Tuesday, March 4, 2014

Tragedi Telinga

" Enggak....." Jerit Leon sambil memukul tangan bu dokter karena berusaha memegang telinga Leon. Leon begitu marah dan enggak suka digituin sehingga sesaat bu dokter tercengang menerima perlakuan seperti itu dari abang, namun dengan sabar bu dokter masih mengajak abang untuk berkompromi dan membujuk agar mau diperiksa. Abang menangis sekuat tenaga, menjerit dan marah, mommy, papa, dan tante suster yang memegang juga gak sanggup menahan hentakan badan abang. Dan akhirnya dokternya menyerah....

Itulah sekilas cerita pengalaman pertama abang bertemu dokter spesialis THT yang membuat mommy dan papa kewalahan, dan semuanya bermula dari sini....
Beberapa hari lalu mommy iseng-iseng melihat kuping Leon karena penasaran, iya penasaran soalnya semenjak Leon lahir mommy tidak pernah membersihkan kuping Leon karena dari banyak referensi yang mommy baca menyarankan untuk membersihkan kuping ke dokter (ya membersihkan kuping merujuk ke lubang telinganya ya dan buat kami orangtuamu FYI, kami gak pernah membersihkan kuping ke dokter, DIY soalnya, hihihihiihih) jadinya ya mommy enteng-enteng ajah dengan kondisi kuping Leon. Soalnya di referensi dibilang kotoran kuping itu normal dan bakalan keluar sendiri kecuali diperlukan untuk ke dokter. Nah waktu mommi lihat kemarin di kuping kanan Leon ada kotoran dan lumayan gede, berbekal PD tingkat tinggi mommi mau bersihin sendiri, hehehhehe.... namun papa kurang setuju dan menyarankan ke dokter ajah. Mommy males ke dokter karena males antriannya dan males dengan harganya, maklumlah tanggal tua nak...untuk ASN (Aparatur Sipil Negara) kayak kami ini bulan Februari kemarin berakhir di tanggal 30 Februari soalnya tanggal 1 dan 2 maret jatuh di hari sabtu dan minggu :D
Malamnya mommy masih penasaran jadi saat Leon bobo mommy bilang sama papa untuk megang senter jadi mommy bisa membersihkan kuping Leon, dan ternyata cukup susah nak....agak lama mommy mencoba dan akhirnya mommi harus menyerah karena gak berani melanjutkan acara pembersihannya. Malam itu dengan yakin bin pasti memutuskan untuk ke dokter THT demi membersihkan kuping Leon.

