Monday, May 26, 2014

Awal Yang Baru

Cukup lama saya berhibernasi ya, sampai-sampai menuliskan perkembangan Lionel pun saya tidak sempat...

Blog ini seperti rumah yang kehilangan pemiliknya dan diabaikan, padahal saya setiap hari loh ngelihat blog ini sebentar sambil bersedih karena waktu saya untuk menulis sempit sekali akibat rutinitas baru yang cukup membuat kewalahan.

Selama kurang lebih sebulan ini saya disibukkan oleh banyak aktivitas baru, yang lebih terasa adalah makin sering bertemu dengan orang-orang yang bersemangat ingin menyusui dan membutuhkan bantuan. Bertemu dengan keluarga-keluarga ini dan mendengarkan bagaimana riwayat mereka, bagaimana mereka berjuang dan bagaimana mereka bisa sampai bertemu dengan saya sungguh sangat menunjukkan bagaimana semangat mereka berjuang untuk anaknya. Melihat mereka pada akhirnya bisa mendapat solusi atas permasalahan mereka dan beberapa juga sudah berhasil kembali menyusui sungguh tidak terbayarkan dengan apapun di dunia ini :)

Tuhan betapa mengasihi saya, Tuhan memudahkan saya untuk memperdalam ilmu laktasi saya dengan mengirim orang-orang terbaik yang dengan rendah hati bersedia mengajari saya banyak hal. Awalnya ada keraguan yang mendalam ketika memutuskan untuk menerima semua tawaran tersebut, mampukah saya, layakkah saya, dan benarkah yang saya lakukan? pertanyaan tersebut hilir mudik silih berganti hadir di pikiran saya namun sekali lagi, kehadiran pendukung terbaik yang meyakinkan saya bahwa saya mampu membuat saya memantapkan langkah saya untuk menjalani semua hal tersebut.

Bukan hal yang mudah, dengan kondisi saya yang masih menyusui tidak mungkin membuat saya meninggalkan Leon di Medan dan saya menyeberang sendiri, akhirnya dengan segala kecukupan yang dihitung dan dipangkas sana sini saya berhasil membawa Leon dan Kakak Iting agar ada yang menjagai saat saya belajar. Keberangkatan kami ke Jakarta dilepas oleh papa Leon dengan segala kerelaannya, mendukung saya untuk menekuni minat saya dan mengerjakannya. Syukurlah sesampainya disana kami disambut dengan sangat baik dan selama empat hari saya betul-betul berkutat dengan dunia baru yang masih terasa awam namun sangat menyenangkan. Begitu banyak ilmu baru yang saya dapatkan dan tidak sabar untuk saya praktekkan, ilmu-ilmu itu menggedor-gedor pintu pemikiran saya memaksa untuk masuk dan berkolaborasi dengan ilmu yang saya miliki dan akhirnya segala missing link yang hilang sebelum saya berangkat ke Jakarta terlengkapi seperti puzzle. Ibaratnya spons, saya dengan semangat menyerap semua hal yang diajarkan kepada saya dan akhirnya saya mengerti bingkai besar dalam melihat sebuah permasalahan. Sungguh saya sangat bersyukur memutuskan untuk ke Jakarta kemarin.

Bertemu dengan mereka, orang-orang yang juga berada di jalan yang sama, yang juga berjuang untuk hal yang sama, sharing dan belajar begitu banyak hal membuat rasa ingin tahu saya terpuaskan. Sekali lagi, Tuhan begitu mengasihi saya :)

Semoga dengan semua ilmu yang saya miliki bisa saya pakai untuk membantu siapapun yang mungkin sedang membutuhkan bantuan dan semoga semakin banyak ibu yang bisa tertolong untuk bisa menyusui bayinya dengan penuh tanpa melalui drama yang memaksa mereka untuk menyerah.

Terimakasih untuk teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu atas ilmu yang diberikan kepada saya. Terimakasih yang sangat mendalam saya sampaikan kepada guru, motivator, dan pembimbing saya yang bersedia meluangkan baik tenaga dan pikirannya untuk mengajari saya dengan segala ketebatasan saya, karena beliau percaya saya mampu, sayapun akhirnya mempercayai diri saya bahwa saya bisa melakukan hal ini, terimakasih Tuhan karena telah mempertemukan kami.

Mengutip kata-kata seorang teman karena menyusui sama dengan mencintai, karena kita mencintai bayi kita sehingga kita mau berjuang sampai menemukan solusi dan berhasil melalui tantangan menyusui itu, mari bunda, cintai anak kita dengan menyusui mereka.

Kesempatan menyusui setiap anak kita hanya terjadi sekali seumur hidupnya, ketika waktu itu terlewatkan maka tidak bisa diputarbalikkan lagi. Jadi, maukah kita memperjuangkannya?

Mama Leon - 26/05/2014

No comments:

Post a Comment