Tuesday, March 11, 2014

Sekilas Tentang MPASI WHO (1)

Minggu ini saya putuskan untuk menjadikannya sebagai minggu MPASI dimana dalam seminggu ini saya akan menuliskan segala hal seputar MPASI / Makanan Pendamping ASI atau yang sering juga disebut Complementary Feeding WHO. MPASI dalam penjelasan saya memakai standar WHO / World Health Organization karena standar emas pemberian makan bayi berdasarkan standar WHO adalah IMD (Inisiasi menyusu Dini), ASI eksklusif sampai enam bulan, MPASI non instan dengan tetap melanjutkan ASI sampai usia bayi minimal dua tahun. Berdasarkan hal tersebut maka jelas bahwa MPASI yang dimaksud adalah MPASI WHO ya....bukan yang lain-lain :)

Apa itu MPASI WHO?
MPASI adalah pemberian makanan tambahan selain dari ASI. Bayi secara perlahan dikenalkan pada makanan yang dimasak sendiri/ non instan sampai akhirnya mengenal makanan keluarga / table food. Pada akhirnya makanan keluarga akan menggantikan posisi ASI secara menyeluruh yang biasanya terjadi pada saat anak berusia dua tahun, meski begitu pemberian ASI tetap boleh diberikan sekalipun bayi sudah berusia diatas dua tahun.
Pada umumnya ada dua jenis cara dan penyajian MPASI yaitu :
  1. Menyiapkan secara terpisah/ menyediakan waktu khusus untuk memasak dan menyajikan. Ibu secara khusus menyiapkan waktu dan bahan untuk memasak MPASI bagi bayi dan memisahkan dari makanan keluarga.
  2. Mengolah makanan keluarga yang dibuat dengan cara khusus sehingga memudahkan bayi untuk makan dan dengan nutrisi yang dibutuhkan, maksudnya bayi makan dengan menu keluarga namun diolah sedemikian rupa sehingga bisa dimakan oleh bayi.
Mengapa bayi membutuhkan MPASI?
Seiring dengan perkembangan bayi, akan tiba masanya dimana kebutuhan bayi dalam hal pemenuhan nutrisi tidak bisa dipenuhi dari ASI saja. Dalam hal ini MPASI dibutuhkan untuk mengisi gap yang terjadi sehingga bayi bisa mendapatkan segala nutrisi yang dibutuhkan dalam tumbuh kembangnya.
Kotak Putih : Gap Energy - Kotak Kuning : Energi dari ASI
Gambar diambil dari Comp.Feeding WHO


Kapan seharusnya MPASI dimulai?
Dimulai sesegera mungkin saat bayi sudah tidak bisa menggantungkan keseluruhan nutrisinya dari ASI saja dan hal ini terjadi tepat saat bayi berumur enam bulan. Sebelum berusia empat bulan bayi cenderung mengeluarkan makanan yang diberikan karena bayi belum sepenuhnya dapat mengontrol pergerakan lidahnya. Setelah enam bulan kemampuan ini biasanya sudah dicapai dan akan diikuti oleh kemampuan lain yang menunjukkan kesiapan bayi untuk menerima MPASI diantaranya
  1. Bisa mengendalikan gerak lidahnya
  2. Mulai melakukan gerakan seperti mengunyah
  3. Mulai tumbuh gigi
  4. Suka memasukkan segala macam benda kemulutnya
  5. Tertarik dengan berbagai rasa
Di usia ini sistem pencernaan bayi juga sudah matang dan dapat mencerna makanan selain ASI.

Pemberian MPASI terlalu cepat ataupun terlalu lambat  akan membawa akibat yang kurang baik

Jika MPASI diberikan terlalu cepat maka akibatnya :
  1. Bayi belum membutuhkan makanan pendamping dan akibatnya MPASI dini akan menggantikan ASI. Jika bayi diberi MPASI dini, bayi akan menyusu lebih sedikit yang otomatis membuat produksi ASI ibu berkurang sehingga bayi tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya secara sempurna.
  2. Bayi lebih sedikit menerima imun yang terdapat dalam ASI sehingga resiko terjadinya infeksi lebih besar.
  3. Beresiko terjadi diare karena MPASI tidak sepenuhnya steril/sebersih ASI
  4. Makanan yang diberikan biasanya kaya akan air, seperti sup atau bubur lembek yang tujuannya memudahkan bayi menelan. Makanan ini hanya memenuhi sebagian nutrisi yang dibutuhkan bayi dibandingkan dengan ASI sehingga mengakibatkan kebutuhan bayi tidak terpenuhi.
  5. Resiko kehamilan pada ibu lebih besar karena berkurangnya waktu bayi menyusu. ASI diproduksi oleh hormon prolaktin yang jumlahnya tinggi pada ibu menyusui sehingga dapat menekan masa ovulasi.
Jika MPASI diberikan terlalu lambat maka akibatnya :
  1. Anak tidak mendapatkan MPASI untuk memenuhi kekosongan nutrisi dan energi yang ada akibat pemberian ASI yang sudah tidak mencukupi seluruh kebutuhan nutrisi
  2. Pertumbuhan anak melambat bahkan bisa mengakibatkan gagal tumbuh
  3. Resiko malnutrisi dan defisiensi mikronutrisi meningkat.

Besok saya akan bercerita tentang MPASI apa saja yang disarankan dan jenis-jenisnya.

Semoga bermanfaat, salam ASI

No comments:

Post a Comment