Monday, March 3, 2014

Sabtu Yang Berbeda

Hari sabtu kemarin lumayan berbeda dengan jadwal sabtu pada umumnya dalam rutinitas kami. Biasanya hari sabtu saya dipenuhi dengan acara AIMI atau hanya sekedar bersih-bersih dirumah sepetak saya itu. Karena sabtu merupakan privilege istirahat dan hari yang sangat ditunggu-tunggu maka kami memanfaatkan sabtu dengan bermalas-malasan di rumah, hehehehe...
Hari kamis tetiba saya diberitahu abang alias Papa Leon kalau inong (mertua saya) sedang di rumah sakit menjalani pemeriksaan karena diduga mengidap penyakit tertentu, mendengar nama penyakitnya aja saya udah keder duluan, duh tolong jangan yang satu itu lagi deh. Siang sewaktu istirahat kami memutuskan enggak pulang ke rumah dan menjenguk inong, ternyata inong sendirian di Rumah Sakit karena Amang (Mertua laki-laki) sedang bertugas dan si adek/eda saya sedang kuliah. Kami menemani inong kurang lebih dua jam dan balik lagi ke kantor, inong masih harus menjalani beberapa pemeriksaan untuk memastikan kondisinya.

Hari sabtu kemarin, kami berencana untuk pergi ke rumah opungnya, sekalian membawa Leon, opung dolinya sangat menyayangi Leon, maklumlah pahopu panggoaran (cucu pertama) dan laki-laki pula, dalam suku batak seorang opung akan sangat bangga ketika sudah memiliki cucu dan Laki-laki, yes mereka patrilineal sekali :)
Si ganteng yang udah siap mau ke rumah opung
Jarak rumah kami ke rumah opungnya lumayan yah, kira-kira 45 menit perjalanan juga dan kami berangkat jam 12-an karena paginya saya masih belanja mingguan di pasar kemudian membersihkan semua sayuran dan ikan untuk disimpan di kulkas sehingga saat meraciknya gampang dan tidak memakan banyak waktu. Sampai di rumah opung ternyata opung doli udah ke ladang, jadi opung ini memiliki ladang yang ditanami padi, saat itu ladangnya sedang panen dan karena sebagian hasil panen sempat dicuri orang maka waktu panen dipercepat. Opung Doli berpikir dia akan panen cepat dan bisa langsung pulang untuk main dengan Leon (menurut pengakuan opung borunya, opung doli sering mengigau di mimpinya manggil nama Leon karena cepet banget rindunya). Ternyata perkiraan Opung Doli meleset, panen padi opung yang belakangan sehingga opung belom pulang-pulang sampai sore dan pastinya kelaparan karena gak bawa makanan....

Karena bosen kami menunggu-nunggu dirumah diputuskan kami menyusul ke ladang dong tapi tanpa sepengetahuan opung dolinya kalau gak mana dibolehin abang kesitu. Kami berangkat jam empat lewat ya dan karena jaraknya yang gak terlalu jauh, jam lima kurang udah nyampe disana, jalan kedalam agak kurang bagus dan banyak binatang, ada sapi, ayam, bebek, dan Leon histeris meminta kaca mobil dibuka sehingga dia bisa menyapa segala binatang itu. Sampai di ladang opungnya yang awalnya duduk-duduk di gubuk langsung dengan semangat menghampiri Leon dan menggendong Leon, abis itu kami semua dicuekin, hihihihiihi. Opung langsung asik aja main sama Leon, makanan yang kami bawa pun gak dipedulikan sama opung.
Lihat deh gimana sayangnya opung sama Leon :)

