Thursday, March 12, 2015

Mengapa sebaiknya memilih MPASI WHO?

Melewati pemberian ASI eksklusif dengan gemilang tentu saja membawa kebanggaan tersendiri pada hati ibu, bangga karena bisa melewatinya dengan baik sekaligus cemas apakah dalam menjalankan MPASI anak kita akan melaluinya dengan gemilang juga. Bicara mengenai MPASI / Makanan Pendamping ASI memang membawa kegalauan tersendiri, beberapa pertanyaan standar pasti akan muncul saat akan memulai atau sudah menjalaninya diantaranya :
  1. Saya harus memulai darimana?
  2. Saya harus memberi makanan apa?
  3. Saya ingin memilih metode apa diantara begitu banyaknya metode makan yang ditawarkan?
  4. Bagaimana saya bisa menyajikan dengan baik?
  5. Apakah saya harus memisahkan makanannya dengan makanan keluarga?
dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang muncul dalam benak kita. MPASI WHO mungkin menjadi salah satu pilihan saat ibu memutuskan akan memberikan MPASI dengan metode apa, namun menurut saya MPASI WHO menjadi pilihan yang tepat ketika ibu tahu bahwa WHO menawarkan standar pemberian makan yang sudah terukur. WHO sebagai organisasi kesehatan dunia tidak sembarangan memberikan panduan/guidelines karena mereka membuat hal tersebut melalui penelitian terukur. WHO sendiri mengeluarkan jurnal dengan judul Complementary Feeding yang disertai dengan Guide Lines disertai dengan Scientific Rationale (Pemikiran Ilmiah) mengapa mereka sampai membuat standar/panduan seperti itu. Sebagai contoh, WHO mengeluarkan standar emas pemberian makanan pada bayi yaitu IMD (Inisiasi Menyusu Dini), ASIX (ASI Eksklusif hingga usia 6 bulan), MPASI (Makanan Pendamping ASI) dan terus melanjutkan ASI hingga usia anak minimal dua tahun, WHO sendiri mengeluarkan "scientific rationale" mengapa mereka sampai membuat standar pemberian ASIX sebaiknya hingga 6 bulan. Berikut saya terjemahkan secara sederhana dari : 


"GUIDING PRINCIPLES FOR COMPLEMENTARY FEEDING OF THE BREASTFEED CHILD"
  • Guideline : Pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan dan pengenalan makanan pendamping ASI sambil terus melanjutkan pemberian ASI.
  • Scientific Rationale : Pada bulan Mei tahun 2001, Word Health Assembly meminta kepada negara-negara anggotanya untuk mempromosikan ASI Eksklusif selama enam bulan sebagai rekomendasi kesehatan dunia. Hal ini dilakukan karena adanya laporan dari WHO Expert consultation (WHO, 2001) yang menyatakan bahwa pemberian ASI ekslusif sampai usia enam bulan memberikan lebih banyak manfaat pada ibu dan bayi. Yang paling utama adalah perlindungan dari infeksi saluran pencernaan bayi,  yang ditemui bukan hanya di negara berkembang namun juga di negara-negara maju. Ada lagi beberapa bukti yang menunjukkan bahwa kemampuan motorik bayi dapat ditingkatkan dengan pemberian ASIX selama 6 bulan (Dewey et al., 2001) namun penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mengonfirmasi hal ini. Bagi ibu, pemberian ASIX memperpanjang durasi laktasi amenorrhea (sebuah metode kontrasepsi yang mengandalkan pemberian ASIX) dan mempercepat penurunan berat badan (Dewey et al., 2001)...........dst

Jadi WHO tidak secara sengaja meminta agar pemberian ASIX dilakukan hingga usia enam bulan, demikian halnya mengapa WHO mengeluarkan panduan untuk pemberian makanan bayi secara lengkap yang sering kita singkat dengan AFATVAH (Age, Frequency, Amount, Teksture, Variety, Active/Responsive, dan Hygiene), mereka telah melakukan penelitian, mereka memiliki standar yang terukur dan mereka membuat panduan yang bisa dipakai oleh siapapun, ibu manapun di dunia ini untuk dapat memberikan makanan kepada anaknya dengan standar yang benar dan melanjutkan pemberian ASI hingga minimal dua tahun.

