Tuesday, June 17, 2014

Suplementasi - Relaktasi

Hari ini mau cerita tentang suplementasi dan relaktasi, mungkin udah ada yang pernah mendengar atau mungkin sama sekali belum pernah ya? Taukah kita bahwa dalam kasus ASI sedikit akibat masalah pelekatan atau kasusnya yang paling sering terjadi adalah TT ( Tongue Tie, Tali lidah terikat, Lidah Pendek) dan kasus bayi mendapat Pengganti ASI (PASI) sejak awal kelahiran sehingga PASI menggantikan posisi ASI dan akibatnya produksi ASI menurun perlahan bisa dibantu untuk full menyusui? Begitu juga dengan ibu adopsi yang berkeinginan menyusui anak adopsinya. Caranya, dengan menggunakan metode perawatan yang sering disebut Suplementasi/Relaktasi. Keberhasilan metode ini sangat bergantung kepada tingginya semangat ibu dan dukungan keluarga sehingga diharapkan saat ibu dan bayi menjalaninya seluruh keluarga ikut memberi dukungan baik secara fisik maupun moril. Oke, yuk kita cerita-cerita tentang suplementasi dan relaktasi...
  1. Apa itu Suplementasi dan Relaktasi?
    Sebenarnya suplementasi dan relaktasi memiliki pengertian yang hampir mirip yang membedakan adalah saat ketika suplementasi atau relaktasi dilakukan

    Suplementasi : Proses memberi tambahan asupan pada bayi saat bayi akan menyusu melalui selang NGT karena produksi ASI ibu yang drop akibat alasan-alasan tertentu, dalam hal ini ibu masih terus menyusui.

    Relaktasi : Proses memberi tambahan asupan pada bayi saat bayi akan menyusu melalui selang NGT dalam hal ibu sudah berhenti menyusui dan berkeinginan untuk kembali menyusui.


    Berdasarkan hal tersebut maka disebut suplementasi ketika ibu masih menyusui namun kondisi ASI drop dan disebut relaktasi ketika ibu sudah berhenti menyusui untuk beberapa lama kemudian berkeinginan untuk kembali menyusui.

  2. Siapa saja yang bisa melakukan suplementasi/relaktasi?
    • Ibu menyusui yang mengalami masalah menyusui dan menyebabkan ASInya berkurang sehingga harus dibantu suplementasi untuk menaikkan produksi ASInya
    • Ibu yang sudah pernah menyusui namun karena satu dan lain hal akhirnya berhenti menyusui dan pada suatu waktu berkeinginan untuk menyusui lagi;
    • Ibu adopsi yang berkeinginan untuk menyusui bayi adopsinya.

  3. Jenis asupan seperti apa yang boleh diberikan pada bayi saat melakukan suplementasi/ relaktasi?
    Saat melakukan suplementasi/relaktasi disarankan untuk mencari ASIP donor sebagai asupan tambahan, namun dalam kondisi ASIP donor tidak bisa didapatkan ataupun orangtua keberatan menggunakan ASIP Donor, ibu/keluarga boleh memilih untuk menggunakan sufor.

    Catatan : selama menjalankan suplementasi ibu tidak diperkenankan untuk memerah ASI karena seluruh ASI yang ada sebaiknya diberikan kepada bayi melalui menyusui saja.

  4. Berapa banyak asupan tambahan yang boleh diberikan melalui suplementasi/relaktasi?
    Suplementasi/relaktasi dilakukan dengan menggunakan dosis tertinggi yang bisa diberikan diawal pelaksanaannya dan kemudian menurun perlahan sampai berhenti sama sekali dan ibu bisa menyusui secara penuh. Dosis awal yang dipakai berbeda pada setiap anak/kasus, hal ini bisa dihitung dengan melihat umur bayi, berat badan bayi, dan kondisi ASI ibu.

