Thursday, July 23, 2015

Berbagi Cerita

Tidak ingin bercerita banyak, hanya mau menampilkan postingan temen saya di Facebook tentang kisah sahabatnya...

Menyusui memang sering dipandang sepele, namun ketika menjalani dan mengalami sendiri perjuangannya, maka sungguh semua ibu yang mengetahui dan merasakannya akan berkata, "HAL INI TIDAKLAH SEMUDAH BAYANGAN SAYA".

Sebagai konselor saya juga melihat satu hal yaitu dukungan keluarga maupun teman-teman terdekat sangat membantu ibu melalui hari-hari awal menghadapi kebingungan dengan status barunya. Teman saya ini sungguh sangat luarbiasa mendukung sahabatnya sehingga hal-hal yang sering terjadi di awal kelahiran yang dapat menghambat proses menyusui benar-benar ditaati untuk tidak dilakukan oleh sahabatnya (Really Good Job mama)...

Selamat menikmati sebuah perayaan keberhasilan dari kemauan untuk mendengar dan kerendahan hati untuk belajar.

jika bukan kita, siapa lagi? (Cerita menyusui Audreiy)
Bulan ini kami banyak sukacita. Adik kami Florency akhirnya membina rumah tangga. Sahabat kami Fera Nova resmi menjadi Ibu dari seorang bidadari cantik. Audreiy, si gadis bulan Juli kami. Sebelum melahirkan, mama Odrei sudah bbrp kali bertanya, soal ASI tentunya. Saya dengan pengalaman seiprit ini membagikan apapun yang saya tahu.
Satu hari, mama Odrei telefon saya. Menceritakan pengalaman menyusuinya selama beberapa hari setelah melahirkan. Ternyata, hampir mirip dengan pengalaman saya dulu bersama Sere. Nenen berdecap, asi sering tumpah waktu nenen, sekali nenen sampai 45 menit, belum lagi kesulitan yang dialami Odrei untuk latch-on. Waktu itu saya tak mau tunda-tunda tindakan. Saya langsung menghubungi Konselor Laktasi kesayangan kami, Mama Leon. Hanya selang 1 hari, Mama Leon dan dr. Icha langsung meluncur ke rumah Odrei. Di sana Mama Odrei diajari posisi dan pelekatan yang baik. Dan ternyata, Odrei adalah Bayi dengan Tounge Tie dan Lip Tie. Sama persis dengan Sere. Tipenya pun sama, Tongue Tie Medio Posterior dan Liptie Grade 3. Tapi ternyata, Odrei masih mau nenen walaupun hanya ngempeng. Karena sejak lahir Odrei tidak dikenalkan dengan dot. Mamanya bersikukuh agar Odrei minum asip hanya pakai sendok (Good Job, mum).

Hari ini, Odrei akhirnya diinsisi. Sebuah tindakan operasi minor untuk melepaskan ikatan tali lidah dan tali bibir Odrei. Hap, hap, hanya sekali ceklik, Odrei langsung bisa nenen dengan baik, latch on dengan sempurna. Mama Odrei sungguh sukacita.

Kami berterima kasih kepada Konselor Luchia Cendana dan dr.Icha. Sungguh kami tak bisa bayangkan apa jadinya jika bidadari seperti kalian tidak ada di dunia ini, khususnya di Medan.

Saya yang kenal Mama Odrei beberapa tahun belakangan ini, sungguh bangga akan keputusan untuk menemui konselor dan melakukan Insisi, saya tahu, Mama Odrei sempat ketakutan yang amat sangat dan kuatir luar biasa. Kami juga ucap terima kasih kepada Papa Odrei, pembela dan pendukung Keluarga Odrei. Semoga kekompakannya bisa menjadi inspirasi bagi yang lain.
Selamat ya Audreiy, you will have such a beautiful breastfeeding journey and you'll colour your parents life with many laughs and cries ahead.

Peluk sayang dari kaka Sere, kapan-kapan kita maen air bareng yaa. Ummak!

Ki-Ka : Icha - Audreiy dan Mama - Mama Leon

No comments:

Post a Comment