Besoknya ke kantor nanya sama sumber terpercaya, siapa lagi kalau bukan si opung titing alias nande dan direkomendasikan ke dokter Seri Ulina simpang Pemda, ada juga dokter Rehulina di Padang Bulan namun karena dokter Rehulina ini juga memiliki Pusat Alat Bantu Dengar maka dapat dipastikan rame bo pasiennya, cepat-cepat saya skip dari pilihan dokter :)
Sorenya pulang ke rumah langsung bawa abang ganteng ke dokter Seri Ulina, dekat ya dari rumah kami di Tanjung Sari. Sampai sana ternyata mati lampu, iya mati lampu sedang menjadi makanan harian warga kota Medan akibat alasan klasik sedang ada pemeliharaan, whateverlah saya gak mau membuat komentar negatif karena saya tidak mengerti terlalu dalam dunia per-PLN-an, nanti orang PLN berkunjung ke blog ini jadi sewot lagi gegara komentar tak berfakta saya, hihihihi... Waktu sampai tempat praktek dokternya sudah ada dan saya suka ini, gak perlu nunggu lama dong....kami langsung mendaftar dan menunggu sebentar leon sudah dipanggil. Saat masuk Leonnya masih kooperatif ya, ketika ditanyakan tujuan kedatangan saya bilang bahwa ingin membersihkan kuping Leon dan dokter meminta untuk memeriksa sebentar. Segalanya masih aman saja sampai saat bu dokter memakai senter di kepalanya dalam kondisi penerangan yang kurang karena mati lampu, leon awalnya cuman bilang "atut..atut mi..." saya menenangkan dengan bilang "nggak apa-apa nak, Leon diperiksa kupingnya sebentar ya untuk dibersihkan" Leon menolak dan makin menghindar, saat dokter memegang telinganya, saat itulah tragedi terjadi, Leon menjerit sejadi-jadinya dan berontak, saya dan dokter sampai kewalahan karena gerakannya yang begitu kuat. Dibantu papanya dan perawat kami bisa memegang Leon dan dokter melihat kondisi telinganya, selesai dilihat dokter memberikan obat untuk diteteskan di telinga dan meminta kami menunggu diluar sebentar agar obat tetesnya bekerja baru pembersihan dilakukan. Saat dokter selesai memeriksa, Leon pun langsung tenang, namun saat akan masuk untuk pembersihan Leon menolak lagi.
Awalnya dokter masih mengajak dia main dengan akuarium lampu yang ada di ruangan prakteknya, Leon ketawa dan bermain-main, namun saat pembersihan akan dilakukan, dokter harus memegang telinganya dan memasukan alat seperti selang kecil untuk menyedot kotoran telinganya, saat itu pula Leon histeris luar biasa. Dia menangis menjerit dan menggerakkan seluruh anggota tubuhnya, telinga kanan menjadi bagian awal yang dibersihkan dan untuk membersihkan hanya membutuhkan waktu beberapa detik namun menenangkan Leon menjadi hal yang cukup menantang, bahkan saat kami bertiga memegangnya Leon masih bisa berontak dan melawan sehingga dokter agak khawatir memasukkan selangnya. Dengan usaha ekstra akhirnya telinga kanan berhasil dibersihkan namun saat mengganti ke telinga kiri, terjadilah kejadian seperti yang saya ceritakan di awal cerita ini, dan dokternya menyerah -__________-

Kami menjadi tontonan seluruh pasien loh karena pintu ruang prakteknya terbuka akibat mati lampu, sehingga beberapa pasien sempat melihat bagaimana kami berusaha menenangkannya. Herannya saat dokter selesai memegang telinganya dan mematikan lampu yang dipakai di kepalanya Leon langsung tenang dan diam, tangisnya hilang seketika ckckckkck.... Dokter sampai berkomentar "anaknya kuat sekali merontanya ya bu, biasanya anak-anak bahkan yang lebih besar dari dia pun bisa saya tenangkan, tapi Leon ini hentakannya kuat sekali" (aduh bu dok, begini inih kalo anaknya sehat banget, hehheheheh diam-diam mamanya bangga). Dokter akhirnya memutuskan memberikan resep untuk diteteskan di telinganya selama dua hari agar sisa kotoran di telinga kiri Leon hancur dengan sendirinya. Saat pulang Leon masih sempat say goodbye dan kiss by dengan dokter dan perawat yang diikuti dengan pandangan gemas dokter melihat tingkahnya.

Menurut dokter Seri Ulina tindakan saya dengan tidak sembarangan membersihkan lubang kupingnya sudah tepat, saya yang harus rutin memeriksa kondisi telinganya sehingga saat-saat seperti kemarin saya sudah bisa membawa Leon untuk melakukan pembersihan. Selesai dari bu dokter kita bayar-bayar dulu ya nak, jadi untuk pembersihan tadi saya membayar Rp 80.000,00 saja, buat saya jumlah ini termasuk rasional dan murah soalnya kalau bawa ke dokter tertentu kata opung titing sampai 300-an hhehehhehee...

Pulang dari praktek beli resepnya di apotik dekat rumah dan harganya Rp 8.000,00 sajah. Sampai rumah abang Leon udah tenang nonton Cartoon Network dan lupa kalau sesaat yang lalu menangis histeris sampai mukanya merah dan keringatan.
Serius Nonton Cartoon network
Si Ganteng Mommy :*

Sekian cerita tentang kunjungan ke dokter THT kemarin dan semoga saat abang Leon baca ini bisa tersenyum sambil membayangkan kejadiannya. Love you always nak....

No comments:

Post a Comment