Wednesday, September 17, 2014

Cerita ASI Giana

Seperti janji saya sebelumnya, hari ini saya akan bercerita tentang salah satu cerita ASI teman kami, dokter Saylan Kartika :)

Giana dilahirkan secara normal disalah satu rumah sakit swasta di Medan, saat lahir Giana langsung di IMD-kan lebih dari satu jam loh... Kebetulan saya adalah rekan kantor Opung Giana sehingga keesokan hari setelah kelahirannya saya berkesempatan menjenguk dan bertemu langsung dengan pasangan berbahagia ini. Karena Mama Giana sudah pernah diceritakan mengenai kondisi Leon dan mengetahui bahwa saya sedikit banyak mengerti masalah per-ASI-an, jadilah pertemuan itu lebih seperti konseling. Saat itu kondisi Giana masih anteng, mau menyusu tapi lebih ke menggigit puting mamanya sampe luka bahkan sompel, saat menyusu bayi Giana kurang bisa menangkap payudara dengan baik sehingga sering berdecap. Setelah diperiksa lebih dalam ternyata Giana memiliki Tongue Tie dan Lip Tie yang mengganggu kemampuannya menyusu. Saya akhirnya menjelaskan semua kondisinya kepada orangtua Giana dan membiarkan mereka untuk mengambil keputusan yang mereka anggap paling baik.

Ternyata besoknya saya dihubungi dan mereka mengambil keputusan untuk insisi/frenotomi. Saya merekomendasikan mereka ke dokter laktasi yang mampu melakukan hal ini, dan karena umur Giana yang masih muda, treatment yang dilakukan hanya insisi, kondisi ASI ibu masih bagus karena masih berada dalam tahapan laktogenesis 2 (laktogenesis = Tahapan dalam pembentukan ASI). Giana diinsisi oleh dokter laktasi rekomendasi saya dan setelah diinsisi pola minumnya masih seperti sebelum insisi, hal ini sangat wajar terjadi karena Giana masih merasa asing dengan lidah barunya dan sedang belajar untuk menggunakannya.
Giana juga memiliki bakat keloid sehingga sangat mungkin luka insisi menyatu kembali oleh karena itu senam lidah harus dilakukan dengan benar. Ketika mereka kontrol selanjutnya, untuk luka insisi hasilnya bagus karena tidak terjadi penyatuan kembali hanya saja pola menyusu Giana masih sama seperti kemarin-kemarin dan Giana rewel sekali. Kondisi ASI ibu semakin baik namun luka di puting masih terjadi, atas pertimbangan itu maka Giana disarankan untuk tetap disusui dan sekali sehari dibantu dengan cup feeding dari ASIP ibunya yang dilakukan oleh ayahnya.


Minggu-minggu awal menjadi hal yang sangat menantang baik untuk mereka dan juga untuk kami sebagai tim laktasinya. Berat badan Giana yang bukannya naik malah perlahan turun bahkan mencapai angka yang yah cukup membuat kami kebingungan. Namun setelah dua mingguan kondisi Giana menunjukkan perbaikan yang bukan perlahan namun sangat pesat, Giana minum mulai bagus, tidak ada lagi bunyi berdecap, bisa melakukan pelekatan dengan baik, dan bonusnya adalah berat badannya yang naik fantastis. Dalam kondisi ini kami melihat kerjasama yang sangat solid dari papa dan mama Giana untuk mengerti keinginan Giana, juga peran yang sangat penting dari papanya demi kenyamanan Giana dan Mamanya. Akhirnya dengan kesabaran mereka, kondisi Giana bisa pulih dengan sempurna dan mengalami masa-masa menyusunya dengan indah.

Kami sungguh sangat mengapresiasi keteguhan hati pasangan ini dan kepercayaan mereka kepada kami untuk patuh pada saran kami dalam kasus ini. Akhirnya kemarin, saat usia Giana 43 hari, masa cuti mama Giana sudah selesai dan harus kembali ke tempat tugasnya di Padang membawa Giana yang juga sudah berada dalam kondisi terbaiknya.
Mama Giana - Papa Giana - Giana Sesaat sebelum kembali ke Padang 

Terimakasih dokter Saylan Kartika dan Imanuel Sihombing - Papa Giana
Selamat Menyusui dan mengasuh Giana dengan cinta ya...
God Bless Your Family

No comments:

Post a Comment