Tuesday, January 20, 2015

The Beautiful Kolbano

Menceritakan pengalaman pergi ke Pantai Kolbano membuka kenangan indah yang membuat hati saya hangat...
Sekalipun lahir dan dibesarkan di tanah Timor namun sejak saya lahir, saya belum pernah menginjakkan kaki sekalipun di Pantai Kolbano, selain karena jarak tempuhnya yang cukup jauh, berpisah di usia cukup muda dari keluarga membuat saya tidak bisa melewatkan waktu-waktu liburan bersama mereka (orang tua dan adek saya sudah pernah kesini)

Di postingan sebelumnya saya sudah bercerita mengenai rencana ke Dili - Timor Leste yang gagal sehingga saya begitu ingin ke pantai kolbano demi menebus kegagalan tadi. Kami berangkat ke Pantai Kolbano di hari minggu tanggal 4 januari 2015, perjalanan kami tempuh selama kurang lebih 2,5 jam menggunakan mobil Avanza. Total penumpang dalam mobil adalah 6 orang dewasa dan 2 anak kecil. Saat pagi hari kami-saya dan mama memasak makanan yang akan dibawa kesana karena di Kolbano tidak ada warung makan lagian saya sudah sering bepergian ke tempat wisata dan hampir tidak bisa menelan makanan yang dijual disana lebih karena menurut saya mereka menyajikan dengan biaya murah dan rasa yang cenderung tidak enak namun meminta kita membayar dengan harga luar biasa :)
Kami membawa bekal standar yaitu nasi, ikan teri sambal, daging se'i dan ketimun sebagai sayuran tidak lupa sambal buatan Papa yang terkenal enaknya :)

Di perjalanan kami enggak singgah kemana-mana sih langsung menuju kesana dan sesampainya disana, saya dan papa Leon terpana melihat pantai yang begitu cantik...ibaratnya lukisan terbaik yang diwujudkan dalam kehidupan nyata. Lautnya yang memiliki gradasi unik, bebatuan yang terserak di pesisir pantai, kemudian air lautnya yang sangat jernih sungguh membuat kami jatuh cinta pada pandangan pertama. Tidak perlu berlama-lama saya, Papa Leon, dan Leon langsung menceburkan diri, hihihi..... Kami bertiga nyebur dan gak mau keluar lagi dari pantai, segarnya air laut membasahi kulit ditemani dengan teriakan riang anak-anak penduduk sekitar yang menemani kami mandi (mereka biasanya ada saat melihat kehadiran pendatang dan menemani pendatang seperti tour guide)

Mandi, mandi, dan mandi.....Menurut saya karena Pantai ini belum terjamah tangan-tangan nakal maka dia tampil apa adanya dengan keunikannya selayaknya gadis cantik yang tidak perlu menyolek dirinya untuk terlihat cantik. Hal yang saya sesalkan hanyalah terbatasnya fasilitas disana karena ketika kami akan membasuh diri dengan air bersih, kami terpaksa harus mandi diluar bukan di kamar mandi karena kamar mandinya tidak layak pakai. Jadi kami pergi kerumah penduduk dan membayar tujuh ribu rupiah untuk mandi. Saya tidak bisa menceritakan banyak tentang Kolbano, biarlah foto-foto ini yang berbicara dan jika sekali lagi saya bisa berlibur ke Kupang, Kolbano akan menjadi tempat pertama tujuan wisata saya.

Yes, this is the beautiful Kolbano... Enjoy :)
















2 comments: