Monday, September 29, 2014

Asiku Sedikit

Percakapan dua orang ibu di sebuah Rumah Sakit

A : Sehat sekali adeknya bu...susunya apa?
B : ASI saja bu.... (sambil tersenyum)
A : Wah senangnya ya....ASInya banyak berarti....ASI saya sejak adek lahiran hanya menetes-menetes saja sekalipun saya menyusui adek terus-terusan sehingga ketika usianya 2 minggu diberikan susu tambahan sampai hari ini
B : Awal-awal lahiran memang seperti itu kok bu, makin lama disusui nanti jadinya makin banyak
A : Iya, saya terus nyusuin tapi bayinya nangis terus seakan-akan kelaparan, keluarga tidak tahan dan meminta saya untuk memberikan tambahan...
B : ASI itu selalu cukup bu, apapun kondisi bayi kita...
A : Saya enggak bu, bahkan saya sudah menenggak berbagai suplemen yang dibilang oleh teman-teman yang ASInya cukup, nihil....ASI saya malah makin sedikit, bayi nangis-nangis dan malah jadi cekung
B : ..... (Diam dan mungkin berpikir ini ibu yang kurang ilmu, kurang sabar, kurang mau berusaha, dan kurang yang lain-lain)
A : ..... (Diam dan terbang ke pikirannya sendiri serta yakin bahwa telah melakukan segala daya upaya dan memang memilih menyerah untuk kebaikan bersama)

Ya ibu, cerita ASIku sedikit selalu menjadi misteri tidak terpecahkan sampai hari ini bahkan oleh orang-orang yang telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum lahiran dan dihadapkan kepada beberapa kesulitan saat memiliki bayi yang membuat kita akhirnya menyerah. Lalu betulkah jargon "ASI PASTI MENCUKUPI, APAPUN KONDISI BAYI KITA?" Kenapa sepertinya sejauh ini ASI digemakan sebegitu kuatnya masih saja kita melihat ketidakberhasilan oleh ibu-ibu yang ingin menyusui anaknya secara penuh? Kenapa banyak sekali ibu-ibu yang diawal sebelum lahiran yakin sekali akan kemampuan menyusuinya bahkan membekali diri dengan berbagai macam ilmu terpaksa harus menyerah di hari-hari awal? Kenapa cerita ASI menjadi begitu gampang saat dibaca dan didengar namun menjadi sangat sulit ketika itu harus diterapkan pada diri kita?

Ada apakah ini? Betulkah misteri ASI sedikit akan terus menjadi misteri yang tidak terpecahkan sehingga pada akhirnya ibu akan menyerah dan menghibur diri dengan berkata "Memang bukan rejekiku untuk menyusui anakku?"

ASI, ASI, DAN ASI - TIDAK ADA PILIHAN LAIN SELAIN ASI
MENYUSUI SAJA SAMPAI ENAM BULAN, LANJUTKAN DENGAN MPASI ADEKUAT DAN MENYUSUI DITERUSKAN SAMPAI MINIMAL DUA TAHUN
ADALAH HAK BAYI UNTUK MENYUSUI, BERIKAN HAK ITU PADANYA
SEMUA IBU MAMPU MENYUSUI APAPUN KONDISINYA

Merasa tersindir ya membaca kalimat-kalimat yang ditulis dengan huruf kapital ini? Marah karena merasa yang menulis tidak pernah berada di posisi kita yang ketika kita mengalaminya itu....duh....rasa-rasanya mau nangis, marah, ngamuk, kesal, bahkan bisa berujung pada depresi :)

