Tuesday, May 6, 2014

Cuap-cuap Sebelum Ujian

Sedang menunggu jam menunjukkan pukul 6 lewat dikit agar bisa hengkang ngampus dan ujian. Iya...saya mamak-mamak yang masih kuliah dan sedang ujian.

Udah belajar mah? oh.....tentu saja tidak...emang kapan saya mau kepikiran untuk belajar, sedangkan mau diet langsingin badan ajah belon terealisasi sejak awal tahun :p

Okay, jadi ngomong kesana-kemari intinya mau cerita tentang apa nih?

Begini, semenjak sebulan yang lalu saya aktif jadi konselor di RBG (Rumah Bersalin Gratis) yang letaknya di Setia Budi-Tanjung Sari. Sebagai konselor saya datang saat ada bayi-bayi baru lahir dan melakukan sesi konseling sederhana sebagai persiapan bagi ibu dan tim suksesnya agar dapat mendukung ibu dalam menyusui bayinya. Saya sangat senang melihat standar pelayanan di RBG yang sekalipun berembel-embel GRATIS namun tidak memberikan pelayanan yang asal-asalan. Mau tau? Semua bayi di RBG dibantu dengan persalinan normal dan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) langsung dilakukan minimal satu jam loh. Yang lebih keren lagi, seluruh bidan, perawat, dokter, dan konselor bahu-membahu mendukung ibu dalam keberhasilan menyusui. Segala faktor penyulit masalah menyusui yang mungkin ditemui ibu dihari-hari awal selalu dibantu oleh semua tim RBG sehingga ketika ibu dipulangkan sudah dalam kondisi dapat menyusui dengan baik. KEREN kan.......... :)

Bagaimana pengalaman saya menjadi konselor disana? Banyak cerita tentu dan banyak kisah tentang cerita menyusui ibu-ibu tersebut, yang mengharukan adalah ketika melihat bayi mereka bisa melekat dan mendapatkan haknya yaitu ASI, sungguh saya merasa momen tersebut priceless, tidak terbayarkan dengan apapun.

Saya melihat bahwa kesadaran masyarakat akan menyusui sekarang lebih baik walaupun untuk golongan menengah kebawah agak sulit memberikan mereka pemahaman bagaimana pentingnya menyusui dan kelebihan menyusui karena saya sering mendapatkan tatapan bermakna tidak percaya akibat ya ituh, ASI itu gratis kakak..... :p
Biasanya dalam kondisi seperti itu, menarik perhatian keluarga terdekat untuk mengerti mengapa ibu harus menyusui menjadi cara paling ampuh agar ibu terus bertahan untuk menyusui :)

Hmmmm apalagi ya...sebenarnya ada beberapa sukses story dari mama-mama pejuang ASI yang ingin saya ceritakan di blog ini, namun karena keterbatasan waktu dan kemalasan otak saya merangkai cerita jadinya saya memutuskan untuk di-pending dulu ceritanya (emang ada yang nunggu mama Leon? GR banget sih, ihihihihihi)

Sepertinya sebentar lagi saya harus siap-siap ngampus biar jangan telat dan mau ketemu pasien konseling

Wish me luck ya... :)

No comments:

Post a Comment