoh sumber hewani antara lain daging sapi, ayam, ikan, hati, telur, susu dan produk turunan susu
  3. Buah dan sayur kaya Vitamin A
    Contoh : mangga, pepaya, markisa, jeruk, sayuran berwarna hijau, dll (ada baiknya gunakan buah-buahan lokal dan tersedia di daerah masing-masing)
  4. Minyak dan lemak
    Minyak dan lemak yang ditambahkan pada sayuran dan makanan lainnya akan meningkatkan penyerapan beberapa vitamin serta menambah energi.

    Contoh Makanan yang dianjurkan
    Gambar diambil dari Jurnal Complementary Feeding WHO

Permasalahan gizi yang umum terjadi di Indonesia adalah kurangnya protein, kurang vitamin A, defisiensi zat besi, kekurangan yodium, dan overweight atau gizi berlebih.Dengan variasi jenis sumber gizi yang tepat, anak akan mendapatkan nutrisi sesuai kebutuhannya.

Besok saya akan menulis tentang porsi, menu, dan tantangan dalam pemberian makan pada anak ya...

Salam

No comments:

Post a Comment