  5. Apa saja yang dibutuhkan saat melaksanakan suplementasi/relaktasi?
    Sebenarnya ada alat khusus yang bisa dibeli dan merupakan paket lengkap saat akan melakukan suplementasi. Alat ini biasanya dikenal dengan nama Medela Suplementer dan harganya relatif mahal.
    Ada juga alternatif lain berupa alat suplementasi sederhana yang bisa dibuat dengan menggunakan alat-alat dibawah ini dan biayanya cenderung lebih murah :
    • Spuit ukuran 60ml/ Botol/ Gelas sebagai wadah menampung ASIP donor/Sufor
    • Selang NGT/OGT nomor 5 dengan panjang 40cm (penting untuk diperhatikan nomor dan panjang selang harus benar)
    • Micropore ukuran 1 inchi
      Micropore 1 inchi (foto sebelah kiri)
    Hal yang sangat penting dan sering menjadi faktor penentu keberhasilan saat pelaksanaan ini adalah keinginan dan semangat ibu serta dukungan penuh dari semua pihak yang terlibat terutama suami.
  6. Bagaimana cara memasang dan menggunakan alat suplementasi?
    Jika menggunakan Medela Suplementer, ibu cukup mengisi ASIP donor/sufor kedalam botol suplementer dan menggunakannya dengan menempelkan ujung selang sepanjang/setinggi puting diarah jam 10 atau jam 6.
    Medela Suplementer dipasang diarah jam 10
    Jika menggunakan alat suplementasi sederhana maka ASIP donor/Sufor dimasukkan kedalam spuit/botol/gelas - menyambungkan selang ke spuit/botol/gelas - menempelkan ujung selang NGT (perhatikan agar salah satu lubang NGT tidak tertutup akibat bersentuhan dengan kulit ibu) sepanjang/setinggi puting ibu dan merekatkan dengan menggunakan micropore agar letaknya tidak bergeser di posisi jam 10 atau jam 6.
    Saya selalu lupa mengambil gambar ibu yang suplementasi sebagai dokumentasi, untuk sementara boleh melihat link ini sebagai referensi, dalam waktu dekat saya akan tampilkan dokumentasi pribadi saat suplementasi.
  7. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan saat menjalankan suplementasi?
    • Suplementasi/Relaktasi sebaiknya dilakukan disaat ibu sedang beraktivitas/terbangun sehingga waktu suplementasi/relaktasi disarankan sejak jam 6 pagi dan berakhir di jam 9 malam, tujuannya agar ibu juga bisa beristirahat. Diluar waktu dilaksanakannya suplementasi/relaktasi ibu boleh menyusui langsung bayinya.
      Jadi misalnya suplementasi dibuat di dosis 5x50ml itu artinya lima kali waktu menyusui selama jam 6 pagi sampai jam 9 malam bayi disusui dengan menggunakan suplementasi, selebihnya saat bayi meminta menyusu di waktu-waktu tersebut ibu menyusui langsung tanpa menggunakan suplementasi.
    • Saat akan melakukan suplementasi/relaktasi biasanya diikuti dengan meminum obat-obatan khusus yang berfungsi untuk merangsang produksi ASI dan juga menjalani Akupuntur ASI sesuai resep dokter laktasi sehingga ketika ketiga hal ini dilakukan bersamaan diharapkan waktu suplementasi/relaktasi bisa berjalan sesuai jadwal sampai saat dilepaskan dan ibu menyusui penuh tanpa bantuan suplementasi/relaktasi lagi.
    • Pada ibu adopsi, Relaktasi menggunakan protokol yang berbeda dengan dua kondisi lainnya, untuk itu ibu diharapkan bertemu dengan dokter laktasi/konselor laktasi yang mengerti dan bisa menjalankan prosedurnya jika ingin menyusui bayi adopsi.
    • Suplementasi/relaktasi terkadang terlihat cukup merepotkan. Memang pada dasarnya mempersiapkan semua hal ini terlihat merepotkan namun percayalah, dengan keinginan yang teguh dan kepatuhan pada pelaksanaan suplementasi/relaktasi dipandu oleh dokter laktasi/konselor laktasi yang mengerti maka hasil yang didapatkan sebanding dengan usaha keras kita.
    • Suplementasi/relaktasi sebaiknya diawasi oleh dokter laktasi/konselor laktasi sehingga hasil yang didapatkan maksimal dan tidak terjadi kekeliruan dalam pelaksanannya
    • Suplementasi biasanya dilakukan dirumah, namun tidak menutup kemungkinan suplementasi dilakukan di Rumah Sakit Pro ASI saat awal-awal pelaksanaannya dengan tujuan ibu bisa mengerti dengan baik sehingga bisa menjalankan dengan benar ketika berada di rumah.

    Demikian informasi singkat dari saya, semoga bermanfaat dan Salam ASI

    Karena kesempatan menyusui anak kita hanya terjadi sekali seumur hidup mereka, jadi maukah kita memperjuangkannya?

1 comment:

  1. superrrrrrrr
    share yahhhhh

    jawabannya : mauuuuuu

    ReplyDelete