Sitanggang Tiga Generasi

Leon dan opungnya seperti dua sejoli ya...pokoknya dunia serasa milik berdua, yang lain nge-Kost babe...Lari sana-lari sini, loncat-loncat opungnya sampai kewalahan mengikuti kemanapun dia pergi dan biasalah opung-opung gak boleh cucunya jatuh, hihiihihi. Leon makin pandai loh, dia bisa meniti pematang sawah tanpa terjatuh, opungnya aja yang jantungan karena meragukan kemampuannya. Jam enam lewat semua padi selesai dipanen dan diangkut ke kilang padi untuk digiling dijadikan beras, totalnya hari itu 13 karung besar, kata opung borunya jumlahnya lumayan berkurang akibat kecurian itu, namun namanya lagi apes ya, kan padinya sudah memakai penjaga khusus tapi tetap aja kecolongan.
Selesai semua pulang barulah kami makan, memang ya suasana sawah itu menggugah selera untuk makan, buktinya Leon ajah semangat banget makannya disitu, begitu juga dengan kami, hihihihihi. Padahal makanannya sederhana ayam gota, sop, nasi namun karena makannya rame-rame jadi enak banget, hasilnya? semua makanan tandas, ludes, dan kami menggendut, hihiihihihi :)
Padi opung saat sedang dipanen
Kami juga mau numpang keren di foto :)
Kakak Iting - Opung Boru - Bou - Abang
Selesai makan kami pulang, opung doli duluan pergi ke tempat kilang padi untuk menerima hasil penjualan padinya. Saat kami sampai disana semua sudah selesai dan opung membawa dua karung beras masing-masing sepuluh kilo, Leon masih sempat minta turun di kilang padi dan lari-lari mengejar kucing -______-
Opung masih menyelesaikan hitung-hitungan dengan pekerja dan kami diminta pulang dahulu. Sampai rumah Leonnya sudah tertidur karena capek, saya bangunkan Leon kemudian mengajak dia mandi sebentar, selesai mandi matanya langsung terang 100watt lagi dan dia main lagi. Opung doli belum puas main sama abang Leon jadinya mereka main keyboard opung dan Leon pandai banget loh, dia mengerti menekan tuts dan tahu tombol-tombol lagunya, asyiikkk...tercapai keinginan saya biar Leon nanti ikutan les Piano. Trio opung dan bou mengajak Leon main terus sampai malam, main Tom di tablet mommy dan opung tercengang melihat Leon mengajari opung "pung, tom mamam..., pung tom bobo.." dan opungnya kaget "ngerti dia ya....." hihihihiihi....
Keren kan anak mommi ini :*
Saat jam menunjukkan pukul sepuluh malam maka kami pamit untuk pulang, Leon memang belum pernah menginap di rumah opung karena rumah opung gak pake AC, abang Leon gak tahan bobo gak pake AC sementara opung gak kuat kalo tidur pake AC. Pulangnya abang Leon dioleh-olehin beras sekarung (harusnya dua karung namun karena kebanyakan kami tolak yang sekarung soalnya minggu lalu kami baru dikasih sekarung beras saat mereka berkunjung ke rumah), sunlight, karbol hasil buatan opung di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) dalam jumlah yang cukup buat tiga bulan, dan sudah pasti Leon dapet coklat dan duit jajan yang banyak, ckckkckc betapa sayangnya kedua opungmu padamu nak. Selalu ingat mereka ya, mereka mengasihi engkau dengan sungguh-sungguh dan selalu mendoakan yang terbaik untuk Leon, semoga Tuhan selalu memberikan mereka kesehatan dan umur panjang sehingga mereka bisa terus melihat perkembangan Leon sampai dewasa dan menikah nanti.

Opung boru selalu berkata, ini rumah Leon, semua yang disini punya Leon, apapun yang Leon mau lakukan dirumah ini lakukan sesukanya karena opung doli dan opung boru sangat sayang padamu nak.
Jadilah terang yang menerangi kami semua nak, jadilah juru damai untuk kami semua, dan kiranya kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan terus melingkupi hidupmu. Amin

Mommi-Papa-Kakak Iting-Opung Doli-Opung Boru-Bou Loves You So Much

No comments:

Post a Comment