Tuesday, March 10, 2015

Bingung Puting, bisa menyusu lagi?

Beberapa lama mengerjakan kasus laktasi akhirnya saya mengambil simpulan sendiri/pribadi bahwa bingung puting menjadi kasus terberat untuk ditangani bukan karena prosesnya yang sulit namun lebih kepada komitmen keluarga untuk bekerjasama menghadapi bingung puting pada bayi. Sering sekali ibu dan ayah atau bahkan ibu seorang diri harus berjuang membebaskan anaknya dari kondisi bingung puting yang dianggap kebanyakan orang sebagai sebuah hal yang "aneh, tidak mungkin, tidak ada". Belum lagi apabila ketika kondisi bingung puting dijelaskan dan pihak ketiga seperti keluarga terdekat yang notabene sudah memiliki pengalaman mengurus anak terlibat disitu, sudah pasti dan sangat sering terjadi konseling yang sudah dilakukan panjang lebar akan buntu dan diakhiri dengan kegagalan. Kenapa? Mungkin memang kita perlu berbenah, mungkin memang corong untuk meneriakkan "hey, bingung puting itu ada, dan itu menyiksa ibu dan bayi yang ingin menyusui dan disusui" masih sangat kurang, mungkin memang kita sudah terlalu silau dengan gemerlapnya iklan-iklan Pengganti ASI, asal ada PASI dan mampu beli, tenanglah anak kita akan sehat dan tumbuh cerdas. Benarkah?? Benarkah buatan manusia bisa mengalahkan buatan sang pencipta? Bayi baru lahir dan orangtua menjadi pasar terbesar untuk dilempar dengan produk PASI, cukup dengan iklan membuai dan segala macam teknik marketing maka dengan rela hati orang tua akan menyerah pada mereka. Dan ketika tersadar, ketika ingin kembali ternyata bingung puting membuat mereka secara sadar menyerah karena tidak sanggup menghadapi tangisan dan rengekan bayi secara terus-menerus, kata-kata halus bahkan sampai pertengkaran "anak kita haus, anak kamu haus, kamu orangtua yang kejam membiarkan dia menangis seperti ini, berikan itu daripada dia terus menjerit, ASI kamu memang tidak ada terimalah keadaan", tidak sedikit juga yang diikuti perampasan secara paksa untuk diberikan PASI dan selesai. Berhenti disitu....

Adakah yang pernah mengalami atau merasa seperti ini?

Lalu bagaimana jika sedang berada di posisi ini atau berpikir mungkin akan berada di posisi ini, haruskah kita menyerah?

Sebenarnya kondisi bingung puting adalah sebuah kondisi dimana bayi kehilangan ikatan dengan ibunya akibat pemberian makanan bayi dengan cara yang berbedadari cara alami bayi makan. Misalnya seperti ini, seorang yang seharusnya diberi makan menggunakan tangan kita ajarkan terus-terusan makan menggunakan sendok, seharusnya orang tersebut makan menggunakan tangan namun karena sudah merasa nyaman menggunakan sendok maka dia pasti akan kesusahan meninggalkan cara makan tersebut. Sama halnya dengan bayi yang seharusnya sejak awal diajari cara minum yang baik diintervensi dengan memberikan cara minum yang sekilas terlihat mirip namun mekanisme kerjanya sangat berbeda dan membuat bayi akhirnya kesusahan untuk minum dengan cara minum normal. Untuk mengembalikan kemampuan normal bayi maka faktor penyulitnya sebaiknya kita singkirkan, apakah itu? Jelas media pemberian minumnya, DOT.

Lalu bagaimana jika dot dilepas dan bayi menangis tidak henti-henti karena tidak sabar minum menggunakan media lain? Untuk pertanyaan seperti ini saya hanya memiliki satu jawaban, SABAR dan segera cari bantuan jika dirasa sudah tidak bisa menangani hal tersebut seorang diri. Kita saja yang sudah terbiasa melakukan sesuatu sebagai kebiasaan ketika diminta untuk mengubah hal tersebut dan kita tahu lebih susah daripada kebiasaan dulu pasti akan enggan dan cenderung menolak, apalagi bayi yang bahasa tubuhnya hanya "MENANGIS" dia pasti akan membuat komunikasi dengan menangis dan berharap untuk dimengerti, namun sebagai ibu yang ingin agar anaknya menyusu lagi padanya skin to skin 24 jam (Perawatan bayi lekat) dilakukan, diharapkan dengan sentuhan kulit langsung ibu dan bayi tanpa ada penghalang, bayi jadi mengingat kondisi alaminya bahwa dia seharusnya bersatu dengan ibunya seperti saat didalam kandungan, bayi diharapkan ingat akan naluri alaminya untuk menyusu, dan bayi menjadi tau bahwa ibu/mama bisa menyediakan seluruh kebutuhan dia, dekapan, pelukan, pengertian, bahkan makanan. Dalam menjalani proses ini kerjasama dari seluruh pihak yang terlibat juga sangat diharapkan sebagai penambah semangat dan dukungan agar proses ini bisa berhasil. Sering terjadi kegagalan proses ini hanya karena kurangnya dukungan keluarga sehingga memutuskan proses perawatan yang sedang berjalan.

Apakah bingung puting adalah hal yang sangat susah untuk dibalikkan? Bisa ya dan bisa tidak...

Ya ketika menurut kita mengembalikan bayi menyusu secara full pada kita adalah hal yang tidak mungkin.
Ya ketika menurut kita ketika bayi ditinggal minumnya ya harus pakai dot, soalnya kalau pakai yang lain "ribet" padahal belum tentu kita pernah mencobanya.
Ya ketika lingkungan sekitar kita menyetujui bahwa dot sama saja dengan menyusu langsung.

Dan TIDAK SULIT
Ketika kita menguatkan tekad dan hati untuk menjalani semua perawatan, bertemu dengan para tenaga profesional yang bisa membantu jika diperlukan, membiarkan mereka membantu dan percaya dengan sepenuh hati hal ini bisa berhasil, serta taat atas segala hal yang diminta untuk dilakukan.

Bingung Puting mungkin menjadi hal yang sulit saat dihadapi namun bukan tidak mungkin untuk disembuhkan... Banyak ibu melalui hal ini dan berhasil

Jadi ibu, siapkah kita?
Salam

Bayi bingung puting usia 3 bulan yang berhasil menyusu dengan dibantu tenaga profesional

No comments:

Post a Comment