Tidak...saya tidak ingin menyalahkan para ibu yang mengalami kegagalan menyusui...Saya mengerti bahwa ada berbagai kondisi dan pertimbangan yang membuat ibu akhirnya memilih susu tambahan untuk anak ibu. Namun, jauh di hati yang terdalam ibu, jika ibu masih memiliki keinginan untuk menyusui penuh anak selanjutnya maka hal inilah yang ingin saya bagikan sebagai pedoman di hari-hari pertama untuk menguatkan hati ibu dan bisa melewati tantangan awal menyusui dengan sukses.
  1. ASI SUDAH DIPRODUKSI SAAT IBU HAMIL DI USIA TRIMESTER KEDUA
    Ibu, Laktogenesis adalah proses pembentukan ASI. ASI untuk adek bayi sudah ada loh di usia trimester kedua kehamilan ibu. Ah masa sih? Bener...udah ada...hanya saja jangan mencoba untuk diperah ya, karena itu memicu abortus, itulah makanya pada beberapa iu, bahkan saat hamil pun ASInya sudah menetes. Kalau begitu kondisinya, kenapa saat melahirkan ASI bisa macet sampai berhari-hari? Nah, jawabannya ada di poin dua.
  2. KETIKA MELAHIRKAN TAHAPAN PEMBENTUKAN ASI KEDUA LANGSUNG TERJADI DAN SERING DISEBUT LAKTOGENESIS DUA, BAGI IBU YANG MELAHIRKAN NORMAL ASI BIASANYA LANGSUNG KELUAR, BAGI IBU YANG MELAHIRKAN CAESAR ASI BISA LANGSUNG KELUAR ATAU MENUNGGU 3-5 HARI
    Loh kok bisa? Hal ini terjadi karena obat-obatan yang digunakan oleh ibu untuk operasi caesar menahan kerja Hormon Prolaktin sehingga ASI tidak langsung keluar sesaat setelah bayi dilahirkan. JADI APAKAH SAYA HARUS MENGUSAHAKAN MELAHIRKAN NORMAL APAPUN CARANYA? Tidak ibu, jika atas indikasi medis ibu disarankan untuk menjalani operasi caesar, ibu tidak perlu khawatir karena bayi membawa lemak coklat sejak didalam kandungan dan hal ini sangat cukup untuk membuat bayi bertahan tidak mendapatkan asupan apapun sampai jangka waktu lima hari sejak kelahiran. Lalu bagaimana jika bayi rewel terus-terusan? Saya tidak tahan, ASI belum keluar sehingga saya menyerah...
  3. BAYI REWEL DI HARI-HARI AWAL KELAHIRANNYA KARENA DIA DIPISAHKAN DENGAN IBUNYA.
    ibu, coba saja bayangkan ya....selama sembilan bulan yang dikenal bayi adalah suara ibu dan ayahnya. Dia bersama dengan ibu selalu, di dalam perut ibu dia selalu diayun-ayun saat ibu berjalan, dia mendengar detak jantung ibu, dan segalanya. Kemudia saat dilahirkan dia malah langsung dipisahkan dengan ibu, bagaimana perasaan ibu jika telah merasakan kenyamanan kemudian dihadapkan pada tempat baru dan tidak mengenal siapapun disana? Pasti canggung dan bingung kan? Ya, seperti itulah perasaan anak kita, itula yang mengakibatkan dia rewel, sayangnya kerewelan bayi ini seringkali disalahartikan dengan pendapat bahwa bayi lapar. Oleh karena itu, Rumah Sakit yang mendukung rawat inap ibu dan bayi dalam satu ruangan adalah salah satu rekomendasi yang diharuskan dalam memastikan keberhasilan menyusui tercapai. Jadi ibu, ketika ingin mencari Rumah Sakit, carilah Rumah Sakit yang sudah memproklamirkan dirinya sebagai Rumah Sakit yang mendukung 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui.
  4. MEKANISME KELUARNYA ASI DI HARI-HARI AWAL KELAHIRAN ADALAH : DISUSUI DULU BARU KELUAR ASINYA BUKAN KELUAR DULU ASINYA BARU DISUSUI
    Kejadian ini selalu terjadi berulang, ibu menganggap bahwa ASInya harus keluar dulu baru bisa disusui padahal mekanisme yang benar adalah ASI HARUS DIPANCING UNTUK KELUAR, cara memancingnya adalah dengan DISUSUI. Pada saat menyusui akan terjadi mekanisme seperti gambar dibawah ini yang tidak bisa terjadi saat kita memerah dengan pompa atau tangan. Oleh karena itu, susuilah bayi sesering mungkin, selain untuk menenangkan bayi, kita juga memancing otak agar segera memerintahkan pengeluaran ASI.
    Mekanisme Pengeluaran ASI saat bayi menyusu
    Jika segala hal telah dilakukan dan kondisinya masih tetap ASI sedikit, maka apa yang harus saya lakukan?
  5. CEK KONDISI BAYI, APAKAH BAYI MENGALAMI HAMBATAN SAAT MENYUSU YANG MEMBUATNYA TIDAK BISA MEMERAH PAYUDARA DENGAN BAIK UNTUK MENGELUARKAN ASI
    Apa saja hambatan yang mungkin terjadi pada bayi?
    - Posisi dan Pelekatan bayi kurang benar : cek posisi dan pelekatan bayi apakah semua syarat tentang posisi dan pelekatan yang baik telah dilakukan dengan benar. Bagaimana saya bisa mengetahui posisi dan pelekatan yang benar? Silahkan main-main kesini ya untuk mengetahuinya, boleh juga disini ya...
    - Keterbatasan gerak pada lidah yang sering disebut dengan istilah Tongue Tie : Tongue Tie atau tali lidah terikat adalah kondisi dimana frenulum/tali lidah terlalu ketat mengikat sehingga bayi tidak bisa dengan bebas menggerakkan lidahnya untuk memerah areola, akibatnya bayi sepertinya terus-terusan minum namun selalu rewel, berat badan bukannya bertambah malah turun, bayi menjadi malas minum, ibu mengalami persepsi asi kurang, pada ibu dengan kondisi puting panjang bayi akan ngempeng dan pada ibu dengan kondisi puting datar atau inverted akan mengalami lecet berulang bahkan sampai luka pada puting. Ada juga kondisi bayi dengan Tongue Tie namun tidak memiliki kesulitan saat menyusu sehingga tindakan insisi/pengguntingan tali lidah tidak perlu dilakukan, untuk kasus ini pilihan kembali ke tangan orangtua, silahkan diobservasi untuk mendapatkan keputusan yang terbaik. Lebih jelas tentang TT/tongue Tie bisa dibaca dilink ini
    - Tali bibir atau Lip tie yang membuat bayi tidak bisa mendowerkan bibir atas sehingga pelekatan bayi menjadi kurang baik. Selngkapnya mengenai Lip Tie bisa dibaca dilink ini ya...
Jika kelima hal diatas telah dilakukan dengan benar, semoga kejadian "ASI sedikit" yang membuat ibu menyerah pada formula tidak terjadi dan ibu bisa menikmati masa-masa menyusuinya dengan indah. ASI sebenarnya bukanlah suatu misteri, kesabaran ibu, dukungan semua pihak, pertemuan dengan orang-orang yang mengerti, dan ilmu yang benar membuat ibu bisa menyusui dengan baik dan mencukupi asupan nutrisi bayi dengan sempurna.

KARENA TIDAK ADA PILIHAN LAIN SELAIN ASI, MAUKAH KITA MEMPERJUANGKAN ITU?

Salam ASI

No comments:

Post a Comment