Tuesday, August 12, 2014

Puding Coklat Hampir Gagal

Kemarin-kemarin saya terobsesi untuk membuat puding coklat yang enak makanya ngubek-ngubek seluruh google dan hasilnya ketemu resep yang cukup mudah pembuatannya, sekalipun sedikit ribet hasilnya luamyanlah menurut saya. Dari tiga kali percobaan, dua kali gagal karena yang pertama kuning telur masih terasa amis di vla-nya dan yang kedua entah kenapa puding dan vla-nya berasa pahit. Selain itu saya juga kurang menyukai tekstur pudingnya yang agak padat, saya sendiri menyukai tekstur puding yang kokoh saat dipotong namun lembut dan ringan saat masuk kemulut. Saya sebenarnya bukan pencinta coklat sejati sehingga takaran coklat yang diberikan untuk saya diresepnya dalam lidah saya terlalu banyak.

Hari kamis lalu saya dan teman-teman satu seksi diundang untuk makan siang bersama di rumah salah satu pimpinan sekalian silahturahmi lebaran. Ibu ini berdarah Padang dan terkenal dengan kepiawaiannya memasak gulai kapau, berhubung suami saya yang berdarah Batak lahir dan dibesarkan di Padang selama 15 tahun, Papa Leon selalu menceritakan nostalgianya ketika kecil makan nasi kapau di kampungnya yang katanya enak banget, sayapun dengan bersemangat mau dateng ke acara tersebut demi merasakan seperti apa sih nasi kapau itu, hihihiihi...
Ternyata saat sampai disana saya tidak dikecewakan oleh kenangan suami saya, gulai kapau itu enak sodarah-sodarah, apalagi saya makannya pakai lontong ditambah rendang dan keripik kentang, wuih......lontong Kak Lin lewat deh.... Nah saya ini orangnya sangat penasaran, bisa makan sebaiknya harus bisa masak dong, biar nanti kalo kepengen gak perlu nunggu setahun hanya untuk mencicipi gulai kapau si ibu. Pulang-pulang dari kantor langsung nanya sama rekan sekantor bumbu lengkap dan merencanakan masak hari sabtu diiringi dengan pandangan tak percaya teman satu seksi, biarin.....

Mendapatkan resepnya saja tidak cukup, perlu lagi ditambah senjata gogling dan saya bertemu dengan blog yang saya suka, Just Try and Taste yang menurut saya blognya oke deh...Resep-resepnya layak dicoba dan sepertinya tidak terlalu sulit, saya sendiri penganut paham memasak tidak boleh sulit, karena masakan yang saya buat diharapkan proses pembuatannya tidak begitu sulit namun rasanya enak sehingga Papa leon dan Leon tetap bisa menikmati makanan enak dan sehat di rumah dan juga saya terjaga ketenangan batin karena tidak perlu khawatir rasa makanan bakalan seperti oralit :)
Bagaimana dengan Gulai Kapaunya? akhirnya setelah melalui usaha panjang, saya masak dong.....tapi bumbunya jadinya dibeli di tukang bumbu terpercaya, masih belom pede racik sendiri, hahahha...alesan...

Nah di blog ini juga akhirnya saya menemukan resep puding coklat yang ingin saya coba dengan harapan mendapatkan tekstur puding yang seperti yang saya inginkan diatas. Hari sabtu malam saya ditemani dua lelaki tercinta belanja di swalayan dekat rumah. Pulang-pulang langsung mengeksekusi resep yang ada di link ini namun pemberian rum dan parutan lemon saya skip dan pemberian coklat batangan saya buat dalam jumlah minimal yaitu 300 gram. Selesai memasak puding langsung saya dinginkan dan biarkan di suhu ruangan, rencananya besok paginya baru saya masukin kulkas. Hal aneh terjadi saat besok pagi masuk kulkas, ini puding kok setengah keras menuju ke cair ya, tidak padat sama sekali, saya masih berpikir positif dengan harapan saat ditaruh di kulkas maka puding akan mengeras.

Siangnya saat pulang gereja saya makan gulai kapau dan menutup dengan puding tadi...sayang seribu sayang, puding tersebut masih dalam tekstur setengah padat dan ketika dikeluarkan dari tempatnya malah hancur.....huhuhuhu...sedihnya....padahal dengan takaran tersebut saya mendapatkan 2 loyang besar puding yang sayang sekali jika harus dibuang karena gagal menjadi padat. Seingat saya semua takaran sudah saya masukkan seperti resep, apalagi yang salah ya, perasaan komentator yang lain pada ngaku berhasil, atau jangan-jangan saya yang lalai melihat dan menakar resepnya...huhuhu....
Puding itu akhirnya tidak tersentuh oleh seisi rumah, sayapun memutar otak, teringat kemarin sempat membaca bahwa puding bisa dihangatkan sebentar dengan sedikit air dan akan mencair lagi. Dengan super PD dan berani mengambil resiko akhirnya kemarin malam saya memasak satu sachet agar-agar dengan sedikit air kemudian menambahkan semua puding setengah jadi itu dan memasaknya sampai matang dan bercampur merata. Setelah matang saya tuang lagi di cetakan dan membiarkan puding tersebut diluar, saya tidur. Pokoknya dalam pikiran saya kalau besok gagal juga gak apa-apa, toh saya sudah mencoba :)
Tadi pagi saat bangun hal pertama yang saya lakukan adalah melihat kondisi puding hampir gagal itu, dan voila...puding tersebut sudah mengeras dengan cantik dalam cetakannya dan siap untuk dimakan, betapa senangnya hati saya :)

Siang ini karena saya berhalangan pulang siang maka saya meminta Papa Leon untuk membawakan satu potong puding tersebut agar saya bisa mencobanya. Memang teksturnya menjadi lebih padat namun mengingat teksturnya kemarin yang cair cenderung hancur saya sudah cukup puas, mungkin lain kali saat akan membuat puding ini saya harus lebih hati-hati agar hasilnya sesuai yang saya harapkan :)

Ini dia penampakan puding setelah dieksekusi ulang :)

No comments:

Post a Comment