Tuesday, March 18, 2014

MPASI WHO : Peralatan Perang (4)

Setelah menulis panjang kali lebar kali tinggi dan berusaha menerjemahkan serta mencari referensi sampai bertanya pada konselor MPASI di negeri seberang (Yes Kak Ri, it's you...) akhirnya sampailah saya pada bagian narsisnya yaitu cerita-cerita tentang perlengkapan perangnya dong, kenapa dibilang narsis? soalnya bakal majang foto-foto peralatan perang Leon....hihihiihi

And here we go....
  1. Panci Kecil
    Panci ini digunakan untuk memasak makanan bayi dalam porsi kecil. Seperti kita ketahui bahwa takaran makan anak bayi sejak memulai MPASI adalah beberapa sendok hingga mencapai 125 ml yang berarti saat memasak kita tidak perlu menggunakan panci besar karena akan cenderung mubazir. Saya pribadi memilih panci ukuran kecil yang sampai usia Leon setahun sangat membantu dalam aktivitas memasak MPASI-nya, baik bubur lunak dan sayurannya.
  2. Panci kukusan
    Panci kukusan juga memegang peranan penting dalam mempersiapkan MPASI, kenapa begitu? awal-awal pengenalan MPASI biasanya ibu lebih memilih sayuran dan lauknya dikukus atau dimasak bersama bubur lembek. Hal ini diperbolehkan walaupun sebenarnya memberi makanan yang digoreng ataupun ditumis sejak memulai MPASI juga tidak masalah, semuanya kembali ke pertimbangan masing-masing ibu. Panci kukusan yang akan dipakai sebaiknya dibeli yang ukurannya sedang dengan pertimbangan efisiensi waktu, serta saat akan mengukus dalam panci berukuran sedang membuat kita bisa memasukkan 2 sampai 3 jenis makanan di wadah stainles dalam waktu berbarengan.
  3. Wadah Stainless
    Peralatan ini digunakan saat akan mengukus makanan bayi. Makanan dimasukkan ke wadah, saat kukusan siap digunakan wadah berisi sayuran dan lauk dimasukkan bersama kedalam panci, yang membedakan hanya waktu dikeluarkan dari panci. Sebaiknya untuk sayur dan lauk dipisahkan per mangkok sehingga ibu perlu untuk memiliki beberapa wadah stainless
  4. Saringan kawat
    Dalam penjelasan kemarin, dijelaskan bahwa tekstur makanan anak saat usia 6-9 bulan adalah disaring dengan menggunakan saringan kawat. Saringan kawat disini maksudnya saringan yang lubangnya agak berjarak sehingga menghasilkan tekstur sedikit kasar. Jenis saringan kawat yang disarankan bisa dibeli di pasar tradisional, bisa juga dibeli dalam satu paket foodmaker anak yang tersedia di swalayan.
  5. Parutan
    Parutan buah biasanya ada dalam foodmaker yang dibeli. Kegunaan parutan buah ini adalah untuk memarut buah-buahan sehingga menghasilkan tekstur sedikit kasar dan cocok untuk selingan bayi saat usianya 6-9 bulan.
    Sumber gambar : alumongga.wordpress.com


  6. Wajan Penggorengan
    Untuk menumis ataupun menggoreng bahan yang akan diolah menjadi makanan bayi. Ibu bisa menggunakan wajan yang tersedia di rumah, tidak perlu harus membeli wajan baru.
  7. Wadah untuk menyimpan makanan yang telah dimasak
    Ibu bekerja membutuhkan wadah untuk menyimpan makanan yang telah dimasaknya di lemari pendingin/kulkas dan akan dihangatkan saat anak akan makan. Wadah ini biasanya memakai tempat plastik kecil atau yang biasanya sering dipakai adalah tupperware/rubbermaid/lock and lock.
Karena prinsip pemberian makan dengan menggunakan metode WHO mengajarkan anak untuk mempersiapkan diri menerima table food./makanan keluarga, maka tidak ada peralatan khusus atau penting yang harus disediakan/dibeli ibu. Ibu bisa memanfaatkan berbagai perkakas yang telah digunakan selama ini dengan tetap memperhatikan kebersihannya. Dengan memiliki ketujuh jenis perkakas diatas ibu sudah bisa memasak/mengolah dan menyajikan MPASI yang sehat dan aman untuk bayi.

Peralatan untuk bayi
Untuk bayi, peralatan yang sebaiknya disediakan ibu antara lain
  1. High Chair/Kursi/dipangku
    Dengan memakai high chair ibu mengajarkan anak untuk makan dalam kondisi duduk dan menjadikan waktu makan sebagai saat khusus yang seharusnya tidak disambi dengan melakukan aktivitas lain. High chair tidak menjadi suatu kewajiban untuk dimiliki, ibu bisa memangku ataupun mendudukkan anak di kursi biasa yang terpenting adalah mengajarkan anak bahwa saat makan anak sebaiknya duduk, tidak berjalan-jalan keliling kompleks menggunakan kereta bayi/digendong.
  2. Slaber/Bib
    Slaber digunakan untuk menjaga baju si kecil agar tidak kotor karena aktivitas makan.
    Leon saat makan pepaya
Sebagai tambahan saya akan memberikan strategi tambahan untuk tetap mempertahankan MPASI Rumahan/Non Instan :
  1. Buatlah jadwal menu dan kegiatan harian anak, tempel/letakkan di tempat yang mudah dilihat oleh pengasuh.
  2. Menyusun menu mingguan dengan memastikan makanan yang akan dikonsumsi bervariasi dan memenuhi semua kebutuhan nutrisinya.
  3. Membuat daftar belanjaan/daftar kebutuhan makanan berdasarkan menu yang telah disusun.
  4. Siapkan bahan yang akan diolah pada malam hari sehingga ibu tidak kerepotan saat pagi hari
  5. Untuk buah-buahan sebaiknya disiapkan sesaat sebelum anak mengonsumsi karena buah-buahan lebih bagus langsung dimakan sesaat setelah dikupas/diparut.
  6. Pisahkan makanan dalam wadah tersendiri dan hanya dihangatkan sekali saja dengan api kecil.
Dengan demikian berakhirlah Minggu MPASI yang saya tetapkan kemarin, walaupun kelebihan beberapa hari karena pengumpulan bahan dan kesibukan penulis dengan pekerjaan di kantor sok sibuk sekali. Semoga semua materi yang dituliskan membawa manfaat untuk bunda semua yang membaca.

Terimakasih dan Salam

No comments:

Post a Comment