Ibu-ibu yang saya kenal dan memilih metode ini serta mematuhinya mendapatkan hasil yang menggembirakan. Bukan hanya kenaikan berat badan yang baik, waktu makan menjadi waktu yang menyenangkan dan ditunggu oleh anak, merasakan berbagai jenis makanan dengan segera saat memulai MPASI membuat anak mengenal berbagai macam rasa sehingga mereka cenderung terhindar dari masalah susah makan, tekstur secara bertahap yang disarankan membuat anak akan siap untuk menerima makanan keluarga di usia satu tahun, ya usia satu tahun disaat mungkin masih banyak ibu lain masih memberikan bubur pada anaknya, anak dengan MPASI WHO sudah mengonsumsi nasi keras dengan lauk lengkap yang dimakan oleh keluarganya, selain dari itu kepraktisan dalam memasak/mengolah masakan untuk dikonsumsi anak membuat kegiatan memasak MPASI menjadi hal yang tidak terlalu memberatkan bagi ibu yang sibuk ataupun ibu yang baru pertama kali berkenalan dengan dapur saat akan menyiapkan MPASI untuk anaknya. Dari semua keuntungan yang saya sebutkan diatas, dampak utama yang diharapkan adalah pemberian ASI bisa diteruskan sampai standar yang ditentukan, ya minimal dua tahun mengonsumsi ASI tanpa tambahan formula bukanlah menjadi hal yang mustahil untuk dilakukan.

Satu poin penting yang ingin saya bagikan dalam memberi makan anak dengan MPASI WHO adalah makanan yang disediakan waktu petik, panen, tangkap sebaiknya dekat dengan waktu mengolahnya yang berarti WHO sangat memperhatikan point pemberian makan anak SEHARUSNYA tidak memakai bahan instan, apapun itu sekalipun memakai embel-embel baik, sehat, bergizi, organik tetap tidak disarankan. Makan bagi anak bukan hanya sebuah proses mengenyangkan perut, ada sebuah proses pembelajaran panjang disana yang ketika kita skip atau ketika kita memakai cara yang berbeda dari yang disarankan maka hasil yang diharapkan dari proses tersebut menjadi tidak optimal. Kita berpikir anak kita yang bermasalah, anak kita yang malas makan, anak kita yang memilih-milih makanan, padahal apa yang kita kenalkan padanya juga turut membawa andil pada pola makan anak kita di hari ini.

Memilih memakai panduan MPASI WHO merupakan pilihan terbaik yang bisa ibu lakukan dan sebagai langkah awal ketika ibu bingung harus memulai darimana mungkin ibu bisa melihat postingan terdahulu saya yang menampilkan tentang seluk beluk MPASI WHO disini dalam empat buah postingan.

Memberi makan bukan hanya sebuah kegiatan mengenyangkan perut bayi, ada proses dan pembelajaran panjang disana yang membuat bayi menjadi mengerti bahwa dia butuh makan dengan benar untuk mencukupi  kebutuhannya dan ibu diharapkan untuk bisa memberi pilihan yang tepat agar mendapatkan hasil yang optimal.

Salam MPASI WHO

Bayi usia 6 bulan yang makan dengan standar MPASI WHO
Bayi usia 6 bulan yang minum dengan menggunakan gelas, bayi ini sudah dibiasakan oleh ibunya minum ASIP menggunakan cangkir saat ditinggal bekerja sejak usia 2 bulan




2 comments:

  1. hore. Jadi model di blognya Namboru Leon. hihihih. makasi ya Mak. Salams ama Bang Leon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Sere cantik, makasih udah dipinjamin fotonya buat bou ya :)

      Salam sayang dari kami sekeluarga :*

      Delete